Connect with us

POLITIK

Soal Gubernur Jatim, Koalisi Gerindra – PKS – PAN Masih Belum Final

Published

on

Jatimraya.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) belum memfinalkan arah koalisi di Pilgub Jawa Timur. Meski telah bersepakat membangun koalisi di lima Pilkada di lima provinsi lainnya, Jawa Timur akan ditentukan kemudian.

“Kewajiban kami mencari calon yang terbaik untuk rakyat, kata Prabowo”

“Ada beberapa yang pending, misalnya Jawa Timur,” kata Presiden PKS Sohibul Iman usai menggelar pertemuan dengan pemimpin Partai Gerindra dan PAN di kantornya, Pasar Minggu, Minggu malam (24/12/2017).

Sohibul mengatakan, secepatnya PKS bersama Gerindra dan PAN akan menentukan sikap, sebelum pendaftaran calon Pilkada serentak ditutup. “Insya Allah setelah tahun baru kita akan punya kesimpulan terkait Jawa Timur,” kata Sohibul.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, ditundanya keputusan untuk berkoalisi di Jawa Timur bukan karena dua kompetitor kuat yang Akan maju di Pilkada Jawa Timur.

Seperti diketahui, hingga kini, sudah ada dua pasangan calon gubernur Jawa Timur yang telah diusung oleh dua koalisi besar yakni Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf berpasangan dengan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Pasangan kedua yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Pawarawansa berpasangan dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

“Kewajiban kami mencari calon yang terbaik untuk rakyat. Soal kuat tidak kuat biar rakyat yang menentukan,” kata Prabowo, seperti dilansir Sindo. (sms)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MOJOKERTO

Keluhan Ekonomi Siti Aminah, Taman dan Razak pada Sandiaga Uno

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menyapa para warga di Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (22/10/2018).

Jatimraya.com, Mojokerto – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno kembali dihadapkan sejumlah permasalahan yang dialami warga. Enteng saja, Sandi-sapaan Sandiaga Salahudin Uno; hanya membalas keluhan warga dengan tebak-tebakan khasnya.

Pertanyaan itu dilontarkan Sandi ketika bertemu dengan Siti Aminah, seorang penjual ayam panggang di Pasar Brangkal, Jalan Raya Pasar Kedung, Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (22/10/2018).

Siti Aminah mengaku resah dengan nasib anaknya saat ini. Pasalnya, walau keluarganya termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), anaknya tidak dapat meneruskan pendidikan lantaran terbentur biaya sekolah.

Selain itu, adanya makelar dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) membuat anaknya yang termasuk kategori pra sejahtera seperti dirinya tidak memiliki kesempatan.

“Sekarang mau jadi pegawai ada uangnya (biaya), anak orang tak punya tak bisa jadi pegawai. anak saya tak bisa bayar sekolah, padahal ada PKH. kalau bapak jadi, jangan janji2 melulu, pendidikan, ekonomi, lapangan kerja, mengapa sekarang banyak pengangguran,” keluh Siti.

Menanggapi keluhan Siti, Sandiaga mengaku tidak ingin menebar janji palsu. Karena dirinya termasuk seorang yang sulit berjanji, apalagi terkait kesejahteraan rakyat.

“Memang sekarang banyak kampanye menebar janji. tahu nggak bedanya Pilpres sama pil KB, kalau pil KB lupa kalau jadi, kalau Pilpres kalau jadi lupa,” ungkap Sandi dalam siaran tertulis pada Senin (22/10/2018).

“Saya orang yang hati-hati berjanji, karena kalau lupa, nanti ditagihnya di akhirat. saya janji lapangan kerja dibuka buat seluruh anak bangsa, nggak usah pakai duit. Insya Allah harga semua sembako stabil dan terjangkau, biaya listrik dan BBM terjangkau. Itu janji kami,” tambahnya.

Selain Siti, keluhan turut dilontarkan salah satu pengunjung Pasar Brangkal, Rozak. Dirinya mempertanyakan langkah nyata program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK Oce) yang diunggulkan Sandi.

“Langkah kongkrit program OK Oce seperti apa, karena saya lihat saat ini generasi milenial menjauhi dunia usaha, yang banyak justru kelompok-kelompok China,” tanya Rozak.

Tersenyum simpul, Sandi memaparkan Program Ok Oce yang kini telah sukses berjalan di Ibu Kota. Program kewirausahaan itu dijelaskannya menjadi bekal kalangan muda untuk menjadi wirausahawan mandiri.

“Oke Oce itu satu kabupaten atau kota kami bangun pusat wirausaha. anak-anak milenial kami ingin menjadi pemain. pasar kita sekarang besar, selama ini usaha-usaha itu tak dimiliki anak bangsa. nah oke oce bagian dari ekonomi kerakyatan Prabowo-Sandi,” ungkap Sandi.

“Kami akan berikan pelatihan, pendampingan, kemudahan perizinan, pemasaran, pengelolaan keuangan, kemudahan akses modal supaya generasi milenial bisa membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Sementara, seorang petani Tebu Mojokerto, Taman mengeluhkan soal impor gula dan garam. Sehingga nasib para petani gula seperti dirinya kian tergerus dengan murahnya gula impor dan industri besar.

“Saat ini terlalu banyak impor. kami mohon impor gula, garam ditelusuri,” ungkap Taman.

Mendengar kesaksian Taman, Sandi mengerutkan dahi. Dirinya mengakui jika sejumlah komoditas pokok seperti gula dan beras masih dikuasai kartel saat ini.

Oleh karena itu, dirinya maupun Prabowo sepakat bakal menghadirkan pemerintahan yang kuat, tidak terpangaruh dengan tekanan kartel atau mafia ekonomi.

“Ekonomi kita banyak dikuasai mafia pangan, ada kartel yang akhirnya mendorong kebijakan kita mengandalkan impor. kami akan hadirkan pemerintahan yang kuat dan pola kepemimpinan yang tegas. kalau pemimpinnya tegas, bilang enggak, kita mau memajukan petani. kami akan berpihak ke petani, nelayan yang selama ini terhantam barang impor. lindungi pasar kita dari pasar impor,” ungkap Sandi.

“Mohon doanya pak, Prabowo-Sandi tak disukai sama pemodal-pemodal besar, tak disukai sama ekonomi-ekonomi yang selama ini memanjakan kita,” tutupnya memohon doa. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MOJOKERTO

Sandiaga Uno Bertemu dengan Mantan Kapolda Jatim Untung S Radjab

Published

on

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno silaturahmi dengan mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Pun) Untung Radjab di Pacet Mojokerto Jawa Timur Minggu (21/10/2018).

Jatimraya.com, Mojokerto – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno silaturahmi dengan mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Pun) Untung Radjab di Pacet Mojokerto Jawa Timur Minggu (21/10/2018). Sandi datang bersama Mantan ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Suprianto.

“Saya bersilaturahmi biasa. Tidak ada omongan soal politik atau dukung mendukung. Saya dan Pak Prabowo ingin politik yang sejuk, politik yang mempersatukan, politik yang berpelukan,” terang mantan Wakil Gubernur DKI ini.

Untung Radjab menilai calon wakil presiden Sandiaga Uno sosok yang punya nyali. “Saya salut dengan orang yang punya nyali. Jadi cawapres itu butuh keberanian. saya salut,” kata Radjab.

Sandi mengaku mendapatkan banyak pesan dari Untung. “Pak Radjab kasih wejangan yang sejuk. Salah satunya mengingatkan kami jangan merasa kebih baik, selalu tawakal. Semua yang menentukan Allah, yang terpenting merasakan dan menyerap aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang memprihatinkan. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MOJOKERTO

Harga Jual Bawang Petani Anjlok, Ini Kata Sandiaga Uno

Published

on

Cawapres nomor 2 Sandiaga Uno mendapat keluhan dari para petani bawang merah di Desa Sajen, Pacet, Mojokerto.

Jatimraya.com, Mojokerto – Cawapres nomor 2 Sandiaga Uno mendapat keluhan dari para petani bawang merah di Desa Sajen, Pacet, Mojokerto. Salah satunya soal harga bawang merah yang kini anjlok. Sandiaga pun bakal mengadopsi program di DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan tersebut.

Selain menyapa masyarakat, Sandiaga juga sempat berdialog dengan para petani bawang merah di lapangan Desa Sajen. Para petani mengeluhkan harga jual bawang merah yang saat ini terjun di angka Rp 3 ribu/Kg.

“Saya dapat masukan dari petani bawang di sini bahwa ada beberapa kendala. Sekarang harganya jatuh sekali, mencapai Rp 3 ribu per kilo. Biaya produksinya saja sekarang di atas itu, nah ini petani mengeluh,” kata Sandiaga kepada wartawan di lokasi, Minggu (21/10/2018).

Tak hanya persoalan harga jual yang terjun bebas, lanjut Sandiaga, para petani juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit unggul. Menurut dia, para petani bawang membutuhkan pendampingan dari pemerintah agar hasil panen lebih maksimal.

“Prabowo-Sandi mempunyai program untuk memastikan harga bawang tak jatuh. Kami tetapkan sebuah harga yang bisa membuat petani bisa merasakan keuntungannya. Ada batas bawah dan batas atasnya,” ujarnya.

Cawapres pasangan Prabowo Subianto ini menjelaskan, permintaan bawang merah di Indonesia masih tinggi. Khususnya di kota-kota besar, seperti Jakarta. Permintaan produk turunan bawang merah juga masih tinggi.

“Kita dulu di Jakarta punya program food station, yaitu membeli satu tahun di depan. Karena kami sudah tahu kebutuhan di Jakarta atas bawang merah dan bawang putih selama setahun,” terangnya.

Wagub DKI Jakarta non aktif ini menambahkan, kebijakan impor bawang juga bukan solusi yang tepat. Menurut dia, produk bawang impor justru akan membuat jatuh harga bawang lokal.

“Juga mengakibatkan petani tak bisa bersaing,” ungkapnya.

Sandiaga menambahkan, kehadiran pemerintah dinilai penting untuk memastikan hasil panen petani bawang lokal tak kalah kualitasnya dengan bawang impor. Oleh sebab itu, bibit yang unggul, pelatihan dan pendampingan untuk petani dinilai penting.

“Bawang merah yang dihasilkan di Mojokerto, utamanya di Desa Sajen harapannya bisa bersaing. Karena jika tidak, kesejahteraan petani akan turun, di sini tentunya akan menambah kemiskinan baru,” tandasnya.

Usai menampung aspirasi para petani, Sandiaga juga ikut memanen bawang merah di Desa Sajen. Bersama petani, dia turun ke sawah untuk mencoba sendiri memanen bawang merah di kebun. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending