Connect with us

LAMONGAN

Gelar Haul yang Dihadiri Prabowo, Begini Histori Pondok Pesantren Sunan Drajat

Published

on

Pengasuh pondok pesantren KH Abdul Ghofur, bersama santri Ponpes Sunan Drajat.

Jatimraya.com, Lamongan – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menghadiri haul Pondok Pesantren Sunan Drajat didirikan pada tanggal 7 September 1977 di desa Banjarwati Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.

Bagaimana profil dan sejarah pondok pesantren memang mempunyai ikatan historis, psikologis, dan filosofis yang sangat lekat dengan nama Kanjeng Sunan Drajat? Begini historisnya

BACA JUGA : Prabowo akan Hadiri Haul Ponpes Sunan Drajat, Begini Persiapannya

Pondok pesantren ini didirikan oleh KH Abdul Ghofur. Memang pesantren ini memang mempunyai ikatan historis, psikologis, dan filosofis yang sangat lekat dengan nama Kanjeng Sunan Drajat.

Sunan Drajat mendirikan pondok pesantren di suatu petak tanah, yang kini terletak di areal Pondok Pesantren Putri Sunan Drajat

Secara geografis, bangunan pondok tepat berada di atas reruntuhan pondok pesantren peninggalan Sunan Drajat yang sempat menghilang dari percaturan dunia Islam di Jawa selama beberapa ratus tahun.

Pondok Pesantren Sunan Drajat termasuk salah satu pondok pesantren yang memiliki nilai historis yang amat panjang karena keberadaan pesantren ini tak lepas dari nama yang disandangnya, yakni Sunan Drajat.

Pages: 1 2 3 4 5 6


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LAMONGAN

Kebakaran Stadion Surajaya Lamongan Diduga Konsleting Listrik

Published

on

Kebakaran Stadion Surajaya Lamongan.

Jatimraya.com, Lamongan – Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menduga kebakaran yang terjadi di sisi Utara Stadion Surajaya, atau Jalan Panglima Sudirman akibat konsleting listrik dari kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi tersebut.

Pemicu kebakaran itu diduga karena adanya konsleting listrik dari kabel PJU,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat di konfirmasi di Lamongan, Jumat (12/10/2018).

Ia menambahkan, api sempat membesar karena menyapu tumpukan kayu bekas proyek pembangunan tribun selatan bagian Barat.

Ia menerangkan tim penyidik Polres Lamongan hingga kini masih melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Terkait dugaan awal munculnya api pada kasus kebakaran di Stadion Surajaya, kami akan memintai keterangan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar dugaan lainnya kebakaran karena putung rokok yang dibuang di sembarang tempat dan mengenai tumpukan bambu bekas proyek bangunan stadion Surajaya.

“Namun kini api sudah dipadamkan, atau satu jam setelah dua unit Pemadam Kebakaran datang ke lokasi dengan dibantu warga dan pekerja bangunan serta anggota Kodim 0812 Lamongan,” lanjutnya.

Sementara itu, laporan kebakaran sebelumnya diterima Polres Lamongan pukul 05.15 WIB, setelah warga dan pekerja stadion melihat adanya kepulan asap dan api yang berasal dari tumpukan bambu bekas proyek bangunan stadion yang sudah terbakar, selanjutnya warga dan pekerja bangunan bersama-sama memadamkan api dengan alat seadanya.

Untuk kerugian diperkirakan hanya secara material berupa bahan bangunan dan bambu bekas bangunan habis, dengan total diperkirakan Rp5 juta. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DESTINASI

Festival “Sego Boranan” Siapkan 15 Ribu Rajian

Published

on

Bupati Lamongan, Fadeli.

Jatimraya.com , Lamongan – Festival “Sego Boranan”, yakni makanan khas Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akan menyiapkan 15 ribu sajian atau porsi di Alun-alun di pusat kota Lamongan, pada Sabtu (26/5/2018).

Bupati Lamongan, Fadeli di Lamongan, Rabu mengatakan, festival digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-449, dan akan menghadirkan sebanyak 150 pedagang sego boranan dengan masing-masing pedagang menyiapkan 100 pincuk sajian, sehingga akan ada 15 ribu sajian Sego Boranan yang bisa dinikmati untuk berbuka puasa masyarakat.

“Penataan penjual Sego Boranan akan dibuat sedemikian rupa sehingga menarik. Kemudian yang terpenting setiap penjual Sego Boranan yang dihadirkan dalam festival itu menyediakan masing-masing sebanyak 100 sajian,” katanya.

Fadeli mengatakan, Festival Sego Boranan ini kali pertama digelar, dan merupakan kuliner khas yang hanya ada di Lamongan. Hal itu telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sosial kultur masyarakat Lamongan.

“Rencananya banyak warga Lamongan dari perantauan atau luar negeri akan tiba, dan mereka secara khusus mudik ke Lamongan untuk bisa hadir dan menjadi bagian dalam festival ini,” katanya.

Sementara itu, kuliner khas Sego Boranan memiliki keunikan karena hanya dibuat oleh warga di Dusun Kaotan Dusun Sumberejo, Kecamatan Lamongan, dan selama berpuluh-puluh tahun kuliner ini juga hanya dijual di Kabupaten Lamongan.

Meski saat ini sudah ada beberapa penjual yang mulai menjajakannya keluar Kota Lamongan, namun masih sebatas di kecamatan tetangga, sehingga Sego Boranan tidak seberapa terkenal seperti Soto Lamongan.

Dinamakan Sego Boranan, karena nasinya diletakkan dalam wadah bambu yang disebut boran, dan kerap dihidangkan dalam pincuk daun pisang dengan beragam lauk pilihan, mulai ikan gabus, bandeng, ayam, hingga yang paling khas ikan sili asap.

Nasi dan lauk dalam menu Sego Boranan dilumuri dengan sambel boran yang terkenal pedas, didampingi toping sayur kerawu, empok dan rempeyek. (mal)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LAMONGAN

Prabowo akan Hadiri Haul Ponpes Sunan Drajat, Begini Persiapannya

Published

on

Haul Ponpes Sunan Drajat digelar selama 15 hari, dibuka oleh pengasuh Ponpes, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur.

Jatimraya.com, Lamongan – Gebyar keceriaan nampak menghiasi wajah santri putra dan putri Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Banjaranyar Paciran Lamongan menjadi hari yang dinanti-nanti.

Rencananya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Djoyohadikusumo akan ke pondok pesantren Sunan Drajat di Paciran, Lamongan untuk menghadiri haulnya.

BACA JUGA : Gelar Haul yang Dihadiri Prabowo Begini Histori Pondok Pesantren Sunan Drajat

Pembukaan Haul Akbar Pondok Pesantren Sunan Drajat ke-XXVI. Pembukaan yang dilaksanakan di Timur lapangan Audioturium PPSD dihadiri oleh segenap kepengurusan yayasan dan pengurus kantor Kabupaten Lamongan.

Acara haul dibuka dengan doa dari pengasuh Ponpes Sunan Drajat Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur

Acara terlihat begitu meriah dengan iringan sholawat dari grup rebana pondok sejak dibuka pada hari Kamis (3/5/2018)

Terlihat keramaian sudah memadati kawasan pondok. Mulai dari pedangan, stand bazar, kios santri, pasar malam yang dari jauh-jauh hari sebelum dibukannya Haul.

Keceriaan acara tersebut lebih meriah lagi dengan kedatangan Bapak Fadhil sebagai camat Paciran.

Beliau memaparkan sedikit tentang ketakjuban dan kemegahannya Haul PPSD, begitu istimewa dengan kegiatan-kegiatan yang tidak henti-henti selama 13 hari kedepan.

Seperti dilansir dari situs Ponpes Sunan Drajat, acara tersebut dibuka dengan doa dari pengasuh Ponpes Sunan Drajat Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur. (bud)

Ikuti terus berita-berita safari politik Prabowo Subianto ke berbagai daerah, dalam rubrik PRABOWO MENYAPA di Indonesiaraya.co.id,
atau klik Prabowomenyapa.com.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending