Connect with us

BOJONEGORO

Pemerintah Berdayakan Organisasi Remaja Desa Pusat Konseling

Published

on

Pemerintah berusaha memberdayakan organisasi remaja di tingkat desa sebagai pusat konseling.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Kepala Seksi Bina Ketahanan Remaja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) Bojonegoro Siti Urifaturosyidah mengatakan Pemerintah berusaha memberdayakan organisasi remaja di tingkat desa sebagai pusat konseling.

“Organisasi remaja berupa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). PIK-R adalah salah satu wadah kegiatan remaja yang akan menuntun mereka pada kegiatan-kegiatan positif, dan melatih mereka menjadi generasi berencana sejak dini,” kata dia dalam diskusi bersama remaja di Kecamatan Gayam, Bojoengoro, Jawa Timur, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, apabila tidak dapat menyikapi dengan baik, maka generasi muda akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, dibutuhkan kerjasama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Namun dengan mudahnya teknologi informasi di era digital ini, terkadang remaja lepas kendali,” ucapnya.

PIK-R diharapkan bisa menyebarkan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, masalah seksualitas, HIV/AIDS, NAPZA, serta persiapan berkeluarga bagi remaja.

Di Kabupaten Bojonegoro, Uri menilai PIK-R Kecamatan Gayam sangat aktif. Bahkan seluruh desa di Kecamatan Gayam sudah mengeluarkan SK Kades sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas positif para remaja ini.

Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pattiro Surakarta Wiwik Nurwidiyanti menjelaskan munculnya PIK-R di Kecamatan Gayam berkat prakarsa operator Lapangan Migas Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Pada mulanya, kata dia, EMCL memprakarsai program kesehatan remaja. Bekerjasama dengan Pattiro Surakarta, kemudian EMCL mendukung untuk melanjutkan program pemberdayaan remaja melalui pembentukan dan pendampingan PIK-R.

“Alhamdulillah semua pihak, termasuk Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat mendukung program ini, paparnya.

Sebagai bagian dari Program Pemerintah, PIK-R merupakan suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

“Dalam program ini, agar berkelanjutan, kita buat PIK-R sebagai wahan diskusi dan berkreasi bagi remaja di desa yang selama ini belum terfasilitasi dengan baik,” ucapnya.

Perwakilan EMCL Galih Tiara mengatakan peningkatan taraf kesehatan masyarakat sangat menjadi perhatian EMCL. Kami ingin mendukung Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia sebagai indikator kesejahteraan, katanya.

Ia menambahkan EMCL juga melakukan berbagai upaya lain dalam berbagai program kesehatan lainnya. Hingga saat ini, kata dia, EMCL sudah mengembangkan 20 poliklinik desa (polindes), melatih lebih dari 100 bidan desa, memberikan makanan tambahan bagi lebih dari 1.600 balita, dan mendirikan Puskesmas Kecamatan Gayam baru-baru ini.

“Kita juga mendukung peningkatan kesehatan dengan program jamban sehat, yang sekarang ini sudah lebih dari 3.300 jamban diberikan,” tutur dia. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOJONEGORO

Bojonegoro Berpotensi Gempa karena Dilewati Sesar

Published

on

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Jatimrayaa.com, Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan daerah itu memiliki potensi gempa karena dilewati sesar di zona Kendeng di wilayah selatan, dan sesar di zona Rembang wilayah utara yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban dan Blora, Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Kamis (11/10/2018), menjelaskan wilayahnya diketahui memiliki potensi gempa berdasarkan dokumen kajian risiko bencana 2017-2012 yang dikeluarkan BNPB. “Dokumen kajian risiko bencana yang dikeluarkan BNPB kami terima awal 2018,” kata dia.

Berdasarkan dokumen itu, wilayah yang dilewati sesar zona Kendeng yaitu memanjang mulai Kecamatan Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Gondang, Bubulan dan Temayang, hingga kemudian ke arah Kabupaten Nganjuk dan Jombang.

Selain itu, wilayah yang dilewati sesar adalah zona Rembang, yaitu di Kecamatan Kedewan dan Malo, yang berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kemudian ke arah Tuban.

Berdasarkan kajian yang ada bahwa potensi gempa disebabkan keberadaan dua sesar itu tidak sebesar gempa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), karena sesar di zona Kendeng dan Rembang, pergeserannya kecil dibandingkan sesar Koro Palu. “Kalau pergeseran sesar besar maka potensi gempa juga besar, begitu sebaliknya,” katanya.

Meski demikian, BPBD akan mengabarkan potensi gempa di daerahnya kepada masyarakat, disamping memasukkan potensi gempa dalam daftar potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayahnya.

Paling tidak, masyarakat yang membangun di garis kedua sesar harus waspada, karena di wilayahnya memiliki potensi gempa. “BPBD akan memasukkan potensi bencana gempa dalam daftar bencana yang bisa terjadi, meskipun kejadian gempa tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Sebelum ini, kata dia, BPBD mencatat ada sembilan bencana yang masuk daftar ancaman bencana di wilayahnya, antara lain, banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, selain juga bencana kegagalan industri karena adanya industri migas.

Dari data yang diperoleh Antara menyebutkan gempa berkekuatan 4 skala richter pernah terjadi di Kecamatan Gondang, pada awal 2016.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, memperkirakan pusat gempa di Desa Jari, Kecamatan Gondang, berada di lokasi dangkal berkedalaman berkisar 1-30 kilometer.

Ketika itu, gempa dirasakan warga di Desa Jari dan sekitarnya, dan di Desa Jari, kemudian muncul semburan lumpur bercampur air dan gas. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

Anggaran di Bojonegoro Cukup untuk Pengadaan Air

Published

on

Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta dari APBD 2018 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta dari APBD 2018 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih mencukupi untuk pengadaan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Rabu (10/10/2018), menjelaskan alokasi anggaran Rp200 juta itu cukup untuk pengadaan air bersih dengan jumlah sekitar 500 tangki air.

Dalam pengadaan air bersih, kata dia, anggaran yang tersedia untuk membayar tenaga pengemudi truk tangki, juga membayar air kepada PDAM.

Saat ini, kata dia, BPBD sudah mendistribusikan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan dengan jumlah 211 tangki (5.000 per tangki).

“Ya anggaran yang ada masih aman untuk pengadaan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Pendistribusian air bersih dengan tiga truk tangki rata-rata air yang didistribusikan enam tangki per harinya ,” katanya menjelaskan.

Sesuai rencana, menurut dia, BPBD akan menghentikan pendistribusian air bersih bagi warga yang daerahnya mengalami kekeringan akhir Oktober.

Pertimbangannya sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, daerahnya masuk musim hujan dasarian I-III Nopember.

“Sekarang ini sudah masuk musim peralihan dari kemarau ke musim hujan,” ucapnya.

Data di BPBD setempat menyebutkan sebanyak 19.204 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 30.487 jiwa di 59 desa (103 dusun) yang tersebar di 16 kecamatan, mengalami kesulitan air bersih per 9 September.

“Warga yang kesulitan air bersih masih terus bertambah,” ucapnya.

Daerah yang terbanyak mengalami kesulitan air bersih, antara lain, Kecamatan Sugihwaras (10 desa), Ngasem (sembilan desa), Sumberrejo (delapan desa), Kasiman (empat desa), Kasiman (empat desa), dan Bubulan (tiga desa).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD MZ. Budi Mulyono, menjelaskan sejumlah lembaga, seperti kepolisian resor (polres), Kantor Pos, juga kontraktor migas ikut membantu pengadaan air bersih.

“Kontraktor migas ikut mendistribusikan air bersih di sekitar desa di wilayah operasinya masing-masing,” ucapnya.

Ia menambahkan warga yang memperoleh pendistribusian air bersih itu, karena sumurnya sudah mengering, tapi masih bisa memperoleh air di tempat lain dengan jarak berkisar 1-4 kilometer. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

BPBD Bojonegoro Perkirakan Warga Kesulitan Air Bertambah

Published

on

Sejumlah warga di Desa Geger, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, yang daerahnya mengalami kekeringan antre air bersih.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan warga di daerahnya yang kesulitan air bersih akan terus bertambah, karena berdasarkan prakiraan musim hujan di daerah setempat mulai Nopember.

“Kalau perkiraan kami desa yang mengalami kekeringan dampak kemarau masih akan terus bertambah,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Selasa (2/10/2018).

Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, di daerahnya masuk musim hujan pada dasarian I-III Nopember.

Oleh karena itu, menurt dia, BPBD akan mendistribusikan air bersih kepada warga yang kesulitan air bersih dengan batas terakhir akhir Oktober.

“Pendistribusian air bersih rata-rata enam tangki (per tangki 5.000 liter) per harinya,” ucapnya.

Sesuai data di BPBD setempat menyebutkan kemarau mengakibatkan 50 desa yang tersebar di 15 kecamatan dengan jumlah 17.382 jiwa (13.881 kepala keluarga/KK) kesulitan air bersih.

Lokasi warga yang kesulitan air bersih, antara lain, di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, Temayang, Ngasem, Tambakrejo, dan Sukosewu.

“Jumlah warga yang kesulitan air bersih jumlahnya lebih dari data yang masuk. Sebab, tidak semua kecamatan melaporkan jumlah warga yang kesulitan air bersih,” ujarnya.

Ia menyebutkan alokasi anggaran untuk pengadaan air bersih dari APBD 2018 sebesar Rp200 juta. Alokasi anggaran itu cukup untuk pengadaan air bersih sebanyak 500 tangki.

“BPBD saat ini sudah mendistribusikan 193 tangki. Ya alokasi anggaran untuk pengadaan air bersih masih aman untuk mencukupi kebutuhan warga yang kesulitan air bersih,” ucapnya menambahkan.

Untuk hari ini, BPBD mendistribusikan air bersih ke Desa Mojorejo, Kesongo di Kecamatan Kedungadem, Desa Sugihwaras, Wedoro, Alasgung dan Panunggalan di Kecamatan Sugihwaras.

Ia juga menyebutkan dalam pengadaan air bersih juga memperoleh bantuan kepolisian resor (polres), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Kantor Pos, juga pihak lainnya.

“Pihak swasta diperbolehkan ikut mendistribusikan air bersih. Tapi seyogyanya dikoordinasikan dengan BPBD agar pendistribusian air bersih bisa berjalan dengan baik,” ucapnya. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending