Connect with us

SURABAYA

Rismaharini Ajak Wali Kota Liverpool Berburu Foto

Published

on

Rismaharini Ajak Wali Kota Liverpool Berburu Foto.

Jatimraya.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak Wali Kota Liverpool, Inggris, Joe Anderson berburu foto saat kunjungan bersama wakilnya Gary Millar beserta rombongannya ke Kota Surabaya, Jawa Timur pada 18-22 Maret 2018.

Wali Kota Tri Rismaharini di Surabaya, Selasa (13/3/2018), membenarkan bahwa salah satu agenda yang akan dilakukan oleh Wali Kota Liverpool selama berada di Surabaya adalah berburu foto bersama para komunitas fotografi di Kota Pahlawan ini.

“Wali Kota Liverpool itu kan hobinya fotografi, jadi nanti saya akan kumpulkan komunitas fotografi untuk mengambil foto-foto di Surabaya bersama dengan Wali Kota Liverpool,” kata Risma.

Menurut dia, persiapan berburu foto itu saat ini terus dimatangkan oleh Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya.

Selain itu, lanjut Risma, rombongan tersebut juga akan diajak ke lapangan Tambaksari untuk melihat langsung anak muda Surabaya yang sedang bermain sepak bola.

Dalam kunjungan itu, turut hadir Football Technical Director of The International Desk Tranmere Rovers FC yang merupakan club tua dibanding Liverpool FC. Tranmere Rovers FC ini usianya sekitar 300 tahun, lebih tua daripada Liverpool FC.

“Ia datang ke sini dan akan saya bawa ke Tambaksari untuk melihat anak-anak kecil main sepak bola. Nanti Insya Allah akan kita gelar kompetisi U-11 atau U-14, dan akan kami pilih 10 anak terbaik untuk kita kirim ke sana,” katanya.

Kepala Sub Bagian Kerja Sama Luar Negeri Pemkot Surabaya Yanuar Hermawan mengatakan selama di Surabaya, rombongan dari Liverpool akan mengikuti sejumlah acara yang telah dipersiapkan, seperti berkunjung ke Siola meninjau langsung CC room 112, UKM, Museum Surabaya dan Koridor.

Selain itu, lanjut dia, rombongan ini pun akan berkunjung ke Taman Baca, mengunjungi sekolah inklusi dan lingkungan pondok sosial (Liponsos) di Keputih Surabaya.

“Mereka juga akan melakukan penandatanganan MoU Sister City untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang yang telah terjalin sejak beberapa tahun silam,” katanya. (hak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Polda Jawa Timur Tangkap Pelaku Penyebar Video Porno

Published

on

Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Jatimraya.com, Surabaya – Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara, di Surabaya, Kamis (6/12/2018) mengatakan, tersangka MYA ditangkap karena mengancam menyebarkan video bugil enam wanita yang merupakan mantan pacarnya.

MYA melaksanakan kegiatan tindak pidana UU ITE dari 2013-2018. “Kami mengetahuinya saat melakukan patroli siber di bulan Oktober. Kami masuk di situs www.xvideos.com, kami menemukan enam video itu dan mendapati yang bersangkutan sedang mengunggah,” kata dia.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah membuat wanita tertarik dengan menjadikan pacar. Setelah berpacaran, pelaku melakukan video call dan meminta korban untuk bugil lalu merekamnya.

Setelah itu, tersangka yang merupakan mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu mengumpulkan bahan dan membagikan lagi kepada wanita itu. Kali ini MYA ini meminta korban untuk mengubah gaya.

“Saat korban sudah merasa capek atas perbuatan pelaku dan tidak mau menuruti dengan melakukan gaya lain, tersangka mengirimkan ancaman akan menyebarkan video itu di media sosial WhatsApp, Line, Instagram, dan situs porno lain,” kata Asmara.

Polisi masih mengembangkan apakah MYA juga memeras wanita-wanita itu, dan polisi akan memeriksa kondisi psikologi tersangka.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu laptop, tiga telepon genggam, dan satu buah hardisk eksternal ukuran satu TB milik tersangka. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Polda Jawa Timur Tangkap Pelaku Penyebar Video Porno

Published

on

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur AKBP, Arman Asmara.

Jatimraya.com, Surabaya – Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara, di Surabaya, Kamis (6/12/2018) mengatakan, tersangka MYA ditangkap karena mengancam menyebarkan video bugil enam wanita yang merupakan mantan pacarnya.

MYA melaksanakan kegiatan tindak pidana UU ITE dari 2013-2018. “Kami mengetahuinya saat melakukan patroli siber di bulan Oktober. Kami masuk di situs www.xvideos.com, kami menemukan enam video itu dan mendapati yang bersangkutan sedang mengunggah,” kata dia.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah membuat wanita tertarik dengan menjadikan pacar. Setelah berpacaran, pelaku melakukan video call dan meminta korban untuk bugil lalu merekamnya.

Setelah itu, tersangka yang merupakan mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu mengumpulkan bahan dan membagikan lagi kepada wanita itu. Kali ini MYA ini meminta korban untuk mengubah gaya.

“Saat korban sudah merasa capek atas perbuatan pelaku dan tidak mau menuruti dengan melakukan gaya lain, tersangka mengirimkan ancaman akan menyebarkan video itu di media sosial WhatsApp, Line, Instagram, dan situs porno lain,” kata Asmara.

Polisi masih mengembangkan apakah MYA juga memeras wanita-wanita itu, dan polisi akan memeriksa kondisi psikologi tersangka.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu laptop, tiga telepon genggam, dan satu buah hardisk eksternal ukuran satu TB milik tersangka. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Sejumlah Artis Diduga Jadi “Endorse” Kosmetik Ilegal

Published

on

Jajaran Polda Jatim saat ungkap kasus Produk Kosmetik ilegal tersebut.

Jatimraya.com, Surabaya – Sejumlah artis diduga menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal beromzet Rp300 juta per bulan.

Kasus ini diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa mengatakan, setidaknya ada enam artis, yakni VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal itu.

“Sebagian dari artis yang menjadi ‘endorse’ ini adalah artis dangdut. Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka ‘endorse’ itu ilegal,” ungkap Yusep.

Dalam kasus ini, Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL. Tersangka KIL memproduksi kosmetik dengan merek “DSC” (Derma Skin Care) Beauty. Kosmetik tersebut diproduksi di rumahnya di Kediri dengan merek yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tersangka menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal pada produk kosmetik ilegal yang sudah dijalankan selama dua tahun itu. Merek terkenal itu, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Sementara untuk memasarkan produk tersebut, tersangka mempromosikan melalui media sosial.

“Artis-artis yang menjadi ‘endorse’, meunggah produk ini (DSC Beauty) di instagram,” tutur Yusep.

Tersangka KIL menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (dra/wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending