Connect with us

SEKTOR RIIL

Pemkab Situbondo Panen Perdana Padi Perlakuan Organik

Published

on

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi saat panen perdana padi perlakuan organik di Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo.

Jatimraya.com, Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar panen perdana tanaman padi dengan perlakuan organik yang menjadi percontohan bagi para petani Kota Santri itu guna beralih ke pola tanam menggunakan pupuk organik.

“Tujuan utama menggunakan pola tanam padi dengan perlakuan organik yakni untuk mengembalikan kesuburan tanah yang selama ini menggunakan pupuk berbahan kimia,” ujar Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi di sela kegiatan panen perdana padi perlakuan organik di Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Senin (16/4/2018).

Dengan menggunakan pola tanam padi menggunakan pupuk organik, lanjut dia, diharapkan para petani sadar akan pentingnya kembali menggunakan pupuk alami (organik) untuk mengembalikan kesuburan tanah di areal persawahan yang saat ini kondisinya sudah mulai rusak akibat pupuk kimia.

Selain itu, katanya, harapan lainnya produktivitas tanaman padi dengan perlakuan organik bisa tumbuh dan terus berkembang atau bertambah produksinya secara bertahap sejak awal tanaman padi menggunakan pupuk organik.

“Kami mengimbau agar petani yang masih menggunakan limbah dan pupuk organik untuk kembali dengan pola petani jaman dahulu atau kembali ke organik,” katanya.

Sementara Riki Nugroho, petugas Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Situbondo mengatakan bahwa dengan pola tanam organik akan maksimal produktivitasnya setelah lima hingga delapan kali panen.

“Kalau awal panen biasanya menghasilkan empat hingga lima ton gabah per hektarenya. Karena dengan pola tanam organik akan normal setelah mengalami proses tanam organik dan untuk rendemennya Insha Allah sampai 60 persen atau per kwintalnya bisa menghasilkan beras 60 kilogram,” paparnya.

Dari data diperoleh, panen perdana padi perlakuan organik seluas satu hektare lebih itu merupakan milik wakil bupati. Dalam kegiatan tersebut juga diundang para petani desa setempat yang bertujuan agar petani beralih ke organik.

Kegiatan itu juga bertujuan agar program Pemerintah Kabupaten Situbondo 10.000 Tanaman Padi Organik 2018, tercapai. (nov/zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Soekarwo Surati Presiden Minta Pengaktifkan Jembatan

Published

on

Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Jatimraya.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo meminta untuk pengaktifan jembatan timbang yang ada di sejumlah titik di wilayahnya.

“Saya sudah tanda tangani dan kirim surat ke Pak Presiden,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Senin (23/4/2018).

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengaku sebelumnya juga sudah mengirimkan surat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tapi kemudian diubah dan mengirimkannya ke Jokowi.

Dalam surat tersebut, kata dia, intinya meminta kepada Presiden untuk mengaktifkan 20 jembatan timbang yang tersebar di Jatim agar mampu mengontrol tonase muatan truk besar.

“Salah satu penyebab ambrolnya Jembatan Widang, Tuban, salah satu analisisnya karena truk-truk bermuatan besar yang lewat. Bahkan, dalam laporannya truk yang melintas beratnya 130 ton. Inikan sangat berbahaya,” ucapnya.

Permintaan pengaktifan jembatan timbang oleh orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut tidak lepas dari peralihan kewenangan pengelolaan jembatan timbang yang ditarik ke pusat sehingga praktis banyak tidak aktif.

Sementara itu, Pakde Karwo juga mengaku telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat untuk mengecek seluruh jembatan nasional yang ada di Jatim.

Tak hanya jembatan lama, lanjut dia, jembatan baru nasional yang dikelola Pemerintah Pusat juga dimintanya untuk dicek.

Sebelumnya, Gubernur berharap pembangunan Jembatan Widang di Kabupaten Tuban yang ambrol pada Selasa (17/4) selesai 15 hari sebelum atau H-15 Lebaran 2019.

Tak itu saja, mantan Sekdaprov Jatim itu tak menginginkan distribusi barang di wilayahnya terganggu akibat jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan tersebut ambrol. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Sejumlah Tiket KA Tambahan Lebaran Habis Dipesan

Published

on

Sejumlah tiket kereta api (KA) Tambahan Lebaran yang disiapkan oleh PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya telah habis dipesan penumpang.

Jatimraya.com, Surabaya – Sejumlah tiket kereta api (KA) Tambahan Lebaran yang disiapkan oleh PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya telah habis dipesan penumpang, khususnya untuk keberangkatan tanggal 17-24 Juni 2018.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko di Surabaya, Selasa (17/4/2018) mengatakan berdasarkan data pemesanan daring beberapa KA Tambahan Lebaran yang tiketnya habis dipesan antara lain KA Matarmaja Lebaran tanggal 17-24 Juni 2018, KA Kertajaya Lebaran 18-24 Juni 2018, serta KA Pasundan Lebaran 18-24 Juni 2018.

“Sedangkan untuk KA Gajayana Lebaran, KA Sembrani Lebaran, dan Sancaka Lebaran masih ada semua. Dan tiket itu rata-rata keberangkatan dari Jakarta/Bandung yang cukup tinggi, sedangkan untuk wilayah Daop 8 animonya masih kecil,” katanya.

Gatut meminta masyarakat yang akan memesan tiket KA Tambahan Lebaran agar melakukan pengecekan secara berkala di laman penjualan atau pusat layanan PT KAI, sebab jika ada yang batal atau belum bayar setelah satu jam maka tiket tersebut akan muncul kembali.

“Untuk KA reguler, secara umum sampai saat ini dari jumlah total tempat duduk KA jarak jauh dan menengah (tidak termasuk KA lokal) telah terjual sebanyak 42,91 persen, sehingga masih banyak tiket khususnya KA reguler yang masih tersedia dengan berbagi rute dan tanggal tertentu,” katanya.

Sebelumnya, PT KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan enam KA Tambahan Lebaran dengan tiket sebanyak 8.172 tempat duduk per hari.

Enam KA Tambahan itu, KA Gajayana Lebaran, KA Sembrani Lebaran, KA Sancaka Lebaran, KA Pasundan Lebaran, dan KA Matarmaja Lebaran serta KA Kertajaya Lebaran.

“Enam KA Tambahan itu mulai beroperasi di tanggal yang bervariasi. Sebagian besar mulai beroperasi pada 8 Juni hingga 25 Juni 2018. Namun ada KA yang beroperasi lebih awal, yakni Kertajaya Lebaran yang mulai dioperasikan mulai tanggal 5 Juni 2018 hingga 26 Juni 2018,” kata dia, seperti dikutip Antara. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JEMBER

Bulog Jember Serap 16.918 Ton Setara Beras

Published

on

Badan Urusan Logistik (Bulog).

Jatimraya.com, Jember – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Jember menyerap beras petani sebanyak 16.918 ton setara beras hingga 9 April 2017 dan target yang dipatok Bulog setempat untuk pengadaan beras tahun 2018 sebanyak 113.000 ton setara beras.

“Bulog Jember akan melakukan penyerapan beras dan gabah petani secara maksimal tahun ini dengan target rincian yakni serapan beras premium dan medium mencapai 103.000 ton, sedangkan sisanya serapan gabah,” kata Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Dwiana Puspita Sari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, petugas Bulog gencar turun ke lapangan untuk membeli gabah/beras petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015.

“Kami juga melakukan sinergi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura, serta Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember dalam melaksanakan serapan beras/gabah di lapangan,” tuturnya.

Berdasarkan Inpres No 5 tahun 2015 yang merupakan inpres terakhir soal HPP gabah dan beras menyebutkan HPP untuk gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogram, sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) ditetapkan sebesar Rp4.600 kilogram, dan HPP untuk beras sebesar Rp7.300 per kilogram.

“Puncak panen raya di Jember terjadi pada Maret 2018, namun pada April 2018 masih ada sejumlah wilayah yang masih panen, sehingga petugas Bulog bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyerap gabah/beras petani,” katanya.

Ia menjelaskan realisasi serapan beras dan gabah petani yang dilakukan Bulog Jember pada tahun 2017 sebesar 97.823 ton setara beras dari target 72.000 ton setara beras atau mencapai 134 persen dari target yang dipatok Bulog pusat.

“Dengan melakukan kerja sama yang baik seperti tahun lalu, kami berharap tahun ini sinergi tersebut juga sukses melakukan penyerapan beras dan gabah petani semaksimal mungkin, sehingga target yang dipatok Bulog pusat sebesar 113.000 ton setara beras dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Jumantoro berharap Bulog tidak menutup mata dengan kualitas gabah atau beras petani yang baik, sehingga membeli gabah/beras petani dengan harga yang layak dan tidak menggunakan HPP.

“HPP itu sudah tidak relevan karena Inpres tersebut dikeluarkan pada tahun 2015, sehingga kami berharap pemerintah menetapkan HPP baru dan Bulog memberikan harga yang layak terhadap komoditas pangan yang dijual petani,” katanya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending