Connect with us

NGAWI

Seorang Tewas Akibat Kecelakaan Bus Tol Ngawi-Kertosono

Published

on

Kecelakaan Bus Tol Ngawi-Kertosono.

Jatimraya.com, Ngawi – Seorang warga tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600, tepatnya di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jatim, Kamis (5/4/2018).

Korban tewas adalah Abeh (52) warga Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan kernet dari bus pariwisata PO Subur Jaya.

Kanit Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Ngawi Iptu Cipto menyatakan belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Hingga kini Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi masih melakukan olah TK dan penyelidikan lebih lanjut. “Nanti saja kita masih olah TKP dan melakukan penyelidiakn lebih lanjut,” katanya.

Sementara, sesuai informasi, kecelakaan tersebut terjadi saat Bus PO Subur Jaya bernomor polisi K-1627-GD melaju kencang dari arah Madiun menuju Ngawi. Bus tersebut merupakan bagian dari rombongan pariwisata siswa SMA 2 Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan bus tersebut dalam perjalanan pulang ke Magelang setelah melakukan piknik dari Bali. Malangnya, di lokasi kejadian bus menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan bernomor polisi L-8288-UB yang berjalan searahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kernet bus tewas di lokasi kejadian dan beberapa penumpang bus mengalami luka-luka. Korban tewas telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Demikian juga, korban luka dibawa ke rumah sakit yang sama.

Sedangkan penumpang bus lainnya yang hanya luka ringan dievakuasi ke Rumah Makan Putra Jawa Timur Ngawi dengan bus milik rumah makan tersebut.

Sementara, petugas masih melakukan evakuasi terhadap “bangkai” dua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Seperti dikutip Antara, petugas meminta pengendara yang melalui jalur tol KM 586 untuk berhati-hati karena jalan menjadi licin akibat tumpahaan minyak goreng. Kasus kecelakaan tersebut masih didalami oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NGAWI

Pendapatan Pengrajin Tungku Tradisional di Ngawi Meningkat

Published

on

Pendapatan atau omzet perajin tungku tradisional di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat signifikan selama musim kemarau berlangsung.

Jatimraya.com, Ngawi – Pendapatan atau omzet perajin tungku tradisional di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat signifikan selama musim kemarau berlangsung.

Salah satu perajin tungku desa setempat, Priyatmo, Kamis (25/10/2018) mengatakan, omzet yang diperolehnya saat musim kering seperti ini bisa meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan saat musim hujan berlangsung.

“Saat kemarau seperti ini, proses produksi tungku kayu bakar menjadi lebih cepat. Sehingga otomatis juga lebih untung,” ujar Priyatmo kepada wartawan.

Menurut dia, para pembuat tungku tidak perlu susah payah mengeringkan genangan air di lokasi galian yang menjadi bahan baku tungku mereka.

“Sebab, genangan air akan kering dengan sendirinya seiring melimpahnya cahaya matahari. Jadi tidak perlu disedot dengan mesin pompa yang disewa,” katanya.

Dengan demikian, proses pembuatan tungku lebih cepat. Dalam sehari saat musim kemarau seperti ini, pihaknya bisa membuat 10 hingga 15 buah tungku.

“Sebaliknya, saat musim hujan, rata-rata kami hanya bisa membuat lima buah tungku saja. Hal itu karena keterbatasan sinar matahari,” katanya.

Selain itu, perajin juga harus mengeluarkan biaya sewa mesin pompa air untuk mengeringkan lokasi galian yang tergenang air.

Pembuat tungku lainnya, Suripto mengatakan, umumnya mereka berkelompok dalam bekerja yang terdiri dari tiga orang. Untuk pembuatan satu buah tungku berukuran panjang 80 sentimeter dan lebar 30 sentimeter, mereka mendapat upah Rp8.000.

“Semakin banyak tungku yang diproduksi, maka semakin besar untung kami. Makanya, saat kemarau seperti ini pendapatan kami lumayan,” kata Suripto.

Ia menambahkan, sebelum dipasarkan, tungku-tungku yang diproduksi tersebut dibakar dulu. Hal itu agar kondisi tungku lebih ringan, kuat, dan tahan lama saat dipakai pengguna.

Untuk pemasaran, para perajin tungku tersebut fokus pada segmen masyarakat pedesaan. Sebab, para ibu warga desa biasanya meski sudah memiliki kompor gas dan penanak nasi bertenaga listrik, banyak yang masih mempertahankan penggunaan tungku kayu bakar untuk memasak.

Kondisi itulah yang membuat usaha pembuatan tungku tradisional masih bertahan pada zaman modern di Kabupaten Ngawi. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Polisi Tangkap Lurah Bojonegoro Konsumsi Narkoba

Published

on

Kapolres Ngawi AKBP, Pranatal Hutajulu.

Jatimraya.com, Ngawi – Petugas Satuan Resnarkoba Polres Ngawi, Jawa Timur, menangkap seorang lurah asal Bojonegoro karena kedapatan membawa dan menyembunyikan narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu di Ngawi, Rabu mengatakan tersangka adalah Mustakim (45), yang meruapakan Lurah Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

“Yang bersangkutan ditangkap setelah melakukan transaksi di sekitar SPBU daerah Ngawi Purba,” ujar AKBP Pranatal kepada wartawan.

Menurut dia, pengungkapan penyalahgunaan narkoba oleh oknum PNS tersebut diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat. Disebutkan, bahwa daerah sekitar SPBU Desa Ngawi Purba sering digunakan untuk transaksi narkoba.

Mendapat laporan tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah melakukan pengintaian selama beberapa waktu, polisi dapat menangkap Lurah Kedungrejo tersebut usai bertransaksi dengan seseorang yang belum diketahui.

Saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan sabu-sabu seberat 0,98 gram yang disembunyikan tersangka dalam bungkus rokok.

“Atas temuan narkoba tersebut, yang bersangkutan kemudian diamankan di Mapolres Ngawi guna pemeriksaan hukum lebih lanjut,” kata dia.

Kepada polisi, oknum lurah tersebut mengaku sudah dua kali membeli dan mengonsumsi sabu-sabu dari wilayah Ngawi. Sesuai rencana, sabu-sabu tersebut akan digunakannya sendiri karena Mustakim mengaku telah kecanduan setelah mencobanya.

Selain mengamankan sabu-sabu seberat 0,98 gram milik tersangka, polisi juga menyita satu unit mobil Honda Brio warna merah yang dikendarai tersangka saat melakukan transaksi.

Guna menjalani proses hukum lebih lanjut, Mustakim diamankan di ruang tahanan Polres Ngawi. Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukuman penjaranya paling singkat empat tahun.

Polres Ngawi saat ini masih mendalami kasus tersebut lebih lanjut dengan melakukan pengejaran terhadap pengedar narkobanya yang terlibat. (uis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Kerajinan Kayu Jati Ngawi Ramai Dikunjungi Pemudik

Published

on

Kerajinan Kayu Jati.

Jatimraya.com, Ngawi – Kerajinan kayu jati di pinggir Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ramai dikunjungi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan balik saat libur Lebaran 2018.

Salah satu perajin kayu jati di kawasan setempat, Miati, Senin mengatakan, sejak H-3 lebaran hingga sepekan setelah lebaran ini, galerinya selalu ramai dikunjungi pembeli. Hal tersebut membuat omzetnya meningkat signifikan.

“Lumayan, ada peningkatkan sekitar 30 hingga 40 persen jika dibandingkan dengan hari biasa,” ujar Miati kepada wartawan.

Menurut dia, meski masa angkutan lebaran sudah berakhir, namun saat ini liburan sekolah masih berlangsung hingga awal bulan Juli mendatang. Hal tersebut juga berpengaruh pada hasil penjualannya.

Namun, jika dihitung secara keseluruhan, peningkatan omzet tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan tahun lalu yang bisa mencapai 50 hingga 60 persen.

“Hal itu karena sejak difungsionalkannya jalan tol Solo-Ngawi. Aibatnya, jumlah pemudik yang lewat jalan nasional Ngawi-Solo berkurang,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya tetap bersyukur karena momentum lebaran dan libur panjang merupakan masa puncak penjualan. Adapun kerajinan kayu jati yang dijualnya cukup beragam.

Terdapat aneka bentuk kerajinan yang disediakannya untuk memenuhi keinginan konsumen. Mulai dari miniatur mobil kuno, motor gede, tempat buah, guci, hingga aneka jenis miniatur hewan. Tersedia juga patung hewan dari limbah kayu jati untuk hiasan dalam maupun luar rumah. Juga aneka kursi dan meja kayu dari jati.

Untuk harga, yang dipatok oleh para perajin sangat bervariasi. Mulai dari Rp15.000, ratusan ribu, hingga jutaan rupiah. Hal itu menyesuaikan dengan bentuk, ukuran, dan tingkat kesulitan membuatnya.

Bagi pemudik atau pembeli yang membeli dalam jumlah besar, para perajin akan mengirimkan melalui jasa pengiriman barang. Sehingga, para pemudik atau pembeli tidak perlu repot membawanya dalam kendaraan.

Salah seorang pemudik mengaku senang membeli kerajinan dari kayu jati di Ngawi. Kerajinan tersebut cocok untuk hiasan rumah ataupun oleh-oleh mudik.

“Bentuknya unik dan kualitasnya bagus. Harganyapun bersaing. Ini saya beli ada yang untuk digunakan sediri, namun ada juga yang untuk oleh-oleh,” kata seorang pengunjung asal Tangerang, Jumadi.

Sesuai data yang ada, di Kabupaten Ngawi terdapat puluhan perajin kayu jati. Mereka rata-rata berada di desa tepian hutan milik Perhutani yang menjadi sumber bahan kerajinannya. Di antaranya di kawasan Kecamatan Kedunggalar dan Pitu.

Dari limbah kayu jati dan bonggol akar pohon jati, para perajin tersebut mampu membuat perabotan dan pernak-pernik yang bernilai jual tinggi. Harga yang ditawarkan juga bervariasi. (uis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending