Connect with us

PROBOLINGGO

Petambak Probolinggo Mulai Olah Lahan Garam

Published

on

Petambak garam di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai mengolah lahan garamnya untuk mempercepat produksi garam.

Jatimraya.com, Probolinggo – Petambak garam di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai mengolah lahan garamnya untuk mempercepat produksi garam karena pertengahan April 2018 diprediksi sudah mulai memasuki musim kemarau.

Petambak garam asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Suparyono, Kamis (12/4/2018), mengaku sudah mulai mengolah lahan garamnya sejak awal pekan April 2018 dan sudah membuat pematang lahan, serta pengeringan meja kristalisasi garam.

“Saat ini saya juga sedang membuat ulir filter yakni sistem penuaan air laut menjadi garam, sehingga proses kristalisasi di meja garam bisa lebih cepat,” katanya di Probolinggo.

Ia mengatakan kelompok garamnya telah memiliki lahan seluas 4 hektare dan membuka lahan baru lagi seluas 2 hektare, sehingga kelompok petambaknya mengelola seluas 6 hektare untuk tahun 2018.

“Untuk pembukaan lahan garam baru biayanya lebih tinggi karena lahan yang tidak fungsi itu harus dibajak lebih dulu dan biaya membajaknya saja membutuhkan anggaran sebesar Rp7 juta untuk 2 hektare itu,” tuturnya.

Menurutnya pihaknya mengeluarkan biaya sebanyak Rp15 juta untuk seluruh proses pengolahan lahan garam mulai dari pembelian pestisida untuk membunuh cacing dan binatang laut lainnya yang bisa menjadi perusak lahan hinga ongkos tenaga kerja.

“Pengolahan lahan diperkirakan selesai dalam waktu dua pekan dan mudah-mudahan satu bulan lagi kami sudah mulai panen garam perdana di Kelompok Kalibuntu Sejahtera I,” katanya.

Sementara itu, banyak petambak garam selama musim hujan membudidaya bandeng dan terpaksa memanen dini bandeng tersebut karena musim kemarau datang lebih cepat daripada perkiraan para petambak garam di Problinggo.

“Saya panen dini bandeng yang di tambak karena biar cepat memproduksi garam. Saat ini harga garam masih tinggi dan kalau terlambat memproduksi garam dikhawatirkan harganya akan anjlok,” kata Nasution, petambak garam asal Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. (


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROBOLINGGO

Mendikbud Telusuri Pawai TK Kontroversial di Probolinggo

Published

on

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Jabarraya.com, Probolinggo – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy datang ke Probolinggo pada Minggu (19/8/2018), petang untuk menelusuri maksud dan tujuan pawai budaya anak-anak TK Kartika V yang menjadi kontroversi karena menampilkan anak-anak berbaju hitam dan bercadar yang membawa replika senjata.

“Setelah saya turun langsung dan mengecek di lapangan, sebenarnya karnaval anak-anak TK itu tidak ada yang luar biasa,” katanya mengenai pawai anak-anak yang videonya sempat viral di media sosial itu.

Ia mengatakan video yang beredar di media sosial hanya fokus pada pasukan anak-anak bercadar yang membawa replika senjata.

“Kalau dilihat secara utuh, karnaval itu seperti karnaval biasa,” katanya.

Ia menjelaskan pawai budaya yang digelar TK tersebut mengangkat tema perjuangan umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan penjelasan dari pengurus sekolah, properti yang digunakan anak-anak dalam karnaval itu merupakan properti lama dan sekolah tidak berniat mengarahkan anak-anak ke radikalisme yang berbahaya.

“Itu hanya kebetulan saja dan tidak terpikir dampaknya seperti ini,” tuturnya.

Muhadjir mengatakan kementerian melakukan penelusuran supaya bisa menyampaikan kejelasan mengenai pawai TK tersebut.

Kasus tersebut, ia menjelaskan, bisa menjadi pelajaran bagi semua sekolah dan guru supaya cermat dalam mendidik murid dan menggunakan properti dalam kegiatan sekolah, termasuk pawai.

“Kalau memang belum waktunya dikenalkan properti itu, sebaiknya dipertimbangkan masak-masak lebih dulu,” katanya.

Dia juga mengimbau semua kalangan pendidikan mewaspadai penyebaran ajaran radikalisme di sekolah-sekolah.

Kepolisian Resor Probolinggo Kota sebelumnya sudah mengundang pihak terkait menyampaikan keterangan pers mengenai pawai TK tersebut.

Pawai Budaya dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 RI itu dilaksanakan pada Hari Sabtu (18/8) di Kota Probolinggo. Pesertanya 158 anak.

Kepala TK Kartika V Probolinggo Hartatik mengatakan sekolahnya mengangkat tema karnaval “Bersama Perjuangan Rasulullah untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT”.

Pemilihan kostum cadar dan replika senjata pada anak-anak dari Taman Kanak-Kanaknya, menurut dia, dilakukan untuk menghemat biaya karena bisa memanfaatkan properti yang ada di sekolah.

“Kami tidak ada niat apa-apa, apalagi menanamkan jiwa kekerasan. Semua hanya niat pawai dengan memanfaatkan properti yang ada sehingga lebih hemat. Atas kejadian itu, saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama,” katanya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROBOLINGGO

Ketua DPR Prihatin Murid TK Bercadar di Probolinggo

Published

on

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Jatimraya.com, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan prihatin pada perlakuan terhadap murid-murid perempuan taman kanak-kanak (TK) yang dipakaikan kostum hitam bercadar dan menenteng mainan berupa replika senjata laras panjang.

“Memerintahkan anak-anak di bawah umur memakai kostum hitam bercadar dan mainan menenteng replika senjata, memberikan persepsi tidak baik. Perlakukan seperti itu dapat merusak pemikian anak-anak dan dapat menimbulkan persepsi tidak baik,” kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (19/8/2018).

Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet mengatakan hal itu menaggapi kegiatan karnaval anak-anak TK Kartika V di Probolinggo, Jawa Timur, pada pawai budaya memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/8).

Foto dan video kegiatan karnaval murid TK Kartika V Probolinggo pada pawai budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo itu ramai diunggah di media sosial dan menjadi viral.

Menurut Bambang, memperlakukan muri-murid TK dengan kostum dan asesoris mainan seperti itu tidak dibenarkan. Bamsoet mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Pemerintah Daerah, untuk dapat memastikan bahwa kejadian memakaikan kostum hitam bercadar dan menenteng mainan replika senjata seperti itu tidak terulang lagi.

“Perlakuan seperti itu tidak mendidik. Sebagai tontonan pun tidak pantas. Perlakuan seperti itu dapat merusak persepsi anak, karena berpotensi mencabut pemikiran mereka dari dunia anak-anak,” ujarnya.

Poitisi Partai Golkar ini menegaskan, bahwa orang tua murid dan para guru untuk tetap membiarkan anak-anak bermain di dunianya yakni bermain dan belajar, tidak membawa anak-anak ke dunia orang dewasa. (riz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROBOLINGGO

Ribuan Pengunjung Padati Jazz Gunung Bromo

Published

on

Grup musik Kramat Percussion tampil pada pagelaran Jazz Gunung di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (27/7/2018).

Jatimraya.com, Probolinggo – Ribuan pengunjung padati Jazz Gunung Bromo yang digelar di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, selama tiga hari sejak Jumat (27/7/2018) hingga Minggu (29/7/2018).

“Jumlah pengunjung baik wisatawan mancanegara maupun domestik per harinya mencapai 2.000 orang karena kapasitas Amfiteater juga sangat terbatas, sehingga diprediksi selama tiga hari digelar Jazz Gunung Bromo dipadati sekitar 6.000 orang,” kata Media Relation Jazz Gunung Bromo Aldila Karina di Probolinggo, Sabtu (27/7/2018).

Jazz Gunung Bromo sudah digelar hingga 10 kali atau memasuki satu dasawarsa, sehingga jazz gunung tersebut digelar selama tiga hari karena biasanya jazz Gunung Bromo hanya digelar selama dua hari.

“Selain itu, tema keberagaman dengan menampilkan berbagai musisi tidak hanya dari genre jazz saja seperti pop, reggae, soul, dan R&B juga disuguhkan dalam atraksi Jazz Gunung Bromo 2018,” tuturnya.

Pada hari pertama, sejumlah musisi jazz yang menghibur penonton di antaranya Jungle by Night asal Belanda, Kramat Ensamble Percussion, Tohpati Bertiga, Tropical Transit, Barry Likumahuwa, dan Andre Hehanusa yang membuat suasana dingin Gunung Bromo menjadi sedikit hangat.

Pria bernama lengkap Andre Ronal Benito Hehanussa Yance itu membawakan sejumlah lagu yakni lagu Masih Ada Getaran, Sio Mama, Rasa Sayange, Kuta Bali dan Bidadari yang membuat penonton terpesona.

Penonton pun dibuat terlena dan seakan tidak merasakan cuaca dingin di Gunung Bromo yang bersuhu sekitar 12 derajat celcius hingga 5 derajat celcius pada malam harinya, sehingga jazzmania sangat menikmati musik jazz yang dibawakan sejumlah musisi.

“Masing-masing musisi punya performance yang cukup atraktif, sehingga cuaca dingin di Gunung Bromo seakan tidak mempengaruhi antusias penonton untuk menikmati alunan musik Jazz Gunung Bromo tersebut,” katanya.

Jazz Gunung Bromo yang digelar di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan perekonomian di wilayah setempat dan tentunya meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo.

“Kunjungan wisatawan ke Bromo meningkat saat Jazz Gunung Bromo digelar dan hal tersebut terlihat penuhnya homestay yang disewa para wisatawan dalam konser jazz gunung tersebut,” kata Camat Sukapura Yulius Christian. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending