Connect with us

BOJONEGORO

Monumen Pers Nasional Kumpulkan Artefak Pers

Published

on

Monumen Pers Nasional.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Petugas Monumen Pers Nasional Solo, Jawa Tengah, mengunjungi Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mengumpulkan file “artefak” pers yang akan dijadikan kelengkapan tambahan koleksi.

Konservator Monumen Pers Nasional Solo Slamet Widodo di Bojonegoro, Rabu (11/4/2018) malam, menjelaskan pencarian artefak pers tujuannya untuk menambah koleksi di Monumen Pers Nasional, yang sudah ada. Pengumpulan artefak pers juga dilakukan ke berbagai daerah di Tanah Air, sejak sejak 2010.

“Kamis (12/4/2018) kami di Madiun,” katanya menjelaskan.

Sebelum itu, lanjut Pranata Komputer Monumen Pers Nasional Solo Christianto H.N, pencarian artefak pers juga dilakukan di Palembang, Bangka Belitung, juga daerah lainnya.

“Kami bergerak ke suatu daerah untuk mencari (artefak) pers berdasarkan informasi yang kami peroleh,” ucap dia yang juga didampingi Digitalisator Monumen Pers Nasional Solo Yosef Victor D.

Menurut Christianto, pencarian artefak pers difokuskan yang memiliki nilai sejarah. Ia mencontohkan kamera yang dimanfaatkan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin), wartawan Harian Bernas Yogyakarta, yang terbunuh juga menjadi salah satu koleksi di Monumen Pers Nasional Solo.

Selain itu, lanjut dia, buku-buku yang memiliki nilai-nilai sejarah, misalnya, sejarah Pers Bojonegoro, termasuk buku karya wartawan. “Buku-buku karya wartawan akan ditempatkan di perpustakaan,” kata Slamet.

Di Bojonegoro, tim mengaku memperoleh media cetak Banyu Bening yang sudah mati. Dari data yang ada koleksi Monumen Pers Nasional, di antaranya, ada koleksi foto-foto bersejarah IPPHOS LKBN Antara dan M. Isa Djamaludin.

“Ya, yang kami cari artefak pers yang memiliki nilai sejarah. Sekarang ini ada sekitar 500 judul koran dari berbagai daerah di Tanah Air,” ucap Christianto menambahkan.

Menurut dia, semua artefak koran yang menjadi koleksi diubah dalam bentuk digital, selain memperoleh perawatan yang disebut “fumigasi” dua kali dalam setahun.

Perawatan lainnya secara alami dengan menempatkan merica yang dibungkus juga bahan lainnya di dekat koran itu agar tidak rusak. “Jumlah pengunjung terus meningkat. Rata-rata sekitar 12.000 pengunjung dari kalangan pelajar, termasuk siswa PAUD,” ucap Yosef.

Sesuai buku panduan bahwa Gedung Monumen Pers Nasional Solo, diresmikan Presiden Soeharto pada 9 Februari 1978. Sebelum menjadi Monumen Pers Nasional gedung itu bernama Gedung Sasanasuka atau “Societeit (Sositet) Mangkunegaran, semula didirikan Sri Mangkunegara VII pada 21 Desember 1918.

Gedung itu karya arsitek Semarang di zaman Hindia Belanda yaitu Mas Abukasan Atmodirono. “Pencarian (artefak pers) sekarang ini dilakukan 10 personel yang bertugas di Monumen Pers Nasional Solo,” ucap Slamet menambahkan. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOJONEGORO

Dishub Jatim akan Evaluasi Keamanan Tambangan Perahu

Published

on

Tambangan Perahu,

Jatimraya.com, Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur akan mengevaluasi tingkat kemananan sejumlah lokasi tambangan perahu Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, untuk memberikan pembinaan kepada operator perahu tambang.

“Evaluasi perahu tambang Bengawan Solo akan dilakukan di 20 lokasi tambangan perahu mulai Bendung Gerak di Kecamatan Kalitidu, sampai taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Kota, Rabu (25/4),” kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro Suhartono di Bojonegoro, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Selasa (24/4/2018).

Di dalam evaluasi tambang perahu, lanjut dia, jajaran Dishub Jatim akan memberikan pembinaan terkait keselamatan para penumpang perahu tambang, mulai ketersediaan pelampung bagi penumpang perahu sampai kondisi perahu tambang, juga yang lainnya.

“Pembinaan akan dilakukan dengan cara mendatangi satu per satu lokasi tambangan perahu Bengawan Solo, mulai Bendung Gerak sampai TBS. Ya termasuk keselamatan bagi operator perahu tambang,” ucapnya.

Ia menyebutkan di sepanjang Bengawan Solo di wilayahnya dengan panjang sekitar 100 kilometer terdapat sebanyak 80 lokasi tambangan perahu.

Menurut dia, pembinaan keselamatan tambangan perahu difokuskan di jalur tambangan yang padat, sedangkan di lokasi tambangan lainnya juga akan dilakukan tapi secara bertahap.

“Di tambangan lainnya juga dilakukan pembinaan, tapi akan dilakukan setelah ini,” ujarnya.

Yang jelas, menurut dia, dishub sudah membagikan baju keamanan penumpang perahu tambang Bengawan Solo berupa “life jacket” (baju pelampung) dan “ring buoy” (pelampung cincin) kepada usaha tambangan perahu di 80 titik tambangan perahu.

“Di setiap titik lokasi tambangan perahu tambang masing-masing memperoleh bantuan lima “life jacket” dan satu “ring buoy”,” kata dia.

Bantuan keamanan perahu tambang itu, kata dia, diperoleh dari Dishub Provinsi Jatim, dengan jumlah 430 “life jacket” dan 80 “ring buoy”, pada 23 Maret.

“Bantuan “life jacket” dan “ring buoy” yang diberikan kepada penambang perahu memang masih kurang dibandingkan jumlah penumpang perahu tambang terutama di lintasan yang padat,” ujarnya.

Oleh karena itu, pengusaha tambang perahu seharusnya bisa menambah alat keamanan bagi penumpang perahu tambang untuk melengkapi bantuan “life jacket” dan “ring buoy”.

“Tapi yang terpenting bantuan kemanan perahu tambang itu dibawa di perahu. Jangan ditinggal di rumah, dengan alasan agar tidak rusak,” ucapnya. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

Pemerintah Berdayakan Organisasi Remaja Desa Pusat Konseling

Published

on

Pemerintah berusaha memberdayakan organisasi remaja di tingkat desa sebagai pusat konseling.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Kepala Seksi Bina Ketahanan Remaja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) Bojonegoro Siti Urifaturosyidah mengatakan Pemerintah berusaha memberdayakan organisasi remaja di tingkat desa sebagai pusat konseling.

“Organisasi remaja berupa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). PIK-R adalah salah satu wadah kegiatan remaja yang akan menuntun mereka pada kegiatan-kegiatan positif, dan melatih mereka menjadi generasi berencana sejak dini,” kata dia dalam diskusi bersama remaja di Kecamatan Gayam, Bojoengoro, Jawa Timur, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, apabila tidak dapat menyikapi dengan baik, maka generasi muda akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, dibutuhkan kerjasama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Namun dengan mudahnya teknologi informasi di era digital ini, terkadang remaja lepas kendali,” ucapnya.

PIK-R diharapkan bisa menyebarkan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, masalah seksualitas, HIV/AIDS, NAPZA, serta persiapan berkeluarga bagi remaja.

Di Kabupaten Bojonegoro, Uri menilai PIK-R Kecamatan Gayam sangat aktif. Bahkan seluruh desa di Kecamatan Gayam sudah mengeluarkan SK Kades sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas positif para remaja ini.

Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pattiro Surakarta Wiwik Nurwidiyanti menjelaskan munculnya PIK-R di Kecamatan Gayam berkat prakarsa operator Lapangan Migas Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Pada mulanya, kata dia, EMCL memprakarsai program kesehatan remaja. Bekerjasama dengan Pattiro Surakarta, kemudian EMCL mendukung untuk melanjutkan program pemberdayaan remaja melalui pembentukan dan pendampingan PIK-R.

“Alhamdulillah semua pihak, termasuk Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat mendukung program ini, paparnya.

Sebagai bagian dari Program Pemerintah, PIK-R merupakan suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

“Dalam program ini, agar berkelanjutan, kita buat PIK-R sebagai wahan diskusi dan berkreasi bagi remaja di desa yang selama ini belum terfasilitasi dengan baik,” ucapnya.

Perwakilan EMCL Galih Tiara mengatakan peningkatan taraf kesehatan masyarakat sangat menjadi perhatian EMCL. Kami ingin mendukung Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia sebagai indikator kesejahteraan, katanya.

Ia menambahkan EMCL juga melakukan berbagai upaya lain dalam berbagai program kesehatan lainnya. Hingga saat ini, kata dia, EMCL sudah mengembangkan 20 poliklinik desa (polindes), melatih lebih dari 100 bidan desa, memberikan makanan tambahan bagi lebih dari 1.600 balita, dan mendirikan Puskesmas Kecamatan Gayam baru-baru ini.

“Kita juga mendukung peningkatan kesehatan dengan program jamban sehat, yang sekarang ini sudah lebih dari 3.300 jamban diberikan,” tutur dia. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

UPT : Bengawan Solo Hilir Jatim Belum Aman

Published

on

Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan Bengawan Solo di hilir, masih belum aman.

Jatimraya.id, Bojonegoro – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan Bengawan Solo di hilir, masih belum aman, meski air cenderung surut karena di hulu tidak terjadi banjir.

“Ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur cenderung turun, karena di daerah hulu tidak terjadi banjir,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro, Selasa (20/3/2018).

Sesuai data disebutkan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro yang semula (19/3/2018) merangkak naik, berangsur-angsur surut menjadi 12,00 meter, Selasa pukul 06.00 WIB.

Begitu pula di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari kota, ketinggian air pada waktu bersamaan juga di bawah siaga banjir, yakni mencapai 24,75 meter.

Namun, di hilir Babat, Laren, Karangeneng, dan Kuro di Lamongan masih siaga banjir masing-masing 7,29 meter (siaga I-hijau), 2,29 meter (siaga I-hijau), 5,02 meter (siaga II-kuning) dan 1,93 meter (siaga I-hijau).

“Air Bengawan Solo lancar mengalir ke laut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ Budi Mulyono yang menyebutkan kondisi Bengawan Solo di daerahnya aman di bawah siaga banjir.

Meski demikian, menurut dia, BPBD tetap memberlakukan siaga dalam menghadapi ancaman bencana banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor, juga bencana lainnya sampai akhir Maret.

Pertimbanganya, menurut dia, curah hujan yang terjadi selama Maret tertinggi bisa mencapai 401 milimeter dan berpotensi menimbulkan bencana, baik banjir maupun tanah longsor.

Data di BPBD menyebutkan kerugian dalam tiga kali banjir luapan Bengawan Solo di daerah setempat termasuk dalam dua kali kejadian banjir bandang mencapai Rp13,1 miliar.

Banjir luapan Bengawan Solo terjadi selama kurun waktu Januari sampai 14 Maret itu melanda 96 desa di 12 kecamatan.

Daerah yang dilanda banjir luapan Bengawan Solo, antara lain Kecamatan Kota, Dander, Balen, Kanor dan Baureno, dan kecamatan lainnya. Banjir sungai terpanjang di Jawa itu merendam tanaman padi seluas 1.582 hektare dan palawija 299 hektare.

Warga terdampak banjir Bengawan Solo sebanyak 3.165 kepala keluarga (KK). Selain itu banjir juga merendam jalan paving di desa sepanjang 41,3 kilometer dan jalan kabupaten sekitar 7 kilometer.

Dalam kurun waktu Januari-22 Februari banjir bandang juga melanda 26 desa di Kecamatan Temayang, Gondang, Dander, Balen, Bubulan dan Sukosewu.

Banjir merusak tanaman padi seluas 363 hektare, dan palawija 59 hektare, dan banjir merusak sejumlah jembatan desa. Warga terdampak di daerah banjir bandang tercatat 4.254 KK, serta merendam jalan desa, seperti dikutip Antara. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending