Connect with us

MALANG

Alumnus UMM Produksi “bangdur” Tanpa Presto

Published

on

alumnus Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi bandeng lunak tanpa duri ("Bangdur").

Jatimraya.com, Malang – Salah seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Nirmalasari dibantu tiga temannya memproduksi bandeng lunak tanpa duri (“Bangdur”) Cita Rasa Nusantara yang berbeda dengan produk lain, karena tanpa proses presto.

“Sebagian besar bandeng lunak tanpa duri yang beredar di pasaran selama diproses dengan presto. Produksi bandeng kami tanpa proses itu, sehingga cita rasanya berbeda,” kata Nurmalasari yang diwisuda pada Maret lalu di Malang, Jawa Timur, Selasa (10/7/2018).

Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Peternakan (FPP) UMM angkatan 2014 asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu menerangkan bermula dari tugas mata kuliah praktik usaha perikanan atau aquapreneurship, kini produk tersebut menjadi ladang usaha yang menjanjikan.

Bersama tiga temannya Muhammad Soleh, Fernanda Rahmadillah Putri dan Sabarudin yang juga satu tim dalam proses pengerjaan aquapreneurship, Nurmalasari berhasil memasarkan produk inovatif ini. Bahkan, bisnis tersebut telah meraih omzet hingga Rp10 juta untuk setiap 100 kilogram bandeng yang diproduksi.

Nirmala mengatakan inspirasi untuk mengembangkan produksi bandeng lunak tanpa duri atau Bangdur itu muncul ketika melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di salah satu perusahaan swasta di Probolinggo yang membudidayakan udang vanname dan bandeng.

Perusahaan itu, katanya, melakukan dua budi daya dalam satu wadah serta memproduksi bandeng tanpa duri. Dari sini ia mendapatkan ilmu tentang teknik memfilet bandeng.

Dalam sepekan ia dan ketiga temannya memroduksi tiga kali dan sudah dipasarkan secara luas, baik secara konvesional di berbagai toko sayur modern maupun secara online atau dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan media sosial. Tidak main-main, untuk kestabilan kualitas dan kuantitas produk, Mala bermitra dengan pemasok ikan bandeng dari Probolinggo.

“Tidak hanya memasok, suplier ini juga memasarkan produk saya di pasar tradisional, Pasar Gadang,” ujarnya.

Nirmala menjelaskan perbedaan Bangdur Nusantara dengan bandeng presto lainnya tidak hanya pada rasa, namun juga teknik pembuatan. Bangdur Nusantara teknik pemisahan daging dan durinya menggunakan teknik filet, sedangkan bandeng presto menggunakan teknik pemasakan dengan suhu rata-rata 121 derajat celcius.

Proses pemanasan menggunakan suhu tinggi ini sangat disayangkan, karena dapat menghilangkan kandungan gizi bandeng. “Secara ilmu gizi, dalam salah satu jurnal yang menjadi acuan kami di proposal aquapreneurship bahwa bandeng presto dan bandeng segar setelah di presto gizinya hampir 98 persen hilang, sehingga rasa dagingnya tidak enak. Dengan teknik filet, kami ingin menjaga kualitas daging bandeng, rasa, dan gizinya tetap,” tambahnya.

Selain kelebihan tersebut, lanjutnya, ciri khas produk ini terletak pada varian rasa yang dimiliki. Berinovasi untuk menghadirkan produk yang berbeda dari bandeng tanpa duri di pasaran, Mala dan timnya memproduksi Bangdur Nusantara dengan empat varian rasa, yakni original, balado, rendang dan sambal matah.

“Varian rasa nusantara ini mencerminkan keanekaragaman kuliner nusantara,” ucapnya.

Ia mengaku dirinya bersama timnya juga berusaha merangkul, memberdayakan dan berbagi ilmu, serta mengajak peran serta adik tingkatnya, terutama mahasiswa Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perikanan, sedangkan dirinya dan tim hanya mengurus manajemen produksi dan pemasaran.

“Untuk produksinya diserahkan ke Himaperik (Himpunan Mahasiswa Jurusan Perikanan), jadi mereka bisa belajar dari sekarang sebelum memasuki semester tujuh untuk mengerjakan aquapreneurship,” tuturnya. (and)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MALANG

Kota Malang Raih Indonesia Award 2018

Published

on

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Jatimraya.com, Malang – Kota Malang, Jawa Timur kembali meraih penghargaan tingkat nasional, Indonesia Award 2018 sebagai apresiasi atas keberhasilan kota tersebut menggerakkan anak-anak muda untuk terlibat dalam pembangunan bidang ekonomi kreatif.

Pemberian penghargaan yang diinisiasi Inews TV itu diterima Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis malam (15/11/2018) di MNC Center, Jakarta Pusat.

Sutiaji menerima piala apresiasi itu atas suksesnya pembangunan dan pengembangan ekonomi kreatif khususnya berbasis aplikasi digital di Kota Malang,

Banyaknya animator serta pelaku industri aplikasi digital, baik games atau berbasis internet di Kota Malang telah sukses mengantarkan kota pendidikan itu meraih prestasi tersebut.

Banyaknya pelaku industri kreatif digital yang ada di Kota Malang, juga telah mendorong suburnya perkembangan industri ekonomi kreatif di kota itu, bahkan untuk mewadahi anak-anak muda kreatif tersebut, telah dibentuk Malang Creative Fusion (MCF) dan telah melahirkan animator maupun gamers handal.

Menurut Sutiaji, Malang adalah Kota Millenial, di mana industri kreatif digital didorong menjadi sangat menarik di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini.

“Insya Allah dari Bumi Arema, industri kreatif akan berkembang dan semakin mewarnai dinamika perekonomian bangsa kita, dari Malang untuk Indonesia,” ujar Sutiaji.

Ia berharap, industri kreatif di daerah ini bisa terus berkembang pesat dan anak-anak muda juga memiliki wadah yang representatif dan nyaman untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka.

Untuk mewadahi kreativitas anak-anak muda di Kota Malang, Pemkot Malang menggelar Festival Mbois dan tahun ini merupakan tahun ketiga.

Dalam gelaran Festival Mbois tersebut, agenda yang dilakukan selama berlangsungnya festival, di antaranya pelatihan, lokakarya, pameran industri kreatif hingga merancang usaha utnuk mengembangkan ekonomi kreatif. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Wali Kota Khawatir Heritage di Malang Terus Tergerus

Published

on

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Jatimraya.com, Malang – Wali Kota Malang Sutiaji meminta semua pihak, termasuk warga untuk menjaga bangunan warisan budaya yang bernilai sejarah atau heritage yang ada di wilayah itu karena secara perlahan kawasan heritage di daerah itu terus tergerus.

“Kota Malang ini memiliki kekayaan heritage yang tinggi. Tak sebatas gedung, tapi juga banyak pohon yang bernilai heritage, seperti pohon beringin yang ada di kawasan Tugu maupun Jalan Merdeka,” kata Sutiaji di sela Forum Ekonomi Malang Raya Meeting 2018 yang dimotori Bank Indonesia Perwakilan Malang di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/10/2018).

Sayangnya, kata Sutiaji, semakin lama semakin banyak jejak sejarah (heritage) yang mulai tergerus dan tergeser. “Karena itu, saya titipkan dan saya minta kepada pegiat sejarah dan pelaku wisata untuk ikut menjaga objek objek heritage yang masih ada agar terus terjaga,” ucapnya.

Sehingga, kata Sutiaji, cita-cita menjadikan Malang Kota Heritage tidak menjadi mimpi semata. Untuk mengawal misi tersebut sekaligus menguatkan kunjungan wisata ke kota Malang, langkah yang dilakukan adalah penataan kembali kawasan Kota Malang, salah satunya akan disinkronkan dengan penataan kawasan (kampung) Arema.

Menurut Sutiaji, ini tidak bicara satu kampung, tapi lebih pada sebuah kawasan. Siapa pun yang berada di lokasi tersebut, benar-benar menemukan dan merasakan budaya Malang.

Sementara itu data Disbudpar Kota Malang menyebutkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang tahun 2016 mencapai 3.996.609, dengan rincian 3.987.074 wisatawan nusantara dan 9.535 wisatawan mancanegara. Pada 2017, tercatat 4.014.910 wisatawan domestik dan 11.934 wisatawan asing. Sementara pada 2018 Kota Malang menargetkan 15.000 wisatawan mancanegara dan 4.2 juta wisatawan lokal.

Sementara itu Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Taufik Saleh mengatakan Forum Ekonomi Malang Raya (FEM) adalah forum strategis yang diselenggarakan oleh KPw BI Malang bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Seluruh Indonesia (ISEI) cabang Malang . Sebagai forum strategis yang mengangkat isu-isu terkini dalam bidang perekonomian di Malang Raya.

Ia mengatakan kegiatan FEM 2018 mengangkat tema “Malang Raya Tourism : Now and Later” dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai narasumber, panelis, dan penanggap mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi pariwisata, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perbankan, akademisi, dan lain sebagainya.

Menurut Taufik, pelaksanaan forum ini untuk memetakan peluang dan tantangan serta mendalami kekuatan dan kelemahan kondisi pariwisata di wilayah Malang Raya, mendiskusikan visi misi bersama pembangunan sektor pariwisata Malang Raya sebagai tindak lanjut dari kesepakatan “Sinergi Malang Raya Maju Bersama”, serta menghasilkan rekomendasi pembangunan pariwisata di Malang Raya.

“Isu ini diambil sebagai tindak lanjut dari hasil FGD yang telah diselenggarakan oleh BI Malang bersama ISEI Malang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) di wilayah Malang Raya pada 2 Mei 2018,” paparnya. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Mendagri Terbitkan SK Plt Bupati Malang

Published

on

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Jatimraya.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menerbitkan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, yang akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wakil Bupati Sanusi di Surabaya, Jawa Timur, Selasa siang.

“Jam 13.00 hari ini penyerahan SK Plt Bupati Malang kepada Wakil Bupati Malang. SK-nya diserahkan Gubernur Jatim (sesuai) hasil pembicaraan saya dengan Gubernur Jatim semalam,” kata Tjahjo Kumolo dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Keputusan SK Plt Bupati tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemerintah Daerah pasal 65 ayat 4 yang menyatakan bahwa dalam hal kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara, maka wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah.

“Sebagaimana keputusan UU agar pemerintahan di daerah berjalan, ada yang tanggung jawab sampai Bupati Malang berkekuatan hukum tetap,” kata Tjahjo.

Bupati Malang Rendra Kresna dinonaktifkan dari jabatannya sebagai kepala daerah karena terlibat dalam dugaan kasus korupsi, yang mengharuskan dirinya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Rendra ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011.

“RK, Bupati Malang dilakukan penahanan selama 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Selatan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam perkara suap, tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendid|kan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama-sama dengan Eryk Armando Talla dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang.

Mendagri menyayangkan masih ada kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, padahal pihaknya sering memperingatkan agar para kepala daerah waspada terhadap area rawan korupsi.

“Saya yakin dan percaya, Bupati (Malang) akan kooperatif dalam pemeriksaan oleh KPK. Sebagai Mendagri, saya merasa prihatin,” ujar Tjahjo. (fra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending