Connect with us

NGAWI

Tol Fungsional Jatim Saat Lebaran 97,6 Km

Published

on

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin

Jatimraya.com, Ngawi – Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan jalan tol fungsional yang digunakan selama Lebaran tahun 2018 di wilayah Provisi Jawa Timur tercatat sepanjang 97,16 kilometer.

“Adapun sepanjang 80,45 kilometer di antaranya merupakan jalan tol Trans Jawa dan 16,71 kilometer lainnya merupakan jalan tol non-Trans Jawa,” ujar Kapolda saat memaparkan kesiapan dan keamanan jalur mudik lebaran kepada rombongan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Pos Pengamanan dan ‘Rest Area’ Jalan Tol Ngawi km 575, Mantingan, Kabupaten Ngawi, Minggu (10/6/2018) sore.

Dalam kunjungan tersebut Menko PMK didampingi Kapolri, Panglima TNI, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, dan Menteri Kesehatan.

Machfud merinci, untuk jalan tol Trans Jawa yang merupakan jalur fungsional meliputi jalan tol ruas Mantingan-Ngawi sepanjang 34,20 kilometer dan jalan tol Wilangan-Kertosono sepanjang 38,75 kilometer.

Sedangkan, jalan fungsional bukan tol Trans Jawa, antara lain jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 IC Rembang-IC Pasuruan sepanjang 6,60 kilometer, tol Gempol-Pandaan Tahap II sepanjang 1,56 kilometer, dan Tol Pandaan-Malang sepanjang 15,15 kilometer.

Ia menegaskan, dengan dioperasikannya sejumlah jalan tol Trans Jawa sebagai jalur fungsional, diharapkan mampu mengurangi kemacetan kendaraan hingga 30 persen di jalur nasional atau arteri saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Menanggapi paparan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jatim Soekarwo yang dengan baik telah melakukan kesiapan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018 bersama jajaran Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Pos Pengamanan IIII dan Rest Area di Jalan Tol Ngawi kilometer 575, Mantingan Ngawi, merupakan titik akhir lokasi kunjungan persiapan mudik Lebaran 2018 dari roombingan Menko PMK.

Sebelumnya rombongan Kapolri dan Panglima TNI telah meninjau Pos Pam Terpadu Cikopo Purwakarta dan Pos Pelayanan Gerbang Tol Kertasari Brebes.

Dalam peninjauan kesiapan jalur mudik tersebut, Menko PMK, Kapolri, dan rombongan melakukan ‘teleconference’ dengan pospam-pospam di Jatim, di antaranya Pospam Tuban, Pospam Mengkreng, Pospam Banyuwangi, Pospam Ngawi, serta Pospam Taman Dayu Pandaan. (uis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NGAWI

Bocah Ngawi Terluka Akibat Bermain Meriam Spiritus

Published

on

Meriam Spiritus.

Jatimraya.com, Ngawi – Seorang bocah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengalami luka bakar di bagian wajah akibat terkena semburan api saat bermain meriam dengan bahan bakar spiritus sehingga sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Korban bernama Bagas Nur Fadilah (9), warga Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar. Korban sedianya bersama dengan sejumlah temannya bermain meriam-meriaman spiritus saat ngabuburit.

“Permainan meriam-meriaman itu dilakukan saat sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tidak tahunya malah terjadi kecelakaan,” ujar Kepala Desa Wonokerto Sudarto di Ngawi, Senin (11/6).

Sebelum dibawa ke Rumah Sakit At Tin Husada Ngawi, anak pasangan Supriyono dan Suheni tersebut, sempat dibawa oleh ibunya ke Puskesmas Kedunggalar. Namun oleh petugas puskesmas, siswa kelas II SD tersebut dirujuk ke rumah sakit.

Setelah mendapatkan perawatan selama beberapa jam dan kondisinya yang membaik, Bagas lalu direkomendasikan rumah sakit setempat untuk rawat jalan.

Sudarto menjelaskan berdasarkan penjelasan korban dan keluarganya, peristiwa tersebut bermula saat Bagas bermain meriam dari bahan bakar spiritus bersama empat temannya.

Salah satu anak memegang meriam, sedangkan lainnya memasukkan spiritus dan menyulutnya dengan korek api.

Apesnya, saat meriam dibunyikan, wajah Bagas berada di dekat moncong meriam mainan tersebut. Tak sempat menghidar, wajah bocah tersebut terkena semburan api dari dalam tabung yang terjadi bersamaan dengan suara ledakan.

Akibatnya, bocah tersebut langsung menangis kesakitan dan orang tuanya yang panik, kemudian membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Beruntung luka bakar yang diderita korban tidak serius hingga akhirnya diperbolehkan pulang dan rawat jalan.

Bermain meriam-meriaman merupakan salah satu permainan favorit saat Bulan Puasa. Permainan tersebut biasa dilakukan saat ngabuburit. (uis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Tiga Korban Tewas Bus Terguling Magetan Dimakamkan

Published

on

Kecelakaan bus terguling di Desa Dadi.

Jatimraya.com, Ngawi – Tiga orang korban tewas akibat kecelakaan bus terguling di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dimakamkan di wilayah asalnya Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (22/4/2018).

Korban yang dimakamkan adalah Rima Irawati (36) dan anak semata wayangnya Fania Febriyani (4), serta Sri Utami (46) alias Tamini.

Saudara dari korban Rima, Auliya mengatakan sangat kehilangan atas peristiwa tersebut karena ia tidak hanya kehilangan Rima, namun juga anaknya Fania yang baru berumur 4 tahun.

“Sebetulnya ibunya, Sunarti, ikut juga dalam kegiatan piknik ke Sarangan itu. Beruntung ibu selamat dan hanya luka ringan,” kata dia.

Meski satu kampung, jenazah ketiganya dimakamankan secara bergantian di lokasi yang berbeda. Adapun, pemakaman Rima dan Fania dilaksanakan lebih dulu.

Setelah disalatkan, jasad ibu dan anak tersebut dimakamkan dalam satu liang lahat di pamakaman umum desa setempat. Sedangkan, jenazah korban lainnya, Sri Utami alias Tamini dimakamkan di pemakaman umum desa lainnya.

Pemakaman tersebut membuat warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren berduka. Sebab, tiga warga desa tersebut meninggal saat bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan di tanjakan Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Magetan saat kegiatan piknik arisan ibu rumah tangga desa setempat.

Dari sekitar 150 anggota arisan ibu rumah tangga, hanya sebagian yang ikut piknik dengan tujuan Telaga Sarangan Magetan dan Sun City Mal Kota Madiun.

Korban selamat, Kawi, mengaku bus yang disewa dari Sragen, Jawa Tengah kondisinya tidak nyaman. Selain itu sopir juga tidak menguasai medan. Bus yang mengangkut rombongan arisan tersebut sudah nyaris celaka saat naik di tanjakan wilayah Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, namun berhasil lolos hingga akhirnya terguling di Magetan.

“Saya sempat pingsan, saat kejadian kecelakaan itu. Untungnya hanya luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Kawi kepada wartawan.

Akibat kecelakaan tersebut, dari rombongan sebanyak 28 orang, terdapat korban meninggal tiga orang dan luka sebanyak tiga orang. Sedangkan sebagian besar anggota arisan ibu rumah tangga selamat dan hanya luka ringan. (lou)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Korban Kecelakaan Tol Ngawi Terlempar dari Bus

Published

on

Kecelakaan Bus di Tol Ngawi.

Jatimraya.com, Madiun – Korban luka akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Pariwisata Subur Jaya dengan truk tronton bermuatan minyak goreng di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengaku sempat terlempar keluar dari bus naas tersebut.

“Saya kaget, saat ada benturan keras. Tahu-tahu sudah terlempar melewati pembatas sopir dan keluar dari kaca bus yang pecah. Saat mau bangun, saya langsung pingsan,” ujar korban luka Muhammad Herza saat mejalani perawatan di RSUD Caruban Kabupaten Madiun, Kamis (5/4/2018).

Menurut dia, saat itu ia duduk di bangku paling depan. Sebagian besar penumpang saat itu sedang tidur, karena kejadiannya masih pagi selepas subuh. Tiba-tiba saja terdengar suara keras dan bus langsung oleng dan menghantam truk.

Hal yang sama diungkapkan oleh korban luka lainnya Sandika. Saat bus oleng, semua penumpang langsung panik dan teriak.

“Semunya kaget, tiba-tiba bus oleng dan terdengar teriakan, awas, awas! Lalu bus menabrak truk dan setelah itu saya tidak tahu soalnya sudah pingsan,” kata Sandika.

Seingat dia, ada tiga penumpang yang sempat terlempar keluar dari bus. Yakni Herza, pemandu wisata, dan dirinya sendiri.

Akibat kecelakaan tersebut, dirinya mengalami benturan keras di kepala dan tubuh. Demikian juga degan Herza yang harus dijahit kepalanya.

“Semua korban masih syok dan trauma dengan kejadian kecelakaan tersebut. Bahkan ada beberapaa yang belum sadar karena benturan keras di kepala,” kata dia.

Terlebih saat tahu kernet bus tersebut yang tewas di lokasi kejadian akibat tubuhnya terhantam ke badan truk tronton bermuatan minyak goreng itu.

Dokter UGD RSUD Caruban yang menangani korban, dr Riki Fachrozi mengatakan, ada enam korban yang harus ditangani akibat kecelakaan tersebut di RSUD Caruban.

“Korban masih mengalami trauma berat. Mereka mengalami luka yang berbeda-beda. Ada yang luka ringan hingga berat seperti patah tulang,” kata dr Riki.

Sesuai pendataan, keenam korban luka tersebut adalah Sandika, Nuli Mursirini, Herza, Zaky, Ahmad Riyadi, dan Anres.

Pecah Ban Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi AKP Rukimin menyatakan penyebab kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586 di Kabupaten Ngawi, yang melibatkan kendaraan bus dan truk tronton disebabkan karena ban bus yang pecah.

“Penyebab kecelakaan di tol Ngawi-Kertosono KM 586 itu adalah dari bus pariwisatanya. Saat kecelakaan, ban bus bagian depan sebelah kiri pecah dan menghantam truk,” ujar AKP Rukimin.

Pecahnya ban tersebut juga dikuatkan oleh keterangan para sopir. Pihaknya telah memeriksa keduanya, baik saksi sopir dari bus maupun sopir dari truk tronton.

Sejumlah saksi warga yang kebetulan ada di sekitar lokasi juga membenarkan pecahnya ban bus pariwiata sebelum akhirnya oleng dan menabrak truk.

Rukimin menjelaskan, saat kejadian, bus pariwisata tersebut dilaporkan sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Yakni di atas 100 kilometer per jam. Di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan bekas pengereman.

Namun, meski penyebab kecelakaan telah diketahui, pihak Polres Ngawi belum menetapkan tersangka dalam kejadian yang menewaskan satu orang tersebut. Pihaknya berdalih masih akan mengembangkan kasus kecelakaan tersebut lebih lanjut.

Seperti diketahui, Bus Pariwisata PO Subur Jaya menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600 Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi pada Kamis (5/4) pagi.

Bus naas tersebut merupakan satu dari enam bus rombongan siswa SMA Negeri 2 Magelang, Jawa Tengah. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan kegiatan wisata di Pulau bali.

Di lokasi kejadian, bus rombongan nomor 2 yang dikemudikan oleh Suroto (39) warga Bantul, mengalami pecah ban kiri bagian depan saat hendak mendahului truk.

Bus yang saat itu sedang melaju kencang langsung oleng dan menabrak bagian belakang samping kanan truk tronton yang melaju searah di sebelah lajur kiri bus.

Akibat benturan yang keras tersebut, badan bus bagian depan sebelah kiri ringsek. Kernet bus, Munari (42) warga Rembang, Jawa Tengah, langsung tewas di lokasi kejadian akibat benturan tersebut.

Sementara, korban luka mencapai enam orang yang harus menjalani perawatan intensif di RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Sedangkan rombongan siswa dan guru yang selamat, langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Magelang, Jawa Tengah. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending