Connect with us

KEDIRI

Tiga Pasangan Calon Ditunggu KPU Lengkapi Berkas untuk Ikut Pilkada

Published

on

Jatimraya.co.id, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Jawa Timur, menunggu kelengkapan berkas dari tiga pasangan calon yang telah mendaftarkan diri untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri 2018.

“Kami sudah sampaikan kaitannya syarat calon. Kami harapkan para calon melakukan perbaikan nanti sampai tanggal 20 Januari 2018,” kata Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik di Kediri, Jumat (19/1/2018).

Ia mengatakan, dari tiga pasangan calon tersebut belum semuanya telah melengkapi berkas. Untuk pasangan petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah masih kurang tanda terima LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara) serta surat izin cuti.

Begitu juga dengan dua pasangan lainnya, yaitu pasangan Aizzudin (Gus Aiz) serta Sujono Teguh Widjaya (Jono), serta mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar – Teguh Juniadi, juga ada beberapa berkas yang belum dilengkapi.

Beberapa berkas itu misalnya surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana, tidak punya tangungan hutang, tidak pailit. Untuk Sudjono juga belum menyerahkan surat pengajuan pengunduran diri dari DPRD Kota Kediri. Sudjono selama ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Kota Kediri.

“Itu nanti kami terima dari KPK (berkas LHKPN yang Barcode). Selama ini yang diterima masih tanda terima bahwa mereka sudah menyampaikan laporan harta kekayaan,” ujarnya.

Gus Rofik, sapaan akrabnya juga mengatakan, KPU juga sudah menerima hasil tes kesehatan oleh tim medis dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Ketiga pasangan calon tersebut telah diperiksa oleh tim medis RS tersebut, BNN, serta tim psikologi dan hasilnya telah lolos tes kesehatan.

Untuk selanjutnya, KPU masih harus menunggu kelengkapan berkas dari tiga pasangan calon itu. Jika hingga batas terakhir 20 Januari 2017, belum semua berkas dilengkapi, KPU bisa menyatakan bahwa mereka tidak memenuhi persyaratan untuk ikut pilkada yang akan berlangsung pada Juni 2018. Pengumuman resmi pasangan calon akan dilakukan pada 12 Februari 2018.

Selain itu, seperti dikutip Antara, Gus Rofik mengatakan KPU Kota Kediri juga menyiapkan untuk proses pencocokan dan penelitian pemilih di Kota Kediri. Selama proses tersebut, akan melibatkan 484 petugas pemutakhiran daftar pemilih (PPDP). (dhs/acs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KEDIRI

KPU : 46 Surat Suara Ditemukan Rusak

Published

on

Komisioner KPU Kota Kediri, Wahyudi di Kediri.

Jatimraya.com, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan sebanyak 46 surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri, ditemukan rusak sehingga tidak dapat digunakan.

“Secara total selama dua hari pelipatan ada 46 surat suara yang rusak. Rata-rata karena sobek dan potongan surat suara yang tidak simetris,” kata Komisioner KPU Kota Kediri Wahyudi di Kediri, Rabu (30/5/2018).

Ia mengatakan, proses pelipatan suara memang sudah berlangsung selama tiga hari sejak Senin (28/5). Namun, untuk surat suara yang rusak baru diketahui selama dua hari yaitu Senin-Selasa (28-29/5). Seluruh surat suara yang rusak itu dikumpulkan menjadi satu.

“Seluruhnya dikumpulkan menjadi satu, nanti dibuatkan berita acara untuk dimintakan ganti ke percetakan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah surat suara untuk Pilkada Kota Kediri sekitar 204 ribu lembar. Dari jumlah tersebut yang sudah dilipat sekitar 90 ribu lembar. Selama proses pelipatan surat suara, KPU juga telah merekrut sebanyak 45 orang.

Ia menambahkan, proses pelipatan surat suara untuk Pilkada Kota Kediri ini diharapkan bisa selesai pada Rabu hari ini. Untuk selanjutnya, proses pelipatan masih dilakukan untuk surat suara Pilkada Jatim.

“Kami harapkan secepatnya selesai untuk pelipatan surat suara Pilkada Kota Kediri. Setelahnya baru dilakukan proses pelipatan surat suara Pilkada Jatim, dan ini dimungkinkan lebih cepat, karena sudah setengah lipatan saat datang,” katanya.

Pihaknya juga memastikan, seluruh warga yang diperbantukan untuk pelipatan surat suara juga amanat. Sebelum masuk ke ruangan untuk pelipatan surat suara, mereka diperiksa guna mencegah dari membawa barang yang bisa merusak surat suara. Selama proses pelipatan mereka juga dijaga oleh petugas dari KPU Kota Kediri.

Selain pelipatan surat suara, KPU Kota Kediri juga telah melakukan simulasi untuk pemberian hak suara. Ada uji coba dimana petugas KPPS menyiapkan proses pemilihan kepala daerah mulai dari TPS, menyiapkan surat suara, pencoblosan hingga penghitungan surat suara.

Wahyudi mengatakan kegiatan simulasi ini penting dilakukan guna memberikan pemahaman pada seluruh PPK dan PPS untuk lebih memahami teknis kegiatan pilkada. Petugas-petugas tersebut nantinya akan memberikan pemahaman pada KPPS yang merupakan petugas di setiap TPS untuk proses pilkada.

“Ini tujuannya dalam rangka memberikan pembekalan pada PPK dan PPS yang akan menyiapkan bimbingan teknis pada KPPS. Kami berikan pemahaman kondisi riil TPS saat pilkada. Jadi, saat ikut bimtek bisa memahami,” kata Wahyudi.

Pilkada Kota Kediri diikuti tiga pasangan calon, yaitu Aizzudin – Sujono Teguh Widjaya, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasangannya Teguh Juniadi. (des)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

KPU Mengadakan Pagelaran Seni Budaya Cegah Golput

Published

on

Komisi Pemilihan Umum mengadakan pagelaran seni budaya sebagai sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Dearah.

Jatimraya.com, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Jawa Timur, mengadakan pagelaran seni budaya sebagai sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada) 2018, demi mencegah terjadinya golput pemilih.

“Kami sosialisasi. Ini anjuran dari KPU Provinsi Jatim yang memerintahkan agar kami sosialisasi dengan menggelar budaya,” kata Ketua KPu Kota Kediri Agus Rofik di Kediri, Senin (14/5/2018) malam.

Kegiatan sosialisasi itu dilakukan dengan mengundang seluruh elemen masyarakat. Hadir juga dari PPK, PPS yang bertugas di seluruh wilayah Kota Kediri. Mereka turut serta acara pagelaran seni yang digelar di halaman KPU Kota Kediri.

Lebih lanjut, ia menambahkan KPU juga berupaya keras untuk menekan angka golput di Kota Kediri. Dari hasil evaluasi beberapa pilkada sebelumnya jumlah angka golput semakin turun. Pada Pilkada 2008, angka golput mencapai 28 persen, dan Pilkada 2013 turun 1 persen menjadi 27 persen.

Gus Rofik, sebutan akrab Agus Rofik berharap dengan kegiatan ini akan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut memberikan hak suaranya di Pilkada 2018. Sebab, dengan memberikan hak suara juga menentukan kepempinan lima tahun ke depan.

“Harapannya pilkada yang akan kami gelar ini lebih diketahui masyarakat dan mereka berkemauan untuk datang ke TPS,” katanya.

Selain pagelaran seni budaya, acara itu juga dikemas dengan istigatsah dengan harapan pelaksanaan Pilkada 2018 bisa berjalan dengan lancar. Acara dipimpin pemuka agama di Kota Kediri, yang kemudian diikuti oleh seluruh warga yang hadir. Sosialisasi tahapan pilkada juga diungkapkan oleh Komisioner KPU Kota Kediri.

Setelah istigatsah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan selawatan bersama. Ada beberapa grup musik religi yang diundang untuk ikut acara tersebut. Selain itu, juga terdapat atraksi tari sufi yang diperagakan di depan panggung.

Pilkada Kota Kediri diikuti tiga pasangan calon, antara lain pasangan Aizzudin – Sujono Teguh Widjaya, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasanganya Teguh Juniadi.

KPU juga sudah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 199.271 pemilih. Aspirasi mereka akan disalurkan di 485 TPS di tiga kecamatan, yaitu Pesantren, Kota, dan Mojoroto. (des)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

LSF: Film Nasional Sudah Mulai Bervariasi

Published

on

Ketua LSF Ahmad Yani Basuki.

Jatimraya.com, Kediri – Lembaga Sensor Film Indonesia mengungkapkan film nasional saat ini sudah mulai bervariasi dengan munculnya beragam film yang mengangkat kearifan lokal di Indonesia.

“Yang membanggakan film Indonesia sudah mulai banyak dan pennton Indonesia mulai meningkat. Film Indonesia beberapa waktu lalu sampai 3 ribu saja susah, sekarang 4 ribu lebih, bahkan Dilan itu 5 juta sekian,” kata Ketua LSF Ahmad Yani Basuki saat di Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/4/2018).

Ahmad yang ditemui dalam acara forum koordinasi di bidang penyensoran di sebuah hotel Kota Blitar mengatakan adanya sudah mulai bervariasinya film nasional atau film yang mengangkat budaya dan kearifan lokal ini terjadi selama dua tahun belakangan.

Ia mencontohkan, film nasional itu misalnya “Yo wis ben” yang digarap Bayu Skak dimana film ini menggunakan dialog bahasa Jawa, lalu film “Uang panai”, film Indonesia yang dibuat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang menceritakan tentang uang belanja untuk pengantin mempelai wanita dan ini tradisi adat suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Film-film tersebut juga membawa kearifan lokal di masing-masing daerah, membawa marwah kebudayaan Indonesia banyak berkembang.

Kendati film itu dibuat dengan kearifan lokal di daerah, Ahmad menyebut masyarakat di daerah lain tentunya juga ingin menonton. Ia mencontohkan film “Yo wis ben” dengan logat kental bahasa Jatim, bukan hanya masyarakat Jatim yang menontonnya, tapi juga di daerah lain tertarik.

Ia juga mengingatkan, dalam melihat film harus dipahami secara utuh dan tidak bisa sepotong-potong. Hal itu untuk memastikan bahwa film itu layak untuk ditonton oleh masyarakat luas ataupun harus ada klasifikasi umur.

“Film itu harus dipahami sebagai karya seni budaya. Bangsa Indonesia punya kearifan lokal untuk melihat film itu. Lebih dari itu, kami putuskan ada klasifikasi, semua umur tidak mungkin. Jadi, di LSF selain sensor juga mengajari ke masyarakat bisa memahami film secara proporsional,” ujar dia.

Ia juga optimistis film Indonesia ke depan akan semakin beragam dan bagus. Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, sehingga ketika mengangakat film Indonesia juga serta merta mendorong lahirnya film yang bermuatan kearifan lokal budaya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat agar ikut berperan aktif untuk melakukan sensor, yaitu dengan sensor mandiri. Hal itu juga berdasarkan aturan bahwa setiap karya seni budaya punya kewajiban untuk sensor film. Setelah diputuskan tanda lulus, produk tersebut bisa disiarkan.

Ahmad menambahkan, film merupakan sebuah karya seni budaya yang berkaidah sinematografi, dipertunjukkan ke publik dan punya nilai strategis bagi kehidupan. Film juga sebagai media sosial yang berfungsi untuk membentuk karakter bangsa, pendidikan dan akhlak mulia.

Untuk itu, pihaknya hadir untuk menjaga serta membentengi dari negatif film dan memajukan film nasional. Sensor dilakukan dengan meneliti judul, tema judul, adegan, ucapan, gambar dan sebagainya termasuk klasifikasi umur.

“Klasifikasi umur yang dilakukan LSF untuk membantu masyarakat memilah, agar masyarakat pilih sesuai dengan klasifikasi usia. Jika untuk anak usia meniru dampaknya luar biasa, bisa berpengaruh pada perkembangannya,” kata dia.

Sementara itu, pada 2017 terdapat sekitar 46 ribu berkas yang masuk dengan bermacam-macam kontennya, misalnya film, sinetron, karya sinematografi dalam bentuk lain misalnya “Talk show”, hingga penyewaan dan penjualan “Compact disc”. Diharapkan, ke depan bisa lebih baik lagi.

Acara tersebut dihadiri berbagai pejabat dan tamu undangan lainnya dari berbagai instansi di Kota Blitar. Rencananya, setelah dari Blitar, kegiatan serupa akan diselenggarakan di beberapa daerah lainnya. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending