Connect with us

PAMEKASAN

DPRD : Kelanjutan Pemalsuan Data Stadion Setelah Lebaran

Published

on

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Jawa Timur Moh Sahur Abadi.

Jatimraya.com, Pamekasan – Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Jawa Timur Moh Sahur Abadi menyatakan, tindak lanjut temuan kasus pemalsuan data kapasitas Stadion Pamekasan, akan dilakukan setelah Lebaran, mengingat saat ini waktunya telah mepet.

“Pertemuan dengan para pihak untuk membahas temuan tim gabungan tentang pelaksuan kapasitas tampung stadion Pamekasan setelah Lebaran saja. Saat ini waktunya sudah mepet dengan libur Lebaran,” katanya kepada Antara di Pamekasan, Kamis (7/6/2018).

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan mengemukakan hal ini, menanggapi surat permohonan yang disampaikan perusahaan pengelola klub sepak bola Madura United pada 31 Mei 2018 tentang Permohonan Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atas temuan tim gabungan, mengenai kapasitas daya tampung Stadion Pamekasan yang sebenarnya.

Dalam surat bernomor: 06/PT.PBMB/DIR/V/2018 yang ditanda tangani oleh Sekretaris Corporate Madura United Umar Wachdin dan ditembuskan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan sebagai rilis itu dijelaskan, bahwa kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan berdasarkan hasil perhitungan manual tim gabungan dari Badan Keuangan Daerah (BKD), Madura United, perwakilan DPRD dan pihak LSM hanya 13.407 orang.

Jumlah data tampung stadion itu, berbeda dengan jumlah yang dirilis Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat stadion itu diresmikan yang menyebutkan 35.000 orang.

Penghitungan manual dilakukan saat Madura United menjamu Persebaya Surabaya pada 25 Mei 2018. Penghitungan dengan mengambil sampel tribun paling padat suporter kala itu, yakni di curva utara yang ditempati suporter Persebaya Surabaya.

Atas klaim bahwa kapasitas tampung Stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu, maka menurut Umar pihak Madura United selaku penyewa stadion itu dirugikan.

Kerugian tersebut, antara lain, adanya opini bahwa panitia pelaksana pertandingan Madura United telah melakukan penggelapan pajak hiburan, karena setiap pertandingan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan selalu terlihat penuh, sementara jumlah penontot yang dilaporkan jauh dari kapasitas yang diklaim pihak Dispora Pemkab Pamekasan.

“Dalam pertandingan ‘big match’, kami selalu mengalami kesulitan memenuhi permintaan tiket penonton dan menyebabkan adanya ektra pengamanan dan juga komplain dari para suporter yang tidak kebagian tiket,” ucap Umar.

Selama menggunakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu, Umar mengaku, sudah tiga kali Madura United mengalami serangan-serangan, baik serangan fisik maupun psikis, atas beberapa kejadian.

Antara lain, terdapat penonton yang sudah memegang tiket, namun tidak bisa masuk ke arena stadion karena sudah penuh, dan itu terjadi saat Madura United menjamu Persija Jakarta pada ISC 2016.

Kemudian, terdapat penonton yang tidak kebagian tiket karena sudah terjual habis, sementara calon penonton datang dari jauh, yakni dari Bandung karena mereka menduga, stadion Pamekasan bisa menampung mereka.

“Kejadian ini pada Liga 1 Indonesia 2017, saat Madura United menjamu Persib Bandung,” katanya, menjelaskan.

Kejadian berikutnya adalah saat Madura United menjamu Persebaya Surabaya pada Liga 1 Indonesia 2018. Banyak suporter Persebaya yang tidak kebagian tiket dan panitia tidak mencetak lagi.

“Pada saat menjamu Persebaya Surabaya itu, kami mencetak 13.500 tiket dan itupun penuh,” katanya, menjelaskan.

Dengan demikian, sambung Umar, maka klaim kapasitas tampung stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu adalah bohong, karena berdasarkan perhitungan manual yang dilakukan tim gabungan antara pihak Madura United, BKD Pemkab Pamekasan dan LSM hanya 13.407 orang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Pamekasan Muhammad menyatakan, jumlah kapasitas tampung stadion Pamekasan itu, menurut konsultan pelaksana proyek, bukan atas perhitungan manual.

“Jadi, kapasitas tampung itu, dari konsultan proyek stadion itu,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, penghitungan manual mengenai kapasitas tampung stadion Pamekasan oleh tim gabungan itu dilakukan, atas desakan desakan LSM Gempa Samhari, saat audiensi ke Komisi IV DPRD Pamekasan.

Samhari yang juga kader Partai Demokrat ini menuding, Madura United telah melakukan pembohongan publik dengan hanya menyetor pajak hiburan ke Pemkab Pamekasan dalam kisaran antara 13.000 hingga 14.000 saja, dalam situasi penonton penuh sesak.

Padahal menurut dia, kapasitas tampung stadion Pamekasan memang seperti yang dirilis Dispora Pemkab Pamekasan, yakni sekitar 35.000 orang penonton.

Saat audiensi, Samhari sempat memukul Media Officer Madura United FC Tabri Syaifullah Munir, namun, segera dilerai oleh beberapa orang staf dan anggota Komisi IV DPRD Pamekasan kala itu.

Sementara, terkait temuan tim gabungan itu, sebagian masyarakat di Pamekasan menyarankan agar aparat penegak hukum sebaiknya turun tangan mengusut kasus tersebut.

Alasan mereka, karena dana pembangunan proyek stadion Pamekasan yang dialokasikan Pemkab Pamekasan untuk kapasitas tampung 35.000 orang penonton, sedangkan realisasinya hanya mampu menampung 13.407 orang penonton saja. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAMEKASAN

Pemkab Pamekasan Alokasikan THR Rp62 Miliar

Published

on

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Taufikurrahman.

Jatimraya.com, Pamekasan – Pemkab Pamekasan, Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Dana sebesar Rp62 miliar yang kami alokasikan ini untuk 7.025 orang ASN yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan,” ujar Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Taufikurrahman kepada Antara di Pamekasan, Kamis pagi (7/6/2018).

Ia menjelaskan, dana THR dan gaji ke-13 itu sudah mulai dicairkan di masing-masing bendahara OPD pada 6 Juni 2018.

Menurut Taufik, semua anggaran yang dicairkan itu dari APBD Pemkab Pamekasan, bukan dari dana pemerintah pusat.

“Dananya dari APBD, bukan dari pemerintah pusat. Jadi, murni dana daerah,” katanya, menjelaskan.

Dari total Rp62 miliar itu, sekitar Rp31 miliar untuk THR, sedangkan sisanya merupakan gaji ke-13.

“Pencairan dilakukan secara bersamaan, agar bisa dibuat para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan ini untuk merayakan Lebaran,” katanya, menjelaskan.

Menurut Kepala BKD, besaran dana Rp62 miliar itu, sudah termasuk tunjangan untuk tenaga honorer di lingkungan Pemkab Pamekasan yang bekerja berdasarkan SK Bupati Pamekasan.

“Kalau tenaga sukwan, yakni tenaga sukarelawan yang diangkat berdasarkan SK kepada dinas, tidak masuk,” katanya, menjelaskan.

Menurut Taufik organisasi perangkat daerah (OPD) yang banyak menyedot dana untuk THR dan gaji ke-13 adalah dinas pendidikan dan dinas kesehatan karena aparatur sipil negara di dua institusi itu memang lebih banyak dari OPD lainnya.

“Kalau disdik kan yang banyak guru-guru, sedangkan dinkes adalah tenaga medis, baik perawan, ataupun bidan,” ujarnya, menjelaskan. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAMEKASAN

Baznas Pamekasan Salurkan Zakat Senilai Rp300 Juta

Published

on

Baznas Pamekasan Salurkan Zakat Senilai Rp300 Juta.

Jatimraya.com, Pamekasan – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan, Jawa Timur menyalurkan zakat, infak, dan sedekah senilai Rp300 juta pada Ramadhan 1439 Hijriah.

“Pengumpulan harga senilai Rp300 juta berupa zakat, infak, dan sedekah ini dari para apatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan selama ini,” ujar Pejabat Humas Baznas Pamekasan Azis Maulana di Pamekasan, Senin (4/6/2018).

Ia menjelaskan penyaluran zakat, infak, dan sedekah telah dilakukan Baznas Pamekasan sejak awal Ramadhan melalui berbagai bentuk kegiatan Safari Ramadhan yang digelar pemkab bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan.

Selain melakukan kegiatan Safari Ramadhan, penyaluran zakat, infak, dan sedekah tersebut juga dilakukan Baznas Pamekasan bekerja sama dengan sejumlah yayasan atau lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan takmir masjid se-Pamekasan.

Sasarannya, katanya, warga miskin dan kurang mampu, anak yatim, dan janda-janda tua yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Menurut Azis Maulana, bentuk penyaluran zakat itu, yakni kategori zakat produktif dan kategori zakat konsumtif.

Zakat konsumtif adalah zakat, infak, dan sedekah yang bisa dikonsumsi secara langsung oleh penerima zakat.

“Biasanya berupa beras,” ujarnya.

Zakat produktif adalah jenis zakat, infak, atau sedekah yang bisa dikembangkan, dikelola, atau dijadikan modal usaha bagi penerima.

Azis Maulana menjelaskan selama ini zakat, infak, dan sedekah yang bersifat produktif yang telah disalurkan Baznas Pamekasan antara lain berupa bantuan modal usaha dan peralatan usaha bagi warga miskin dan kurang mampu di Pamekasan.

“Salah satunya seperti mesin jahit, atau modal usaha kepada pedagang kali lima dari kelompok ekonomi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya.

Khusus untuk penyaluran zakat produkif itu, Baznas Pamekasan berkoordinasi dengan peguyuban atau organisasi pengusaha di Pamekasan, antara lain Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (APKLI) Pamekasan. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAMEKASAN

Pilihan Desa di Pamekasan Rawan Kekeringan

Published

on

Desa di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau.

Jatimraya.com, Pamekasan – Sebanyak 80 desa di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau seperti sekarang ini, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemkab setempat Akmalul Firdaus.

“Ini berdasarkan hasil pendataan tim penanggulangan bencana BPBD Pemkab Pamekasan dalam rapat koordinasi yang digelar beberapa hari lalu,” ujarnya di Pamekasan, Senin.

Menurutnya, total jumlah dusun yang mengalami kekeringan itu tersebar di 299 dusun.

“Jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah dusun yang mengalami kekeringan itu menurun,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan, wilayah terdampak kekeringan pada tahun 2016 ada 80 desa yang terdiri dari 323 dusun.

Sementara pada tahun 2017 angkanya berkurang yakni di 310 dusun dan pada musim kemarau tahun ini hanya tinggal 229 dusun.

Ke-80 desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan memasak.

Menurut Budi, jenis kekeringan yang melanda ke-80 yang tersebar di 299 dusun itu meliputi kering kritis dan kering langka.

Perinciannya, sebanyak 166 dusun di 37 desa mengalami kering kritis, dan sebanyak 133 dusun, di 42 desa mengalami kering langka.

Kekeringan kritis terjadi, karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.

“Kebanyakan yang mengalami kekeringan kali ini adalah di wilayah sepanjang pesisir pantai selatan, dan wilayah utara Pamekasan,” katanya, menjelaskan.

Untuk mengatasi persoalan itu, BPBD Pemkab Pamekasan telah berkoordinasi dengan PDAM Pemkab Pamekasan guna mendistribusikan bantuan air bersih, terutama di wilayah yang memang sangat rawan kekeringan dan kekurangan air bersih. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending