Connect with us

PROBOLINGGO

Angin Gending Optimalkan Produksi Garam di Probolinggo

Published

on

Fenomena angin gending membantu mengoptimalkan produksi garam.

Jatimraya.com, Probolinggo – Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo, Buhar, mengatakan fenomena angin gending di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membantu mengoptimalkan produksi garam di wilayah setempat.

“Fenomena angin Gending tidak selamanya buruk, contohnya di bidang pertambakan garam karena dengan angin tersebut justru bidang usaha itu terbantu dari sisi produksi,” katanya di Probolinggo, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, fenomena angin gending adalah fenomena tahunan di Kabupaten Probolinggo yakni angin yang behembus dari selatan menuju ke utara, atau ke arah laut.

“Angin gending itu terkadang membawa hawa panas yang sangat baik untuk produki garam. Budi daya garam harus ditopang oleh empat unsur yakni air laut sebagai bahan baku, tanah sebagai tempat produksi, matahari dan angin untuk mempercepat proses kristalisasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan musim kemarau yang telah tiba dan ditambah angin yang bagus, maka proses produksi garam semakin cepat dan tahun ini angin gending sudah mulai muncul sejak sepekan lalu.

“Sebulan lalu, kami panen perdana garam, namun dengan produksi sekitar 3-4 ton per petak lahan. Setelah itu, fenomena kemarau basah (masih turun hujan) membuat kegiatan produksi garamnya berhenti,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, lahan garamnya panen lagi dan dua petak lahan menghasilkan sekitar 10 ton garam dan pihaknya berharap sudah tidak ada lagi hujan turun di musim kemarau, agar produksi garam petani bisa maksimal.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan fenomena angin gending adalah fenomena khas kawasan pesisir di Kabupaten Probolinggo.

“Angin itu berhembus dari wilayah Kecamatan Tongas sampai Desa Klaseman, Kecamatan Gending yang periode munculnya angin tersebut berkisar Juni hingga Oktober,” katanya.

Pemkab Probolinggo menargetkan produksi garam tahun 2018 sebanyak 20.000 ton dan jumlah tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2017 sebanyak 15.000 ton.(KR-ZUM). (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROBOLINGGO

Paus Mati Diduga Terkena Sayatan Baling-Baling Kapal

Published

on

Paus Mati Diduga Terkena Sayatan Baling-Baling Kapal.

Jatimraya.com, Probolinggo – Kasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Yunianto mengatakan ikan paus yang mati di perairan daerah itu diduga karena terkena sayatan baling-baling kapal.

“Matinya paus bungkuk atau baleen itu diperkirakan karena sayatan baling-baling kapal laut, namun yang jelas kapal tersebut berukuran besar yang biasa beroperasi di perairan laut dalam,” katanya di Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018).

Bangkai seekor paus bungkuk terdampar di Pantai Duta Probolinggo dan menjadi tontonan warga Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (6/6).

“Setelah kami cek di lapangan, ada luka sayatan pada bagian bawah sisi kanan paus itu. Melihat jenis sayatannya jelas bahwa itu bukan serangan predator,” tuturnya.

Ia mengatakan, paus yang mati karena faktor alamiah seperti tua atau serangan parasit, maka tidak akan ada luka sayatan dan apabila mati diserang predator seperti hiu, maka bekas lukanya akan berbeda.

“Kalau serangan predator seperti hiu, maka pasti ada bentuk gigitan dan ada luka cuilan. Sedangkan luka paus bungkuk yang mati itu bentuknya sayatan, sehingga dugaan sementara terkena benda tajam, seperti baling-baling kapal,” katanya.

Saat dikonfirmasi terkait dengan evakuasi bangkai paus bungkuk, Yunianto menyarankan kepada nelayan setempat untuk menguburnya di tengah laut dan bukan di daratan karena menghemat tenaga dan biaya, serta praktis.

“Para nelayan bisa menarik paus itu dengan menggunakan 2-3 perahu, kemudian ditutupi jaring dan dikaitkan dengan jangkar yang dilepas di kedalaman 20 meter. Nanti bangkai itu akan hilang secara alami karena dimakan ikan-ikan kecil,” ujarnya.

Ia menyarankan proses evakuasi harus segera dilakukan, agar tidak mencemari kawasan pesisir, apalagi diperkirakan paus tersebut mati sudah 4-5 hari dan telah mengeluarkan minyak bau dari tubuhnya.

“Mudah-mudahan bisa segera dibawa ke tengah laut sejauh mungkin, agar masyarakat pesisir juga tidak terganggu dengan baunya yang menyengat,” katanya menambahkan.

Sementara salah seorang warga di pesisir Desa Randutatah, Syamsul Arifin menyetujui saran dari pihak dinas perikanan karena sebelumnya warga kebingungan untuk mengubur paus bungkuk yang sudah mati tersebut.

“Kalau ditarik ke darat memang membutuhkan tenaga ekstra dan belum lagi untuk urusan membuat galian yang dilakukan secara konvensional akan cukup sulit. Salah satu cara terbaiknya adalah menggali dengan alat berat, namun melihat dari lokasi sekitar paus yang terdampar, maka alat berat sulit masuk, sehingga kami setuju dengan saran dinas perikanan,” ujarnya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROBOLINGGO

Densus Tangkap Empat Terduga Teroris di Probololinggo

Published

on

Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad.

Jatimraya.com, Probolinggo – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polres Probolinggo menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (29/5/2018) malam .

“Memang benar ada penangkapan terduga teroris di Kabupaten Probolinggo, namun kami tidak bisa menyampaikan data secara detail karena kami hanya membantu pengamanannya saja,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat dihubungi di Probolinggo, Rabu.

Empat orang terduga teroris yang diamankan di Probolinggo yakni berinisial AG (54) warga Desa Sumberkedawung di Kecamatan Leces, KL (52) warga Desa Wonorejo di Kecamatan Maron, BI (49) warga Desa Pengalangan Kidul di Kecamatan Maron, dan KS (42) warga Desa Wonorejo di Kecamatan Maron.

“Polres Probolinggo menyiagakan sebanyak 1 peleton atau 30 personel untuk membantu Densus 88 Antiteror mengamankan empat orang terduga teroris dan semuanya diamankan tanpa perlawanan,” tuturnya.

Keempat terduga teroris tersebut setelah diamankan di rumah masing-masing, langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk penyidikan lebih lanjut beserta barang bukti yang didapatkan.

Dari rumah terduga teroris, petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya laptop, pipa, sejumlah telepon seluler, flashdisk, modem, 1 plastik mitasi baut, pipa besar, dan sebuah tas.

Fadly enggan berkomentar saat ditanya tentang empat terduga teroris tersebut terlibat jaringan teror di mana dan meminta wartawan untuk bertanya langsung pada Mabes Polri karena Polres Probolinggo hanya membantu pengamanan di lokasi ditangkap nya terduga teroris tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, satu dari empat terduga teroris yang diamankan oleh Tim Densus 88 Antireror merupakan pegawai negeri sipil (PNS) penyuluh pertanian yang bekerja di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Probolinggo.

Sebelumnya tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan tiga terduga teroris berinisial MF, IS, HA di Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dan satu lagi terduga teroris diamankan berinisial AP di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, sehingga ada empat terduga teroris yang diamankan di Kota Probolinggo.

Keempat terduga teroris yang diamankan di Kota Probolinggo tersebut diduga kuat terlibat aksi teror bom di Kota Surabaya dan Sidoarjo yang merupakan jaringan Dita Oepriarto dalam kasus pengeboman gereja di Surabaya. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROBOLINGGO

Harga Garam Krosok di Probolinggo Mulai Turun

Published

on

Harga jual garam di tingkat petani mengalami penurunan.

Jatimraya.com. Probolinggo – Harga garam krosok di tingkat petani di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai turun karena memasuki masa panen raya garam di sejumlah wilayah sentra garam di wilayah setempat.

Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo Buhar, Jumat, di Probolinggo mengatakan harga jual garam di tingkat petani mengalami penurunan sejak sepekan lalu.

“Harga jual garam krosok pada pekan lalu masih berkisar Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram, sedangkan sekarang harga jualnya menurun menjadi Rp2.000 sampai Rp2.450 per kilogram,” tuturnya.

Menurutnya turunnya harga jual garam tersebut sudah diperkirakan oleh petani karena saat ini sudah memasuki masa panen garam di sejumlah wilayah sentra garam Di Kabupaten dan biasanya harga garam turun saat panen raya.

“Pasokan garam banyak karena masa panen itu membuat harga turun. Di sisi lain, ada beberapa petani yang memiliki sisa garam di gudang hasil panen musim lalu,” ucap petani garam asa Desa Pajurangan, Kecamatan Gending itu.

Petani garam lainnya Nasution di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan mengaku belum mulai panen perdana garam di lahannya karena pengelolaan lahannya tidak bersamaan dengan petani garam lainnya.

“Kemungkinan saya akan panen pekan ini dan harga jualnya masih terbilang bagus yakni minimal Rp2.000 per kilogram,” ujarnya.

Ia menjelaskan ada dua harga yang ditawarkan oleh pedagang/pembeli garam di tingkat petani yakni harga garam baru dan harga garam lama, sehingga harga tersebut disesuaikan dengan garam yang dijual petani kepada pedagang.

“Garam baru adalah yang diproduksi pada musim ini, sedangkan garam lama adalah garam yang disimpan di gudang hasil panen musim lalu,” ucapnya.

Nasution mengatakan harga jual garam lama lebih tinggi kisaran Rp300 per kilogram dibandingkan harga jual garam baru, sehingga maksimal harga jualnya sekitar Rp2.300 sampai Rp2.500 per kilogram.

“Harga jualnya lebih tinggi karena kadar airnya lebih sedikit dibandingkan garam yang baru dipanen, sehingga kualitasnya lebih bagus dan hal itu yang mempengaruhi harga jual garam krosok,” ujarnya, menjelaskan. (zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending