Connect with us

MALANG

Program CSR Bentoel Dinilai Belum Tepat

Published

on

Wakil Ketua Komisi IX Ermalena.

Jatimraya.com, Malang – Anggota Komisi IX DPR RI Nursuhud menilai PT. Bentoel Internasional Investama Tbk belum menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara tepat dan baik sesuai Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas.

“Program sosial itu bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada pemerintah daerah membuat ruang terbuka hijau dan dan memberikan bantuan pengadaan air bersih di sekitar lingkungan pabriknya sebagaimana tadi disampaikan Bentoel,” kata Nursuhud usai Tim Komisi IX DPR dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Ermalena meninjau pabrik Bentoel di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Yang dimaksud Program CSR sebagaimana UU Perseroan Terbatas, menurut politisi PDI Perjuangan ini, adalah bagaimana perusahaan besar seperti PT. Bentoel ini melakukan penguatan terhadap kelompok-kelompok tani yang menjadi penyokong usahanya, seperti petani tembakau.

“Bagaimana dia (perusahaan.red) memiliki koperasi yang kuat dan bagaimana juga membantu pemasaran bagi produk dari industri-industri kecil tersebut, serta melakukan pendampingan bagi peningkatan produk industri-industri kecil tersebut,” paparnya.

Sehingga, lanjutnya, terjadi penguatan ekonomi yang layak bagi industri-industri kecil tersebut. “Masih banyak perusahaan yang cara memahami kewajiban sosial perusahaan itu sekedar formalitas saja dan memiliki kecenderungan sekedar mendekati pemerintah daerah saja, bukan langsung kepada kelompok-kelompok petani atau masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya,” jelas Nursuhud lagi.

Diketahui, Pasal 1 Nomor 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyatakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) adalah sebagai komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MALANG

BPBD Sebut Kota Malang Dilanda 197 Kejadian Bencana

Published

on

Jumlah bencana di Kota Malang Jawa Timur mengalami peningkatan 197 kejadian pada 2018.

Jatimraya.com, Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah bencana di Kota Malang Jawa Timur mengalami peningkatan, yakni dari 108 kejadian pada 2016 meningkat jadi 192 kejadian (2017) lalu naik lagi jadi 197 kejadian pada 2018.

“Angka pada 2018 tersebut tercatat mulai 1 Januari hingga 4 Desember 2018. Diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun, terlebih memasuki musim hujan,” kata Sekretaris BPBD Kota Malang Tri Oki Rudianto Prasetijo, di Malang, Senin (10/12/2018).

Lima kecamatan yang ada di Kota Malang dan paling sering terkena bencana adalah Kecamatan Kedungkandang dengan 49 kejadian bencana, Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru dengan masing-masing 39 kejadian, Kecamatan Sukun 33 kejadian, dan Kecamatan Klojen 31 kejadian.

BPBD, ujarnya, hingga saat ini masih mencari seorang anak bernama Dimas Oki Saputra yang hanyut di Sungai Amprong, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang Jawa Timur akibat hujan deras yang mengguyur daerah ini yang juga mengakibatkan banjir di beberapa titik pada Senin (10/12).

Ia mengatakan, korban hanyut Dimas, adalah siswa kelas V SD Madyopuro, yang merupakan warga Jalan Ki Ageng Gribik, Gang Mired RT 02, RW 04, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang.

“Kami saat ini berkoordinasi untuk pembentukan posko pencarian korban,” katanya.

Berdasarkan pantauan Antara, hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama kurang lebih satu jam mengakibatkan beberapa titik mengalami banjir.

Karena besarnya curah hujan tersebut, mengakibatkan arus air cukup kuat, bahkan di jalan protokol seperti di Jalan Borobudur, Kelurahan Blimbing, Kota Malang.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Kota Malang, akibat hujan deras pada Senin (10/12) siang tersebut, menyebabkan dua pohon tumbang, lima titik banjir, tanah amblas di satu titik, dan satu anak hanyut di Sungai Amprong.

Hingga saat ini, total kerusakan dan kerugian masih dalam tahap penilaian.

Beberapa dampak lain akibat banjir di Kota Malang tersebut, dilaporkan ada dua kendaraan roda empat yang terseret banjir di Jalan Glintung, Kota Malang, akibat air sungai yang meluap dan menyebabkan tanah di sekitarnya ambrol.

Selain itu, dalam video amatir yang beredar di masyarakat, seorang perempuan yang mengendarai motor terseret banjir di Jalan Letjen S. Parman, Kota Malang. Banjir juga merusak bagian depan rumah makan Ringin Asri di Kawasan Soekarno Hatta, Kota Malang. (vic)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Banjir Kota Malang Akibat Dam Air UMM Terbuka

Published

on

Banjir yang melanda Kota Malang, Senin (10/12/2018) sebagai akibat tidak ditutupnya dam air di kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Jatimraya.com, Malang – Banjir yang melanda Kota Malang, Senin (10/12/2018) sebagai akibat tidak ditutupnya dam air di kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sehingga debit air sungai tidak mampu menampung, bahkan menggelontor ke bawah, kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji di Malang, Senin mengemukakan setelah dilakukan pemetaan dan pendataan penyebab banjir di sebagian wilayah Kota Malang, ternyata karena Dam UMM tidak ditutup dan air meluap, ditambah hujan yang sangat deras.

“Selain Dam UMM terbuka, berbagai jenis sampah yang dibuang ke sungai menyebabkan saluran air tersumbat. Dan, jumlah sampah yang dibuang ke sungai itu jumlahnya tidak main-main. Saya sudah perintahkan agar dinas terkait segera menanganinya dan masyarakat juga tidak membuang sampah di sungai,” ucap Sutiaji.

Pada kesempatan itu Sutiaji atas nama pemerintah daerah juga meminta maaf kepada warga Kota Malang dan seluruh warga terdampak.

“Saya juga sudah instruksikan agar seluruh dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya,” kata Sutiaji.

Menurut dia, cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, dan tidak hanya melanda Kota Malang, tetapi juga beberapa daerah lain di Tanah Air.

Sementara itu, Plt Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan personel BPBD sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan terkait dengan bencana yang terjadi.

Selanjutnya kegiatan yang dilakukan adalah mengevakuasi korban terdampak dan pemberian bantuan darurat yang diperlukan serta melakukan penyedotan daerah-daerah yang tergenang.

Namun, karena keterbatasan personel dan sarana prasarana, maka dilakukan secara maksimal sebatas kemampuan. “Sementara ini 90 persen personel dibantu relawan fokus di gribig gang 1 terkait anak hanyut dan lainnya di titik-titik banjir,” kata Handi.

Hujan lebat mengguyur pada Senin sore (10/12) menyebabkan beberapa titik wilayah di Kota Malang tergenang air dengan cukup parah. Di antaranya di kawasan Sukarno Hatta, Jalan Gajayana, Bantaran, serta kejadian pohon tumbang di Arjosari dan Merjosari, longsor yang membuat dua kendaraan ambles ke tanah di Bukirsari dan kawasan Telagawangi, serta restoran Ringin Asri. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Sandiaga Janjkan “One Kyai For One Center Enterpreneurship”

Published

on

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno pada acara "Curhat Kyai Kampoeng dengan Bang Sandi" di Malang, Jatim, Kamis (06/12/2018).

Jatimraya.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno  berjanji akan membentuk “One Kyai for One Center Enterpreneurship”, yakni di mana satu kyai dengan satu pusat pelatihan  wirausaha.

“Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih,” kata Sandiaga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA : Habib Ali Doakan Prabowo Saat Haul Habib Kwitang

Hal tersebut dikatakan Sandiaga saat acara bertajuk “Curhat Kyai Kampung Kepada Bang Sandi” di Hotel Syariah Radho, Jalan Simpang Kawi, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (6/12/2018).

Sandiaga mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki,  terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. 

“Insya Allah saya tampung aspirasinya. Kami akan menyejahterakan guru ngaji dan kyai,” kata pasangan capres Prabowo Subianto itu.

Para kyai dan ustadzah  yang datang dari berbagai pelosok desa di Malang itu, punya keluhan yang sama, yakni peningkatan kesejahteraan dan ekonomi yang makin jauh panggang dari api.

Seorang perempuan guru ngaji asal Bareng, Kota Malang, Sri Handayani menyampaikan curatan hatinya, yakni harga-harga kebutuhan pokok yang naik tidak seimbang dengan penghasilan yang mereka dapatkan.  

“Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu, namun dana itu dihentikan  bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Sri.

Akhirnya dia hanya mendapatkan uang operasional Rp8.000 per hari, dan kalau sebulanbila  ditotal hanya Rp224 ribu.

Sementara  Habib Salim Assegaf mengaku biaya listrik yang tinggi  juga membebani kehidupan para kyai kampung. 

“Bayangkan pak, kami nggak punya televisi juga nggak punya mesin cuci, tapi satu  bulan bisa lebih dari Rp300 ribu, tiap kali meteran listrik berbunyi deg-degan rasanya,” kata Salim. 

 Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan rasa prihatin dengan curhat  Srihandayani. Dia juga menjawab keluhan Habib Salim Assegaf. 
  
“Masalah energi ini juga harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kita pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan,” kata Sandiaga.

Sandiaga Uno menegaskan jika dirinya mendapatkan amanah melayani masyarakat  Indonesia, bukan hanya ingin menciptakan  swasemba pangan, air, tapi juga swasembada energi dan akan dimulai dari desa. 

Selanjutnya, mantan pengusaha ini juga menyatakan, bersama Prabowo Subianto akan menggerakkan ekonomi rakyat, melalui kebijakan ekonomi yang menciptakan  dan menyediakan lapangan kerja serta membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok terjangkau dan stabil.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon yakni nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. (sus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending