Connect with us

SURABAYA

Wali Kota Liverpool Kunjungi Surubaya 18-22 Maret

Published

on

Wali Kota Liverpool, Inggris, Joe Anderson.

Jatimraya.com, Surabaya – Wali Kota Liverpool, Inggris, Joe Anderson dan Wakilnya Gary Millar akan bertandang ke Kota Surabaya pada 18-22 Maret 2018 untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk di bidang kesenian, kesehatan, pendidikan, hingga olahraga.

Kepala Sub Bagian Kerja Sama Luar Negeri Pemkot Surabaya Yanuar Hermawan, di Surabaya, Selasa, mengatakan selama di Kota Surabaya, rombongan dari Liverpool ini akan mengikuti sejumlah acara yang telah dipersiapkan, seperti berkunjung ke Siola meninjau langsung CC room 112, UKM, Museum Surabaya dan Koridor.

“Mereka juga akan melakukan penandatanganan MoU Sister City untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin sejak beberapa tahun silam,” katanya.

Selain itu, kata dia, rombongan ini pun akan berkunjung ke Taman Baca, mengunjungi sekolah inklusi dan lingkungan pondok sosial (liponsos) di Keputih Surabaya.

Menurut dia, kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan Liverpool sudah mulai terbangun sejak Pemkot Surabaya mendapatkan undangan menghadiri International Business Festival (IBF) di Kota Liverpool pada 2014.

“Saat itu, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta juga mengusulkan kepada Pemkot Surabaya untuk menjajaki kerja sama dengan Kota Liverpool ketika menghadiri IBF 2014,” katanya.

Pada 2016, lanjut dia, Risma mengirimkan surat kepada Duta Besar Inggris di Jakarta terkait rencana pengiriman delegasi ke Kota Liverpool. Duta Besar Inggris pun menyambut baik rencana tersebut dan siap membantu memfasilitasi kerja sama kedua kota tersebut, salah satunya dengan melakukan diskusi secara langsung dengan Lord Mayor Liverpool, Roz Gladden.

“Saat itu, disetujui adanya kerja sama antara Kota Surabaya dengan Liverpool,” ujarnya.

Pada April 2017, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan DPRD Surabaya melakukan kunjungan ke Kota Liverpool. Disusul pada Mei 2017, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkunjung ke Liverpool untuk melakukan penandatanganan Letter of Intent kerjasama Surabaya-Liverpool.

“Akhirnya, pada 18-22 Maret 2018, Wali Kota Liverpool akan berkunjung ke Surabaya untuk melakukan penandatanganan MoU dan pembahasan rencana implementasi bidang-bidang kerja sama itu,” katanya.

Adapun bidang-bidang kerjasama Sister City Surabaya Liverpool yang tertuang dalam naskah MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya adalah pengembangan ekonomi kreatif, manajemen Pelabuhan, pengembangan kota pintar, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. (hak)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Polda Jawa Timur Tangkap Pelaku Penyebar Video Porno

Published

on

Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Jatimraya.com, Surabaya – Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara, di Surabaya, Kamis (6/12/2018) mengatakan, tersangka MYA ditangkap karena mengancam menyebarkan video bugil enam wanita yang merupakan mantan pacarnya.

MYA melaksanakan kegiatan tindak pidana UU ITE dari 2013-2018. “Kami mengetahuinya saat melakukan patroli siber di bulan Oktober. Kami masuk di situs www.xvideos.com, kami menemukan enam video itu dan mendapati yang bersangkutan sedang mengunggah,” kata dia.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah membuat wanita tertarik dengan menjadikan pacar. Setelah berpacaran, pelaku melakukan video call dan meminta korban untuk bugil lalu merekamnya.

Setelah itu, tersangka yang merupakan mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu mengumpulkan bahan dan membagikan lagi kepada wanita itu. Kali ini MYA ini meminta korban untuk mengubah gaya.

“Saat korban sudah merasa capek atas perbuatan pelaku dan tidak mau menuruti dengan melakukan gaya lain, tersangka mengirimkan ancaman akan menyebarkan video itu di media sosial WhatsApp, Line, Instagram, dan situs porno lain,” kata Asmara.

Polisi masih mengembangkan apakah MYA juga memeras wanita-wanita itu, dan polisi akan memeriksa kondisi psikologi tersangka.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu laptop, tiga telepon genggam, dan satu buah hardisk eksternal ukuran satu TB milik tersangka. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Polda Jawa Timur Tangkap Pelaku Penyebar Video Porno

Published

on

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur AKBP, Arman Asmara.

Jatimraya.com, Surabaya – Polda Jawa Timur menangkap MYA (23), warga Gresik yang merupakan penyebar video porno enam wanita di situs dewasa.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara, di Surabaya, Kamis (6/12/2018) mengatakan, tersangka MYA ditangkap karena mengancam menyebarkan video bugil enam wanita yang merupakan mantan pacarnya.

MYA melaksanakan kegiatan tindak pidana UU ITE dari 2013-2018. “Kami mengetahuinya saat melakukan patroli siber di bulan Oktober. Kami masuk di situs www.xvideos.com, kami menemukan enam video itu dan mendapati yang bersangkutan sedang mengunggah,” kata dia.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah membuat wanita tertarik dengan menjadikan pacar. Setelah berpacaran, pelaku melakukan video call dan meminta korban untuk bugil lalu merekamnya.

Setelah itu, tersangka yang merupakan mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu mengumpulkan bahan dan membagikan lagi kepada wanita itu. Kali ini MYA ini meminta korban untuk mengubah gaya.

“Saat korban sudah merasa capek atas perbuatan pelaku dan tidak mau menuruti dengan melakukan gaya lain, tersangka mengirimkan ancaman akan menyebarkan video itu di media sosial WhatsApp, Line, Instagram, dan situs porno lain,” kata Asmara.

Polisi masih mengembangkan apakah MYA juga memeras wanita-wanita itu, dan polisi akan memeriksa kondisi psikologi tersangka.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu laptop, tiga telepon genggam, dan satu buah hardisk eksternal ukuran satu TB milik tersangka. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Sejumlah Artis Diduga Jadi “Endorse” Kosmetik Ilegal

Published

on

Jajaran Polda Jatim saat ungkap kasus Produk Kosmetik ilegal tersebut.

Jatimraya.com, Surabaya – Sejumlah artis diduga menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal beromzet Rp300 juta per bulan.

Kasus ini diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa mengatakan, setidaknya ada enam artis, yakni VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal itu.

“Sebagian dari artis yang menjadi ‘endorse’ ini adalah artis dangdut. Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka ‘endorse’ itu ilegal,” ungkap Yusep.

Dalam kasus ini, Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL. Tersangka KIL memproduksi kosmetik dengan merek “DSC” (Derma Skin Care) Beauty. Kosmetik tersebut diproduksi di rumahnya di Kediri dengan merek yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tersangka menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal pada produk kosmetik ilegal yang sudah dijalankan selama dua tahun itu. Merek terkenal itu, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Sementara untuk memasarkan produk tersebut, tersangka mempromosikan melalui media sosial.

“Artis-artis yang menjadi ‘endorse’, meunggah produk ini (DSC Beauty) di instagram,” tutur Yusep.

Tersangka KIL menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (dra/wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending