Connect with us

HUKUM

Ansor Cabut Laporan Terhadap Sukmawati ke Polda Jatim

Published

on

Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Mohammad Abid Umar.

Jatimraya.com, Surabaya – Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Mohammad Abid Umar memerintahkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) organisasi mencabut laporan terhadap Sukmawati Soekarno Putri ke Polda Jatim terkait viralnya video pembacaan puisi berjudul “Ibu Indonesia”.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ketua umum PP GP Ansor untuk mencabut laporannya dan hari ini akan dicabut ke Polda Jatim,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (6/5/2018).

Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang membuat GP Ansor mencabut laporan tersebut, yakni intruksi dari PP GP Ansor, meminimalkan agar situasi tidak memanas dan Sukmawati sudah meminta maaf sehingga wajib untuk dimaafkan.

“PBNU juga sudah memaafkan, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah pihak lainnya,” ucap Gus Abid, sapaan akrabnya.

Selain itu, pihaknya berharap puisi yang dibacakan Sukmawati saat menghadiri acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 tersebut tidak dipolitisasi, mengingat tahun ini merupakan tahun politik.

“Imbasnya juga ke negara ini, salah satunya berdampak luas termasuk terhadap perekonomian. Beliau sudah minta maaf dan mengakuinya, jadi kita harus memaafkan,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (3/4), GP Ansor Jatim melaporkan Sukmawati ke Polda Jatim terkait viralnya video pembacaan puisi itu karena dianggap mengandung unsur SARA.

Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Tri Wahid yang saat itu didampingi Banser dan lima perwakilan Ansor menyampaikan PWNU tidak menginginkan adanya kegaduhan dan keresahan terjadi di Jatim, terlebih sudah diketahui banyak orang karena video telah tersebar luas di jejaring sosial. (qih)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

NU Surabaya Minta Perda Minuman Beralkohol Diundangkan

Published

on

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri.

Jatimraya.com, Surabaya – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya meminta Peraturan Daerah Tentang Pelarangan Minuman Beralkohol yang sudah disahkan pada 10 Mei 2016 segera diundangkan menyusul tewasnya tiga warga akibat minuman keras pada Minggu (22/4/2018).

“Perda yang sudah diputus agar segera diundangkan. Selebihnya penegakan perda oleh aparat yang berwenang harus lebih serius,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri kepada Antara di Surabaya, Senin (23/4/2018).

Selain itu, lanjut dia, masyarakat di Kota Surabaya harus terlibat aktif dalam ikut mengawasi peredaran minuman beralkohol dan membantu pembinaan keluarga dan lingkungan.

Menurut dia, ada dua hal dalam hal ini yakni minuman keras pabrikan dan minuman keras oplosan. Adapun Perda yang sudah diputus beberapa waktu lalu, lanjut dia, melarang secara total peredaran minuman keras pabrikan, baik tipe A, B maupun C.

“Jika ini segera diterapkan, maka aparat pemkot bekerja sama dengan pihak kepolisian harus terus memantau keberadaan minuman keras di supermarket, hotel dan restauran. Jika ada maka, aparat perlu menindak atas pelanggaran itu,” katanya.

Soal minuman keras oplosan, kata dia, polisi perlu meningkatkan fungsi sersenya untuk mendeteksi pihak-pihak yang memproduksi dan penjualnya lalu segera melakukan tindakan sebelum berjatuhan korban.

Selain itu, kata dia, kafe-kafe tidak berizin yang akhir-akhir ini banyak tumbuh di sudut-sudut kota harus segera ditindak atau ditutup karena diduga potensial menjadi salah satu tempat konsumsi minuman keras.

Diketahui sedikitnya tiga warga Pacar Keling IV, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya diketahui tewas setelah diduga meminum minuman keras yang dioplos pada Sabtu (21/4/2018) malam.

Kejadian tersebut bermula pada saat ketiga korban meminum minuman keras yang dioplos secara berturut-turut yakni mulai Jumat (20/4/2018) sore, Sabtu (21/4/2018) pagu, sore dan malam.

Pada Sabtu (21/4/2018) malam, mereka pulang dalam kondisi tidak sadar. Satu orang pulang ke rumah dan meninggal pada Minggu dini hari pukul 03.00 dan dimakamkan pukul 12.00 siang ini. Sedangkan dua korban lainnya, meninggal pada Minggu siang ini pukul 12.00 dan dimakamkan pada Minggu sore ini. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Polrestabes Surabaya Tetapkan Tiga Tersangka Kasus oplosan

Published

on

Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan.

Jatimraya.com, Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menetapkan tiga orang tersangka dalam kaaus minuman keras oplosan yang menewaskan tiga warga.

“Kami bergerak cepat. Setelah Minggu siang ada informasi jatuh tiga korban, kami langsung cari penjualnya,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (23/4/2018) dini hari.

Tiga orang warga Jalan Pacar Keling IV Surabaya tewas setelah pada Sabtu (21/4/2018) malam, berpesta minuman keras oplosan di kampungnya, masing-masing adalah Pramuji Arianto, usia 49 tahun, Wahyudi (52) dan Syamsul Hidayat (38).

Menurut Rudi, pihaknya langsung memintai keterangan tiga orang warga lainnya yang diketahui ikut dalam pesta minuman keras dan masih hidup.

Dari keterangan tiga saksi inilah polisi menyasar penjual minuman keras oplosan yang digunakan dalam pesta tersebut. Bahkan hasil pengembangan penyelidikan hingga Minggu (22/4/2018) malam, polisi meringkus tiga sekaligus penjual minuman keras serupa, yang pada Senin dini hari langsung ditetapkan tersangka.

Rudi merinci, tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial Kus (59), warga Oro-oro Gang 1 Pacar Keling Surabaya, GT (47), warga Pacar Kembang Surabaya, serta Soe (54), warga Bulak Setro Utara Surabaya.

“Tersangka Kus dan GT adalah penjual minuman keras mematikan, yang diminum oleh tiga korban dalam pesta minuman keras oplosan di Pacar Keling Gang IV. Kedua penjual ini memperoleh minuman keras tersebut dari seorang peracik dan sekaligus penjual berinisial Soe,” katanya.

Dari ketiga tersangka, polisi mengamankan 274 botol plastik bekas kemasan air mineral, tanpa diberi label atau merek, yang masing-masing berukuran 600 mililiter. Botol-botol itu telah diisi minuman keras hasil racikan tersangka Soe yang siap jual.

“Kami juga mengamankan tiga drum plastik berisi bahan kimia jenis alkohol, serta peralatan meracik minuman keras dari tersangka Soe,” ujarnya.

Kepada penyidik, Soe mengatakan racikan minuman keras yang dijualnya dalam kemasan botol 600 mililiter hanya terdiri dari bahan alkohol 95 persen, yang dibelinya dari toko bahan kimia. Bahan itu kemudian ditambah dengan sedikit air sulingan.

Per botol ukuran 600 mililiter dijualnya seharga Rp25 ribu. Lantas oleh Kus dan GT dijual kembali dengan mengambil keuntungan dua kali lipat, yaitu Rp50 ribu per botol.

“Untuk mememastikan apakah tiga korban tewas akibat minuman keras ini, kami masih menunggu hasil otopsi. Selain itu kami juga sedang menyelidiki berapa banyak botol minuman keras yang dibeli dari para tersangka dalam pesta tersebut,” ujarnya.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan apakah seorang warga setempat lainnya bernama Durasim (59) yang meninggal pada Jumat (20/4) juga terkait dengan pesta minuman keras yang digelar sebelumnya bersama ketiga korban.

Rudi mengatakan terhadap tiga orang tersangka, dijerat dengan Pasal 204 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, serta Pasal 140, 141 dan Pasal 142 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Bisa jadi ancaman hukumannya seumur hidup karena telah menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Rudi, seperti dikutip Antara. (sas/han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Polres Ponogoro Ungkap Kasus Narkoba di Kos

Published

on

Unit Operasional (Opsnal) Satresnarkoba Polres Ponorogo, Jawa Timur mengungkap kasus sabu-sabu di kamar kos Desa Cekok.

Jatimraya.com, Ponorogo – Unit Operasional (Opsnal) Satresnarkoba Polres Ponorogo, Jawa Timur mengungkap kasus sabu-sabu di kamar kos Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Sabtu.

Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Supardi, Minggu, menuturkan pada Sabtu (21/4/2018) malam sekitar pukul 21.30 WIB anggota Opsnal Satresnarkoba mengamankan Aziz di kamar kos Trihatmo di Desa Cekok, Babadan.

“Petugas menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Antara lain alat isap sabu beserta pipet yang masih terdapat kerak yang diduga sabu,” katanya.

Selain itu, lanjut Supardi, juga ditemukan barang bukti berupa sebuah plastik klip bening terdapat sebuah potongan sedotan plastik yang salah satu ujungnya runcing dan ujung satunya bekas terbakar. Polisi juga menyita korek api, potongan sedotan, pecahan pipet kaca.

Guna mempermudah penyidikan, kata dia, polisi menahan tersangka Aziz.

“Petugas juga melakukan pemeriksan terhadap sejumlah saksi, mengambil sample urine dan darah tersangka. Selanjutnya mengirim barang bukti ke laboratorium guna pemeriksaan,” jelasnya.

Masih menurut Supardi, pihaknya akan mengembangkan pemeriksaan guna mencari kemungkinan adanya tersangka lain. (lou/sis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending