Connect with us

JEMBER

Aji Imbau Narasumber tidak Berikan THR Jurnalis

Published

on

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Jember, Friska Kalia.

Jatimraya.com,, Jember – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kabupaten Jember, Jawa Timur mengimbau narasumber untuk tidak memberikan tunjangan hari raya kepada para jurnalis karena penyediaan THR bagi jurnalis kewajiban perusahaan media.

“Kami mengimbau kepada seluruh narasumber untuk berhenti memberikan THR kepada jurnalis dalam bentuk apapun, karena hingga kini masih ada narasumber yang melakukan tradisi pemberian THR kepada jurnalis,” kata Ketua AJI Jember, Friska Kalia di Jember, Senin (4/6/2108).

Tradisi pemberian THR, bingkisan, atau parsel menjelang Lebaran kepada jurnalis selain melanggar kode etik jurnalistik, juga berpotensi mempengaruhi independensi jurnalis dalam menulis karya jurnalistiknya.

“Tradisi pemberian THR kepada jurnalis dengan alasan apapun tetap tidak bisa dibenarkan yang berlandaskan pasal 7 ayat 2 UU Pers No 40 Tahun 1999 bahwa wartawan Indonesia menaati kode etik jurnalistik yang artinya wartawan tidak boleh menyalahgunakan profesi dan menerima suap,” tegasnya.

Ia menjelaskan suap yang dimaksud adalah segala bentuk pemberian baik uang, barang dan fasilitas yang bisa mempengaruhi independensi jurnalis, sehingga pemberian THR itu bukan kewajiban narasumber dengan dalih apapun.

“Larangan pemberian THR kepada jurnalis juga sudah ditegaskan oleh Dewan Pers melalui surat edaran Nomor 264/DP-K/V/2018 tentang larangan pemberian THR kepada jurnalis, organisasi pers, dan perusahaan media,” katanya.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut dia, Dewan Pers meminta kepada seluruh elemen untuk menolak ketika ada jurnalis yang datang meminta THR atau bingkisan hari raya untuk tetap menjaga moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menjunjung tinggi profesionalisme jurnalis.

“Pemberian THR kepada jurnalis bukan menjadi kewajiban pejabat publik atau narasumber, melainkan kewajiban perusahan media tempat jurnalis tersebut bekerja. Itu sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan,” ujarnya.

AJI Jember juga akan mengirimkan surat edaran kepada instansi pemerintah di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi terkait adanya larangan pemberian THR kepada jurnalis di wilayah setempat.

“Jika masih ada instansi publik yang memberikan THR kepada jurnalis, maka AJI Jember secara resmi akan meminta penjelasan dan rincian sumber dana THR tersebut, guna menghindari penyalahgunaan dana APBD/APBN,” katanya.

Friska mengatakan AJI Jember juga mengingatkan pengusaha media untuk membayar THR kepada pekerja di perusahaan media paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan media mengabaikan THR untuk jurnalis apapun statusnya baik karyawan tetap ataupun jurnalis yang berstatus kontributor, koresponden, atau yang sudah bekerja minimal 1 bulan.

“AJI Jember mengimbau kepada seluruh jurnalis untuk melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat, apabila tidak menerima THR dari perusahaannya karena sesuai Permenaker tentang THR juga menegaskan sanksi berupa denda dan sanksi adminsitratif bagi perusahaan yang tidak membayar maupun yang terlambat membayar THR,” katanya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JEMBER

Harga Daging Ayam di Jember Melambung Tinggi

Published

on

Harga Daging Ayam di Jember Melambung Tinggi

Jatimraya.com, Jember – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, melambung tinggi Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram karena stok komoditas tersebut berkurang.

“Harga ayam memang naik di luar kewajaran karena pekan lalu masih Rp35.000 per kilogram, namun pekan ini sudah mencapai Rp60.000 per kilogram karena memang pasokan ke pedagang terbatas,” kata Ida, salah seorang pedagang ayam di Pasar Tanjung Jember, Selasa (12/6/2018).

Bahkan harga daging ayam dua hari lalu sempat menembus Rp65.000 per kilogram, padahal harga normalnya daging ayam ras tersebut berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram dan tidak hanya daging ayam ras yang naik, daging ayam kampung pun juga naik.

“Harga ayam kampung diatas Rp70.000 per kilogram, namun sebagian besar masyarakat cenderung membeli daging ayam ras karena lebih murah,” tuturnya.

Petugas pencatat harga di Pasar Tanjung Iskandar mengatakan kenaikan harga daging ayam di pasar induk Jember tersebut melambung tinggi sejak sepekan ini dan kenaikannya cukup signifikan di pasaran.

“Harga daging ayam awalnya berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kemudian naik lagi menjadi Rp50.000 per kilogram dan hingga Senin (11/6) terpantau sebesar Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Ia mengaku masih akan melakukan survei harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tanjung, termasuk harga daging ayam ras dan ayam kampung yang diharapkan tidak merangkak naik lagi.

Tingginya harga daging ayam di pasaran tersebut direspon cepat oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tanjung Jember untuk memantau harga komoditas tersebut.

“Kami sudah lakukan pantauan di Pasar Tanjung Jember, harga daging ayam berkisar Rp47.000 hingga Rp50.000 per kilogram,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari pedagang, lanjut dia, persoalan vaksin yang rusak, sehingga banyak ayam yang mati, sehingga stok ayam berkurang di pasaran dan di sisi lain permintaan cukup tinggi di pasaran menjelang Lebaran.

“Saya juga sudah melakukan konfirmasi kepada Kepala Disperindag Jember menyampaikan bahwa persoalan vaksin sudah normal. Kenaikan harga daging ayam karena para pekerja sudah banyak yang libur, sehingga pemotongan hewan ayam yang melayani pedagang berkurang dan berpengaruh pada stok ayam yang beredar di pasaran,” katanya.

Ia optimistis harga daging ayam akan kembali turun perlahan-lahan karena Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menyampaikan ada pasokan yang cukup besar ke pasar tradisional di Kabupaten Jember, seperti dikutip Antara. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JEMBER

Korupsi Hibah Ternak Jember Dilimpahkan ke JPU

Published

on

Kasus dugaan korupsi yang menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka memasuki tahap dua.

Jatimraya.com, Jember – Kasus korupsi dana hibah kelompok ternak di Kabupaten Jember yang menetapkan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka dilimpahkan dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kasus dugaan korupsi yang menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka memasuki tahap dua, yakni dari jaksa penyidik dilimpahkan ke JPU sekaligus barang buktinya,” kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Hardian Rahardi di Jember, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya berdasarkan perhitungan auditor BPKP perwakilan Jawa Timur disebutkan kerugian yang disebabkan perbuatan tersangka sebesar Rp1.045.000.000 dan pihak Kejari juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Hewan ternak yang berhasil diamankan dari peternak 13 ekor sapi dan enam ekor kambing yang disita sebagai barang bukti untuk mengurangi kerugian keuangan negara,” tuturnya.

Ia mengatakan tersangka diduga menyalahgunakan kewenangannya selaku anggota dewan dan meminta tim anggaran Pemkab Jember untuk memberikan hibah ke beberapa kelompok ternak dari usulan anggota dewan.

“Beradasarkan hasil penelusuran, bantuan tersebut diberikan pada pihak-pihak yang tidak berhak atau tidak tepat sasaran, sehingga berbeda dengan pengajuan proposal,” katanya.

Dana hibah tersebut kemudian diberikan bukan pada kelompok ternak, tetapi pada perorangan dan penyerahanya melalui pihak ketiga, dan ditemukan indikasi pemotongan, sehingga terjadi kerugian negara.

“Setelah ini, dalam 20 hari ke depan kami menyiapkan dakwaan untuk melanjutkan proses pelimpahan dari Kejari ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” ujarnya.

Kejari Jember menetapkan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah kelompok ternak tahun 2015 sebesar Rp33 miliar. Kejari juga melakukan penahanan badan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut pada pertengahan Februari 2018. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JEMBER

Bulog Jember Serap 16.918 Ton Setara Beras

Published

on

Badan Urusan Logistik (Bulog).

Jatimraya.com, Jember – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Jember menyerap beras petani sebanyak 16.918 ton setara beras hingga 9 April 2017 dan target yang dipatok Bulog setempat untuk pengadaan beras tahun 2018 sebanyak 113.000 ton setara beras.

“Bulog Jember akan melakukan penyerapan beras dan gabah petani secara maksimal tahun ini dengan target rincian yakni serapan beras premium dan medium mencapai 103.000 ton, sedangkan sisanya serapan gabah,” kata Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Dwiana Puspita Sari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti dilansir Indonesiaraya.co.id, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, petugas Bulog gencar turun ke lapangan untuk membeli gabah/beras petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015.

“Kami juga melakukan sinergi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura, serta Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember dalam melaksanakan serapan beras/gabah di lapangan,” tuturnya.

Berdasarkan Inpres No 5 tahun 2015 yang merupakan inpres terakhir soal HPP gabah dan beras menyebutkan HPP untuk gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogram, sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) ditetapkan sebesar Rp4.600 kilogram, dan HPP untuk beras sebesar Rp7.300 per kilogram.

“Puncak panen raya di Jember terjadi pada Maret 2018, namun pada April 2018 masih ada sejumlah wilayah yang masih panen, sehingga petugas Bulog bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menyerap gabah/beras petani,” katanya.

Ia menjelaskan realisasi serapan beras dan gabah petani yang dilakukan Bulog Jember pada tahun 2017 sebesar 97.823 ton setara beras dari target 72.000 ton setara beras atau mencapai 134 persen dari target yang dipatok Bulog pusat.

“Dengan melakukan kerja sama yang baik seperti tahun lalu, kami berharap tahun ini sinergi tersebut juga sukses melakukan penyerapan beras dan gabah petani semaksimal mungkin, sehingga target yang dipatok Bulog pusat sebesar 113.000 ton setara beras dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Jumantoro berharap Bulog tidak menutup mata dengan kualitas gabah atau beras petani yang baik, sehingga membeli gabah/beras petani dengan harga yang layak dan tidak menggunakan HPP.

“HPP itu sudah tidak relevan karena Inpres tersebut dikeluarkan pada tahun 2015, sehingga kami berharap pemerintah menetapkan HPP baru dan Bulog memberikan harga yang layak terhadap komoditas pangan yang dijual petani,” katanya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending