Connect with us

JEMBER

Korupsi Hibah Ternak Jember Dilimpahkan ke JPU

Published

on

Kasus dugaan korupsi yang menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka memasuki tahap dua.

Jatimraya.com, Jember – Kasus korupsi dana hibah kelompok ternak di Kabupaten Jember yang menetapkan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka dilimpahkan dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kasus dugaan korupsi yang menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka memasuki tahap dua, yakni dari jaksa penyidik dilimpahkan ke JPU sekaligus barang buktinya,” kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Hardian Rahardi di Jember, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya berdasarkan perhitungan auditor BPKP perwakilan Jawa Timur disebutkan kerugian yang disebabkan perbuatan tersangka sebesar Rp1.045.000.000 dan pihak Kejari juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Hewan ternak yang berhasil diamankan dari peternak 13 ekor sapi dan enam ekor kambing yang disita sebagai barang bukti untuk mengurangi kerugian keuangan negara,” tuturnya.

Ia mengatakan tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya selaku anggota dewan dan meminta tim anggaran Pemkab Jember untuk memberikan hibah ke beberapa kelompok ternak dari usulan anggota dewan.

“Beradasarkan hasil penelusuran, bantuan tersebut diberikan pada pihak-pihak yang tidak berhak atau tidak tepat sasaran, sehingga berbeda dengan pengajuan proposal,” katanya.

Dana hibah tersebut kemudian diberikan bukan pada kelompok ternak, tetapi pada perorangan dan penyerahanya melalui pihak ketiga, dan ditemukan indikasi pemotongan, sehingga terjadi kerugian negara.

“Setelah ini, dalam 20 hari ke depan kami menyiapkan dakwaan untuk melanjutkan proses pelimpahan dari Kejari ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” ujarnya.

Kejari Jember menetapkan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah kelompok ternak tahun 2015 sebesar Rp33 miliar. Kejari juga melakukan penahanan badan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut pada pertengahan Februari 2018. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JEMBER

Bulog Jember Serap 16.918 Ton Setara Beras

Published

on

Badan Urusan Logistik (Bulog).

Jatimraya.com, Jember – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Jember menyerap beras petani sebanyak 16.918 ton setara beras hingga 9 April 2017 dan target yang dipatok Bulog setempat untuk pengadaan beras tahun 2018 sebanyak 113.000 ton setara beras.

“Bulog Jember akan melakukan penyerapan beras dan gabah petani secara maksimal tahun ini dengan target rincian yakni serapan beras premium dan medium mencapai 103.000 ton, sedangkan sisanya serapan gabah,” kata Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Dwiana Puspita Sari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, petugas Bulog gencar turun ke lapangan untuk membeli gabah/beras petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015.

“Kami juga melakukan sinergi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura, serta Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember dalam melaksanakan serapan beras/gabah di lapangan,” tuturnya.

Berdasarkan Inpres No 5 tahun 2015 yang merupakan inpres terakhir soal HPP gabah dan beras menyebutkan HPP untuk gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogram, sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) ditetapkan sebesar Rp4.600 kilogram, dan HPP untuk beras sebesar Rp7.300 per kilogram.

“Puncak panen raya di Jember terjadi pada Maret 2018, namun pada April 2018 masih ada sejumlah wilayah yang masih panen, sehingga petugas Bulog bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyerap gabah/beras petani,” katanya.

Ia menjelaskan realisasi serapan beras dan gabah petani yang dilakukan Bulog Jember pada tahun 2017 sebesar 97.823 ton setara beras dari target 72.000 ton setara beras atau mencapai 134 persen dari target yang dipatok Bulog pusat.

“Dengan melakukan kerja sama yang baik seperti tahun lalu, kami berharap tahun ini sinergi tersebut juga sukses melakukan penyerapan beras dan gabah petani semaksimal mungkin, sehingga target yang dipatok Bulog pusat sebesar 113.000 ton setara beras dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Jumantoro berharap Bulog tidak menutup mata dengan kualitas gabah atau beras petani yang baik, sehingga membeli gabah/beras petani dengan harga yang layak dan tidak menggunakan HPP.

“HPP itu sudah tidak relevan karena Inpres tersebut dikeluarkan pada tahun 2015, sehingga kami berharap pemerintah menetapkan HPP baru dan Bulog memberikan harga yang layak terhadap komoditas pangan yang dijual petani,” katanya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JEMBER

“Jember Open Marching Band” Dipromosikan di Belanda

Published

on

Jember Open Marching Band.

Jatimrata.com, Jember – Kegiatan “Jember Open Marching Band Competition” akan dipromosikan di Belanda dan Eropa, sehingga diharapkan anggota marching band di beberapa negara Eropa dapat mengikuti kejuaraan marching band yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kami sedang menjalin kerja sama dengan pihak panitia kejuaraan internasional color guard, percussion, dan brass tingkat Eropa atau Color Guard Netherland (CGN) yang telah digelar di Belanda 24-25 Maret 2018,” kata CEO Jember Open Marching Band Competition (JOMC) Tri Basuki di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya CGN saat ini mengembangkan kejuaraan marching band hingga ke Asia, sehingga Asia Marching Band Confederation (AMBC) juga menangkap peluang tersebut untuk melakukan kerja sama berbagai kegiatan marching band, termasuk di Kabupaten Jember.

“Saya juga memperkenalkan Kota Jember,JOMC dan Jember Marching Band kepada President CGN Paul Doop untuk dapat membantu mempromosikan JOMC pada unit marching band baik di Belanda maupun negara-negara lainnya di Eropa untuk dapat bergabung dalam kejuaraan marching band di Jember kedepan,” tuturnya.

Namun sebaliknya, lanjut dia, pihak CGN berharap Jember Open Marching Band Competition dan Asia Marching Band Confederation dapat membantu kegiatan CGN di Amsterdam, Belanda, sehingga diharapkan terjalin kerja sama yang baik.

Tri Basuki yang menjabat Vice president Asia Marching Band Confederation mengatakan kerja sama semua pihak dengan melibatkan JOMC, Persatuan Drum Band Indonesia, AMBC dengan CGN diharapkan dapat membawa dampak postif bagi perkembangan marching band di Indonesia.

Kegiatan internasional “Jember Open Marching Band Competition” (JOMC) VI tahun 2017 diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari empat negara yakni Indonesia, Thailand, Jepang, dan Afrika Selatan.

Beberapa peserta dari luar negeri yakni Marching Band Mueang Nakhonratchasima dari Thailand, Marching Band Ashwin Willemse MSB dari Afrika Selatan, dan Marching Band Vast Blaze Percussion dari Jepang.

“Kami berharap jumlah peserta dalam Jember Open Marching Band Competition tahun ini meningkat seiring dengan jalinan kerja sama dengan pihak CGN,” ujarnya. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JEMBER

Jember Miliki 13 Motif Batik Meru Betiri

Published

on

Jatimraya.com, Jember – Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki 13 motif batik tulis yang semuanya bersumber dari kekayaan hayati Taman Nasional Meru Betiri yang diproduksi ibu-ibu di Desa Wonoasri yang merupakan desa penyangga hutan Taman Nasional Meru Betiri.

“Ada 13 motif batik yang telah kami buat yang idenya bersumber dari kekayaan flora Taman Nasional Meru Betiri seperti motif bunga raflesia, cabe jawa, dan blarak atau daun kelapa,” kata Supmini Wardhani yang bertugas menjadi desainer dalam kelompok Kehati Meru Betiri yang merupakan kelompok pembatik yang pembentukannya difasilitasi oleh para peneliti Universitas Jember, Kamis (22/3/2018).

Selain itu, lanjut dia, juga ada motif elang Jawa, sisik trenggiling, dan macan tutul mengambil dari fauna yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, bahkan ada juga motif perpaduan antara flora dengan fauna yakni tawon raflesia.

Kelompok Kehati Meru Betiri beranggotakan 46 anggota yang telah mendapatkan pelatihan membatik selama 14 hari dengan bimbingan guru batik Soediono dari sanggar batik Godhong Mbako, Kabupaten Jember.

Motif batik tulis Meru Betiri tersebut lahir dari program pelatihan membatik yang menjadi salah satu sub program dalam program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang diselenggarakan oleh Universitas Jember, dengan dukungan dana dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas, serta USAID.

“Semua batik diproses dengan pewarnaan alami tanpa bahan kimia. Untuk mendapatkan warna hitam kami menggunakan akar dan batang tanaman mangrove, warna merah dari daun jati, warna krem dari daun tumbuhan Putri Malu, dan pewarna alami lainnya diambil dari bahan alam yang tersedia di lingkungan sekitar kami,” kata tutur Aris Rudiarso yang bertugas memberikan warna setelah kain batik selesai di canting.

Untuk mendapatkan pewarnaan yang maksimal, lanjut dia, selembar kain harus melewati proses pewarnaan minimal enam kali pencelupan dan setiap kali proses pewarnaan membutuhkan waktu sekitar 36 jam.

“Itu untuk satu warna saja dan proses makin lama jika dalam selembar kain batik ada dua warna atau bahkan lebih. Penggunaan pewarna alami inilah yang membuat batik produksi kami umumnya bernuansa warna pastel, tidak ada warna yang mencolok,” tuturnya.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Prof. Achmad Subagio menganjurkan para perajin batik tulis di Desa Wonoasri mulai memperhatikan manajemen rantai pasokan (supply chain management), agar produksi batik dapat berkelanjutan.

“Jangan sampai ketika permintaan batik tulis sudah melonjak justru tidak mampu melayani permintaan karena tentu saja akan mengecewakan konsumen,” katanya.

Menurutnya harus ada pembagian tugas dan peran, sehingga tidak hanya fokus pada peran membatik saja, sehingga harus ada yang mengurusi bahan baku dari kain hingga lilin untuk membatik, ada yang bertugas mempersiapkan bahan pewarna alami hingga yang memasarkan produk.

“Termasuk mulai memikirkan diversifikasi produk seperti dompet batik, taplak batik dan sebagainya agar tidak hanya fokus pada batik tulis untuk pakaian saja. Kami di LP2M siap membantu kajian manajemen rantai pasokan, kreasi produk sampai pemasaran untuk produksi batik tulis di Desa Wonoasri, sehingga kami akan sediakan gerai untuk Kehati Meru Betiri saat Festival Tegalboto nanti,” ujarnya.

Ketua Program Mitigasi Berbasis Lahan Universitas Jember yang juga Wakil Rektor II Universitas Jember Wachju Subchan menjelaskan pemberian pelatihan membatik kepada ibu-ibu di Desa Wonoasri bertujuan memberikan ketrampilan yang menjadi modal untuk mencari tambahan pemasukan sehingga kesejahteraan masyarakat desa penyangga hutan makin meningkat.

“Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan tidak hanya melakukan rehabilitasi hutan saja, tetapi juga memberikan berbagai keterampilan yang berbasis pada potensi desa seperti pembuatan jamu, budidaya semut rang-rang dan batik tulis itu. Harapannya dengan adanya pemasukan tambahan, maka tidak ada lagi perambahan hutan,” tuturnya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending