Connect with us

MADIUN

Harga Cabai Rawit di Madiun Meroket Hingga Rp70.000 per Kilogram

Published

on

Jatimraya.com, Madiun – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, terus merangkak naik hingga mendekati angka Rp70.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit terus naik. Kenaikannya cepat sekali. Sekarang sudah mencapai Rp69.000 per kilogram, bahkan ada yang menjual Rp70.000 per kilogram,” ujar Lestari, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Besar Madiun, Jumat (9/3/2018).

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit yang signifikan tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan komoditas itu dari sentra produksi. Kenaikan terjadi sejak bulan Januari seiring tingginya curah hujan saat musim hujan berlangsung.

Hujan yang masih sering terjadi membuat tanaman cabai di sentra produksi seperti Kediri banyak yang rusak, sedangkan kebutuhan konsumendi pasaran tetap tinggi.

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai terjadi bertahap. Mulai pada kisaran antara Rp29.000 hingga Rp32.000 per kilogram pada bulan Januari 2018. Kemudian naik menjadi Rp35.000 per kilogram hingga Rp45.000 per kilogram.

Kemudian akhir Februari 2018 harga cabai rawit mencapai Rp50.000 per kilogram. Terus naik hingga kisaran Rp60.000 hingga Rp63.000 per kilogram pada awal Maret dan sekarang Rp69.000 per kilogram.

Kondisi yang sama terjadi untuk cabai merah besar dan cabai keriting yang naik dari sebelumya Rp32.000 per kilogram menjadi Rp34.000/kg hingga Rp35.500 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengatakan harga cabai cenderung naik karena faktor cuaca yang memasuki musim hujan, sehingga banyak petani cabai terkendala dengan tingginya curah hujan.

“Selain itu, permintaan cenderung tinggi sehingga terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan,” kata Gaguk.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan. Meski terjadi kenaikan harga, ia menjamin stok di pasaran masih mencukupi kebutuhan konsumen.

Sementara harga bahan pokok di Kota Madiun secara umum stabil, bahkan harga beras sudah turun karena petani mulai memasuki masa panen.

Pantauan di Pasar Besar, Pasar Sleko, dan Pasar Sri Jaya Kota Madiun harga beras jenis IR 64 turun dari Rp11.500 menjadi Rp10.500 per kilogram. Demikian juga beras bengawan dan mentik turun dari Rp12.000/kg menjadi Rp11.500 per kilogram.

Harga gula pasir Rp11.000 per kilogram, minyak goreng curah stabil Rp11.000 per kilogram, daging sapi Rp110.000 per kilogram, daging ayam potong Rp30.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp20.500 per kilogram. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MADIUN

Kejari Madiun Evaluasi Penyelidikan Dana Hibah Politeknik

Published

on

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun, I Ketut Suarbawa.

Jatimraya.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun melakukan evaluasi atau ekspose atas hasil penyelidikan dugaan penyelewengan dana hibah tahun 2014-2015 di Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang tidak sesuai peruntukannya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun I Ketut Suarbawa kepada wartawan di Madiun, Senin (17/9/2018), mengatakan pihaknya menemukan adanya dugaan penyelewengan dana tersebut. Namun, penyelewengan itu masih perlu pendalaman lagi.

“Hasil penelitian dari keterangan dan data dokumen, kami melihat ada perbuatan melawan hukum atas kasus tersebut,” ujar Suarbawa.

Menurut dia, meski menyatakan adanya temuan penyimpangan, namun pihaknya belum dapat menyimpulkan dugaan penyelewengan dana tersebut. Untuk menyimpulkannya, pihaknya juga masih membutuhkan analisis yang lebih mendalam.

Analisis tersebut, menurutnya lagi, dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak tindak pidana dalam pengelolaan dana hibah yang bersumber dari APBD Kota Madiun itu.

“Dalam penetapan tindak pidana korupsi, harus memenuhi unsur yang lengkap, di antaranya unsur perbuatan melawan hukum dengan modus menguntungkan orang lain atau merugikan negara,” kata dia lagi.

Ia menargetkan segera menuntaskan hasil penyelidikan kasus tersebut.

Sejauh ini, terdapat 17 orang saksi telah diperiksa untuk diambil keterangannya. Belasan saksi tersebut ada yang dari internal poltek maupun sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Madiun.

Seperti diketahui, PNM mendapat kucuran dana hibah dari Pemkot Madiun tahun 2014 dan 2015 masing-masing sebesar Rp2,3 miliar. Dana tersebut diberikan saat masa transisi PNM menjadi negeri.

Namun, pada tahun 2016, pemkot menghentikan pemberian dana hibah karena pengelolaan dana hibah PNM pada tahun 2014 dan 2015 dinilai tidak tertib administrasi.

Selain tak tertib, pengelolaannya juga menjadi temuan BPK karena terdapat dana ratusan juta rupiah yang tidak sesuai peruntukannya hingga akhirnya ditangani oleh kejaksaan setempat. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Tersangka Korupsi Pengelolaan Sampah Penuhi Panggilan Jaksa

Published

on

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto.

Jatimraya.com, Madiun – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto, yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran pengelolaan sampah tahun 2017 memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun setelah beberapa kali mangkir.

Yang bersangkutan datang ke kantor Kejari Mejayan Kabupaten Madiun pada Kamis (6/9/2018) dengan didampingi dua orang kuasa hukumnya. Namun, Bambang enggan berkomentar kepada wartawan perihal jadwal pemeriksaannya tersebut.

Bambang tercatat dua kali mangkir dari panggilan tim penyidik Kejari setempat atas kasus dana pengelolaan sampah yang bernilai miliaran rupiah karena alasan sakit.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi anggaran pengelolaan sampah tahun 2017 senilai miliaran rupiah tersebut.

Kedua tersangka adalah Kepala DLH Kabupaten Madiun Bambang Brasianto serta Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Domestik DLH Kabupaten Madiun Priyono Susilohadi.

Sesuai data, kejaksaan setempat telah melakukan panggilan pertama untuk penyidikan pada Kamis (16/8/2018). Dalam pemanggilan pertama tersebut hanya Priyono Susilohadi yang hadir. Sementara, Bambang Brasianto mangkir dengan alasan tidak jelas.

Bambang Brasianto kembali mangkir tidak memenuhi panggilan jaksa, pada panggilan kedua tanggal 23 Agustus. Hingga akhirnya memenuhi panggilan pada tanggal 6 September.

Adapun, penetapan Bambang Brasianto bersama Priyono telah sebagai tersangka oleh Kejari karena tim penyidik menemukan adanya kejanggalan dalam paket kegiatan di kantor Dinas Lingkungan Hidup setempat tahun 2017.

Di antaranya adanya proyek yang tidak dikerjakan sesuai perencanaan. Selain itu, yang seharusnya melalui proses lelang namun pada praktiknya tidak lelang.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan setempat masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, guna mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus dugaan korupsi tersebut.

Sesuai penghitungan yang dilakukan oleh tim penyidik kejaksaan, kerugian negara yang timbul mencapai Rp400 juta lebih. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Kejari Madiun Tetapkan Tersangka Korupsi Pengelolaan Sampah

Published

on

Kepala Kejari Kabupaten Madiun, Sugeng Sumarno.

Jatimraya.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi anggaran pengelolaan sampah tahun 2017 bernilai miliaran rupiah.

Kepala Kejari Kabupaten Madiun Sugeng Sumarno, di Madiun, Kamis (19/7/2018), mengatakan kedua tersangka tersebut merupakan pejabat penting di lingkup Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Madiun.

“Kami sudah menetapkan dua tersangka dari kasus penyelewengan pengelolaan sampah tersebut. Keduanya semua pejabat pada Dinas Lingkungan Hidup pemda setempat,” ujar Sugeng Sumarno kepada wartawan.

Menurut dia, penetapan tersangka tersebut digelar setelah timnya melakukan pemeriksaan intensif terhadap 20 orang saksi.

Adapun, kedua tersangka tersebut adalah berinisial BB dan PS. Penetapan tersangka tersebut juga menyusul naik status kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Madiun Bayu Novrian Dinata mengatakan, dari hasil penyelidikan, tim penyidik menemukan adanya kejanggalan dalam paket kegiatan di kantor Dinas Lingkungan Hidup setempat di tahun 2017, di antaranya adanya proyek yang tidak dikerjakan sesuai perencanaan.

“Seperti beberapa paket pekerjaan, seharusnya melalui proses lelang namun pada praktiknya tidak melalui lelang,” kata Bayu Novrian Dinata.

Ia menambahkan, terkait kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hanya saja, kepastian jumlah kerugian negara, tim penyidik akan meminta bantuan BPKP Jatim untuk menghitungnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun kejaksaan belum melakuan penahanan kepada keduanya. Kasus tersebut masih didalami lebih lanjut. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending