Connect with us

SURABAYA

Pengamat: PDTS Punya Peluang Ambil Alih KBS

Published

on

Kebun Binatang Surabaya.

Jatimraya.com, Surabaya – Pengamat satwa Singky Soewadji menilai Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) memiliki peluang mengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) meski Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan izin lembaga konservasi pengelolaan KBS yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pemkot Surabaya melalui PDTS KBS masih bisa mengelola KBS karena Izin Lembaga Konservasi itu hanya dibutuhkan pada saat pertukaran satwa bukan pengelolaan,” kata Singky Soewadji di Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Terkait putusan MA telah mengabulkan gugatan yang dilayangkan Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya (PTFSS), ia menilai jika kebijakan tersebut sudah tepat karena yang mengajukan izin lembaga konservasi pada waktu itu adalah PTFSS bukan pemerintah kota.

Meski izin lembaga konservasi KBS harus dicabut, namun tidak bisa serta merta PTFSS mengklaim bahwa Pemkot Surabaya tidak berhak mengelolah KBS. Hal ini dikarenakan pengelolahan KBS tidak ada sangkut pautnya dengan izin lembaga konservasi yang diterbitkan oleh kementerian Lingkungan Hidup.

“Kementerian Lingkungan Hidup wajib hukumnya nenerbitjan izin lembaga konservasi kepada siapapun yang memenuhi syarat. Sedangkan syarat utama yang mutkak adalah kepemilikan lahan,” katanya.

Lahan KBS, kata dia, milik Pemkot Surabaya sehingga bisa mengajukan izin lembaga konservasi baru atas nama PDTS-KBS, dan kementerian Lingkungan Hidup wajib hukumnya nenerbitkan izin tersebut, sehingga tidak bisa diganggu gugat lagi oleh pihak manapun.

“Jadi keputusan akhir di MA ini justru menguntungkan pihak Pemkot Surabaya, dalam hal ini PDTS-KBS. Pihak PTFSS yang menang gugatan agar izin LK KBS dicabut juga boleh dan bisa ajukan izin LK, tapi lahan/lokasinya dimana?. Tidak bisa di KBS karena lahan milik Pemkot Surabaya,” katanya.

Tidak hanya itu, Singky Soewadji juga bersedia membantu proses pengajuan izin lembaga konservasi yang akan diajukan Pemkot Surabaya. Bahkan Singky memastikan izin konservasi itu sudah bisa keluar dalam kurun waktu dua pekan.

“Jika pemerintah kota merasa kebingungan saya siap membantu,” katanya.

Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya (PTFSS) sebelumnya meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk menyerahkan kembali pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) kepada mereka.

Ketua PTFSS Soejatmiko mengatakan pihaknya berani meminta kembali pengelolaan KBS karena dalam putusan MA No. 656 PK/Pdt/ 2016 sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga PTFSS berhak mengelola kembali KBS.

“Dengan adanya hukum tetap, maka kami yang berhak mengelola KBS. Ini sesuai dengan berita acara penyelesaian KBS di Tretes,” ujarnya.

Untuk menunjukkan keseriusannya, PTFSS sudah mengirim surat kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (18/12/2017). Surat tertanggal 13 Desember 2017 itu perihal pengembalian pengelolaan KBS.

Meski demikian, PTFSS menunggu iktikad baik dari Pemkot Surabaya dalam hal ini PDTS KBS untuk duduk satu meja untuk membahas pengelolaan bersama KBS.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid membantah bahwa aset berupa kandang dan bangunan yang diajukan syarat penerbitan izin lembaga konservasi adalah milik PTFSS karena sampai saat ini belum ada yang mempu membuktikan bahwa aset itu miliknya.

Pemkot Surabaya sendiri belum bersikap mengenai hal itu karena masih menunggu arahan dan keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang menerbitkan izin konservasi tersebut. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Polisi Beri Pendampingan Anak Pemilik Bom Pasuruan

Published

on

Polda Jatim Kombes Pol, Agung Yudha Wibowo.

Jatimraya.com, Surabaya – Polda Jawa Timur akan memberikan pendampingan kepada anak pemilik bom pasuruan Abdullah alias Anwardi untuk memulihkan kondisi psikologis balita yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim itu.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo ditemui di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (10/7/2018) mengatakan bersama beberapa dinas seperti dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Jatim pihaknya akan melakukan pendampingan psikis selain melakukan pemulihan secara medis.

“Beberapa dinas kan sudah melakukan pendampingan dari unit PPA, kita lakukan. Ini masih pemulihan medisnya dulu tapi setelah ini kita melakukan pendampingan untuk psikisnya itu,” kata Agung.

Agung mengatakan ada beberapa tahapan dalam penyembuhan secara psikis. Hal ini untuk mengembalikan kondisi anak tersebut seperti semula.

“Proses pemulihannya melalui mekanisme yang sama yaitu pertama medis dulu setelah medisnya sembuh, mungkin pemulihan psikisnya melibatkan psikologi dari PPA yang ada di provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Namun perlakuan dalam pendampingan psikisnya itu tidak sama dengan pendampingan pada anak pelaku teroris yang lain. Karena kondisi balita ini masih memiliki dua orang tua yang lengkap.

“Karena ini kan orang tua dua-duanya masih ada. Jadi tidak seperti yang sebelum-sebelumnya,” kata Agung.

Agung menjelaskan, kondisi balita itu saat ini sudah mulai membaik. Namun untuk saat ini ibunda dari balita yang sempat terluka akibat bom itu belum diizinkan untuk menemui anaknya.

“Selama ini sudah ada nenek dari balita yang sering menjenguk. Neneknya sering nengok cuma tidak pernah menginap,” imbuhnya. (dra/wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Penghargaan “Lee Kwan Yew” Diarak Keliling Surabaya

Published

on

Keberhasilan Kota Pahlawan menyabet penghargaan internasional "Lee Kwan Yew World City Prize".

Jatimraya.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama forum Pimpinan Daerah melakukan arak-arakan keliling Kota Surabaya, Selasa (10/9/2018), atas keberhasilan Kota Pahlawan menyabet penghargaan internasional “Lee Kwan Yew World City Prize” di Singapura pada Senin (9/7/2018).

Selain membawa penghargaan Lee Kwan Yew, Risma juga memamerkan dua penghargaan internasional 2018 lainnya, yaitu ASEAN Tourism Forum (ATF) di Thailand dan OpenGov Asia Recognition of Excellence di Jakarta.

“Arak-arakan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya kepada warga kota. Bahkan, keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini juga dipengaruhi peran serta dari warga kota yang turut membangun kota, utamanya di perkampungan,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser.

Rute arak-arakan itu dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya kemudian berjalan ke arah Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab-Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan). Selain itu, lanjut Fikser, Kota Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi. “Surabaya dinilai sebagai kota yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain di dunia,” katanya.

Menurut dia, keunikan Surabaya dapat dilihat dari perkampungan yang ada di Surabaya yang memiliki struktur tematik yang beragam. Bahkan, lanjut dia, adanya pembenahan di perkampungan seperti saluran, paving, akses pelayananan Taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center dan pelayanan kesehatan puskesmas yang tersedia di dalam kampung.

Mantan Camat Sukolilo tersebut menuturkan, penghargaan dua tahun sekali ini merupakan sesuatu yang membanggakan bagi Kota Surabaya. Sebab, di tahun 2014, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew namun kalah. Kini pada 2018, kata dia, Kota Pahlawan akhirnya mampu memperoleh penghargaan ini berkat sinergitas seluruh stakeholder baik yang ada di lingkungan Pemkot maupun warga Surabaya. “Ini kerja keras seluruh stakeholder dan itu sudah dapat dibuktikan dengan nyata,” ujarnya.

Dengan adanya penghargaan ini, kata dia, Surabaya dapat disejajarkan dengan negara-negara internasional lainnya seperti Kazan (Rusia), Hamburg (Jerman) dan Tokyo (Jepang) yang sama-sama menerima penghargaan Lee Kuan Yew tahun 2018 di Singapura. (kim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

PDIP Targetkan Tetap Kuasai Surabaya Pileg 2019

Published

on

Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Jatimraya.com, Surabaya – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menargetkan tetap akan menguasai Kota Pahlawan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana, di Surabaya, Selasa (10/7/2018), mengatakan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Jatim tidak bisa dikaitkan dengan hasil perolehan suara PDIP untuk wilayah Kota Surabaya.

"Kalau suara itu dilihat dari hasil Pilkada Jatim lalu, itu suara PDIP yang bergerak sendirian di Surabaya. Kalau suara yang ada di sana itu dibagi dengan seluruh partai, sementara kita sendirian, ya menang telak," katanya. Diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menetapkan pasangan Cagub-Cawagub Jatim, Khofifah-Emil unggul dalam rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jatim di Kota Surabaya yang berlangsung pada Kamis (5/7).

Adapun untuk perolehan suara pasangan Cagub-Cawagub Jatim nomor urut satu Khofifah-Emil meraih 579.246 suara, sementara pasangan calon nomor urut dua, Gus Ipul-Puti memeroleh 560.848 suara.

Untuk itu, kata Wakil Wali Kota Surabaya ini, pihaknya tetap optimistis bisa memperoleh suara banyak di Surabaya pada Pileg 2019. Terkait bakal calon legislatif PDIP untuk Kota Surabaya, Whisnu mengatakan jika nama-nama baru muncul dengan jumlah yang cukup banyak, di samping 15 anggota Fraksi PDIP yang nantinya berkurang satu yakni Armuji (Ketua DPRD Surabaya) karena maju Pileg untuk Provinsi Jatim.

Ditanya soal bakal caleg petahana atau yang sudah menjadi anggota DPRD Surabaya selama dua periode, Whisnu mengatakan bahwa internal partai sudah mengatur dan rekomendasi itu menjadi wewenang DPD PDIP Jatim.

"Sesuai aturan internal, bagi bakal caleg yang telah menjadi anggota legislatif dua periode, keputusannya kami serahkan ke DPD karena masalah ini berkaitan dengan penguatan suara partai. Jadi semua kita ajukan, keputusannya nanti tanggal 11," katanya. (kim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending