Connect with us

TUBAN

Pagi Ini, Jokowi akan Serahkan 13 SK Perhutanan Sosial di Tuban

Published

on

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Ponpes Langitan, di Dusun Mandungan, Jatim.

Jatimraya.com, Tuban – Mengawali hari kedua kunjungannya ke daerah Jawa Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kawasan perhutanan sosial di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Jumat (9/3/2018) pagi.

Rencananya Presiden Jokowi akan melihat perkembangan yang dilakukan petani di kawasan ini, dan ikut serta  melakukan panen raya jagung di areal Perhutanan Sosial sekaligus memberikan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada warga di Blitar, Bojonegoro dan Malang.

Pelaksanaan program perhutanan sosial ini bertujuan untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat tepian hutan. Presiden Jokowi rencananya akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial sebanyak 13 SK untuk tiga Kabupaten yakni Bojonegoro, Blitar, dan Malang seluas 8.975,8 Hektare (Ha) bagi 9.143 KK.

Realisasi Perhutanan Sosial di Indonesia saat ini telah mencapai areal seluas 1.4juta Ha dan masih dalam proses penyelesaian untuk  di Pulau Jawa dalam penyiapan kerja seluas 25.229,5 Ha yang tersebar pada 46 titik di 16 kabupaten. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TUBAN

Tekad Mufidah Kalla Meninggikan Tenun Gedog Tuban

Published

on

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj. Mufidah Jusuf Kalla.

Jatimraya.com, Tuban – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla menginginkan kerajinan batik dan tenun gedog di Tuban, Jawa Timur, dikembangkan karena memiliki berbagai keunggulan yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Dekranas memandang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Tenun Gedog Tuban, mengingat keunggulan-keunggulannya dalam penggunaan bahan baku lokal seperti kapas, bahan pewarna alam, dan kekhasan motifnya,” kata Mufidah dalam kunjungan kerja ke Tuban, Kamis.

Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla itu menyayangkan pemanfaatan produk tenun gedog Tuban yang sebagian besar masih terbatas pada bahan dekorasi interior. Oleh karena itu pembinaan teknis telah dilakukan Dekranas untuk meningkatkan dan memperluas penggunaannya sehingga menjadi produk fesyen.

“Kali ini akan dilaksanakan beberapa pelatihan khusus tentang manajemen termasuk permodalan dan pemasaran,” kata dia seraya menegaskan pembinaan akan terus dilakukan agar tenun gedog Tuban semakin baik dan berdaya saing tinggi.

Menurut dia, Dekranas akan selalu bersinergi dengan instansi mitra dan Dekranas Daerah setempat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Harapan saya semoga Dekranas dan Dekranasda semakin berperan untuk kemajuan bangsa melalui pengembangan dan pembinaan produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat yang membanggakan,” katanya.

Mufidah juga mengatakan industri kerajinan atau kriya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat dan sangat bervariasi dari skala mikro sampai skala menengah.

Menurut dia, produk kerajinan secara historis sangat lekat dengan keseharian kehidupan rakyat Indonesia. Oleh sebab itu produk kerajinan bisa menjadi andalan mata pencaharian terutama dengan pemanfaatan bahan baku lokal.

dia meresmikan Sinergi Program Kegiatan antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas dan Tim Penggerak PKK yang terdiri dari berbagai kegiatan di antaranya sosialisasi KUR, konsultasi dan pemberkasan hak cipta, pelatihan kewirausahaan, pelatihan koperasi, pelatihan SDM KUKM ekspor, pelatihan vocational teknis, dan temu mitra produk unggulan daerah. (han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TUBAN

Jokowi Ajak Santri Ponpes Langitan Jaga Persatuan dan Kerukunan

Published

on

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Ponpes Langitan, di Dusun Mandungan, Jatim.

Jatimraya.com, Tuban – Usai melakukan kunjungan kerja ke Gresik dan Lamongan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan menuju ke Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018) sore.

Di tengah guyuran hujan, Presiden Jokowi beserta rombongan yang tiba saat Magrib disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Langitan KH Ubaidillah Faqih beserta beberapa pengurus pondok pesantren. 

Pondok Pesantren Langitan berdiri sejak tahun 1852,  itu sebabnya menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Nama Langitan merupakan perubahan dari kata Plangitan, kombinasi dari kata plang (bahasa Jawa) berarti papan nama dan wetan (bahasa Jawa) yang berarti timur.

Jaga Persatuan

Dalam silaturahmi yang dihadiri oleh ribuan santri Ponpes Langitan, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia ini adalah negara besar, negara muslim, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki santri terbanyak di dunia dan tidak ada negara lain yang memiliki hari santri, Indonesia punya hari santri.

“Alhamdulilah, ini patut kita syukuri,” ujar Presiden.

Kepala Negara menjelaskan, Indonesia memiliki 268 juta penduduk, 85% di antaranya muslim. Namun demikian, lanjut Presiden, Indonesia ini negara majemuk, sukunya saja ada 714 suku di Indonesia. Kepala Negara menambahkan bahwa Indonesia beda dengan Singapura yang memiliki 4 suku, atau Afghanistan yang memiliki 7 suku.

“Sukunya berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Mianggas sampai Pulau Rote, bahasa daerahnya juga berbeda-beda, agamanya juga berbeda-beda,” sambung Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengajak para santri untuk menjaga persatuan, kesatuan, kerukunan, persaudaraan, ukhuwah Islamiah, menjaga ukhuwah watoniah, dan yang terpenting ukhuwah basoriah.

“Jangan lupa semua perbedaan-perbedaan itu merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia,” tegas Kepala Negara. (nwi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending