Connect with us

SAMPANG

Panwaslu Sampang Bantah Tudingan Pendukung Cabup/Cawabup Mantap

Published

on

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang, Hermanto Subaidi-Suparto.

Jatimraya.com, Sampang – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sampang, Jawa Timur membantah tudingan pendukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) yang menyebutkan panitia pengawas pemilu itu, berpihak pada calon tertentu dengan mengabaikan penyimpangan pada proses pilkada.

“Tidak benar kami berpihak pada salah satu pasangan calon. Panitia harus netral dan harus mengayomi semua kelompok kepentingan,” ujar Komisioner Panwaslu Sampang Divisi SDM dan Organisasi, Insiyatun.

Dalam keterangan persnya kepada media di Sampang, Senin (9/7/2018) malam, komisioner yang juga bicara Panwaslu Sampang itu menjelaskan, pihaknya tidak memberikan keputusan baru untuk penanganan pelanggaran sesuai permohonan tim pendukung pasangan calon nomor urut 2, Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap).

“Karena status penanganan pelanggaran sudah kami sampaikan kepada pihak pelapor, tembusan kepada Bakesbangpol, KPU Sampang, dan Bawaslu Provinsi Jawa Timur,” kata Insiyatun.

Ia menjelaskan, bahwa kasus dugaan pelanggaran pilkada yang disampaikan tim “Mantap” tidak cukup bukti.

Selain itu, Panwaslu juga telah melakukan pemeriksaan kepada para pihak yang diduga terlibat, namun waktu penyelidikan terbatas.

“Dari kami sudah selesai batas waktu yang ditetapkan dalam melakukan penyelidikan, yakni lima,” ucap Insiyatun.

Menurut dia, dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan, pihaknya berpedoman pada Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Perbawaslu) Nomor 14 Tahun 2017.

“Dan mengacu kepada ketentuan itu, kami akhirnya membuat keputusan bahwa kasus dugaan penyimpangan dalam proses pilkada yang disampaikan tim ‘Mantap’ kepada kami, tidak dapat ditindak lanjuti, disamping memang tidak memenuhi unsur alat bukti,” katanya, menjelaskan.

Pernyataan komisioner Panwaslu Sampang, Madura, Jawa Timur Insiyatun ini disampaikan menanggapi tudingan pendukung pasangan Cabup/Cawabup “Mantap” saat berunjuk rasa ke Panwaslu Sampang, Senin (9/7) sore.

Kala itu, ratusan tim pendukung “Mantap” berunjuk rasa di kantor Panwaslu Sampang hingga terjadi kericuhan.

Mereka mengaku kecewa karena laporan dugaan kecurangan saat pelaksanaan Pilkada Sampang yang berlangsung pada 27 Juni 2018 ditolak Panwaslu dengan alasan tidak cukup alat bukti.

Massa pengunjuk rasa yang berjumlah ribuan orang ini juga menuding, Panwaslu Sampang terkesan memihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu.

Saat berunjuk rasa massa pendukung cabup/cawabup “Mantap” ini juga meminta agar Bawaslu Jatim mengambil alih kasus pelanggaran pilkada di Sampang dan memecat semua komisioner Panwaslu Sampang karena dinilai tidak netral dan berpihak pada pasangan tertentu.

Pada Pilkada ini diikuti oleh tiga pasangan calon itu, pasangan dengan nomor urut 1, yakni Slamet Junadi-Abdullah Hidayat (Jihad), diketahui berhasil meraih dukungan 257.121 suara atau 38,04 persen. Nomor urut 2, Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan 252.676 suara atau 37,38 persen.

Kemudian, nomor urut 3, yakni Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 166.059 suara atau 24,57 persen.

Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur digelar di 1.450 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 180 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan Kabupaten Sampang.

Pesta demokrasi lima tahunan guna memilih calon pemimpin itu diikuti tiga pasangan, yakni H. Hisan/K.H. Abdullah Mansyur (Hisbullah) didukung Partai Demokrat dan PAN.

Selanjutnya, pasangan H. Slamet Junaidi/H. Abdullah Hidayat (Jihad) didukung Partai NasDem, PKS, PDIP, dan PPP; pasangan Hermanto Subaidi/Suparto didukung Partai Gerindra, dan PKB .

Sementara itu, daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Sampang, Madura untuk pilkada setempat sebanyak 803.499 orang yang terdiri atas 397.031 laki-laki dan 406.468 perempuan.

Hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Sampang menyebutkan pasangan Slamet Junaidi/Abdullah Hidayat (Jihad) unggul dengan meraih 257.121 suara, Hermanto Subaidi/Suparto (Mantap) memperoleh dukungan 252.676 suara, dan Hisan/Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 166.059 suara.

Dari tiga saksi peserta pilkada setempat, hanya saksi dari pasangan “Mantap” yang menolak menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara, sedangkan saksi “Hisbullah” dan “Jihad” menandatanganinya.

Selain berunjuk rasa ke Kantor Panwas Kabupaten Sampang, massa pendukung pasangan “Mantap” ini berencana berunjuk rasa ke Kantor KPU Kabupaten Sampang. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMPANG

Aktivis Dorong Pemkab Membuat Aturan P2TP2A

Published

on

Aktivis Dorong Pemkab Membuat Aturan P2TP2A.

Jatimraya.com, Sampang – Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar membuat aturan tentang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) guna mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kaum perempuan dan anak-anak.

“Ini penting, mengingat di Kabupaten Sampang ini termasuk kabupaten dengan tingkat kejadian kekerasan pada anak dan perempuan tinggi,” ujar aktivis perempuan dari pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaka Jatim Siti Farida di Sampang, Kamis (7/6/2018).

Farida menjelaskan, kasus tindak pidana kriminal yang menimpa kaum perempuan dan anak dibawah umur yang sering terjadi di Kabupaten Sampang adalah pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Kasus kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua juga sering terjadi, baik di ranah keluarga, ranah publik ataupun di lingkungan sekolah.

“Jika ada aturan khusus yang dibuat oleh daerah, baik berupa Peraturan Bupati (Perbup) ataupun Perda, saya yakin persoalan-persoalan tersebut bisa ditangani dengan baik, terutama mengenai antisipasinya,” ujarnya, menjelaskan.

Ia menilai, selama ini, yang sering terjadi terkait kasus penanganan kaum perempuan dan anak adalah saling lempar tanggung jawab antara satu institusi dengan institusi lainnya.

“Jika ada aturannya, apalagi diperjelas mengenai sistem penanganan, serta institusi mana yang harus bertanggung jawab melakukan pendampingan bagi kaum perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan, saya kira akan lebih baik,” ujarnya, menjelaskan.

Sementara itu, laporan kejadian dan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di Mapolres Sampang menyebutkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir tercatat, kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Sampang pada 2016 sebanyak 57 kasus. Terdiri, 23 kasus penganiayaan, sembilan kasus pemerkosaan, dan tujuh kasus narkoba yang melibatkan anak.

Kemudian, tahun 2017 terdapat 40 kasus, dan tahun 2018 hingga April 2018, tercatat jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak sebanyak 12 kasus.

Pejabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto mengaku berterima kasih dan mengapresiasi masukan dari pegiat LSM di Sampang itu.

Ia mengaku, pemkab akan mempertimbangkan masukan baik itu, agar tata kerja penanganan kasus itu kedepan bisa lebih optimal.

“Terima kasih sudah memikirkan persoalan penanganan kekerasan perempuan dan anak di Sampang, kita akan segera memikirkan itu dan ini tentunya sangat baik,” katanya, menjelaskan. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMPANG

BPBD Minta Masyarakat Waspadai Bencana Saat Pancaroba

Published

on

Tiga jenis bencana alam yang perlu diwaspadai memasuki pergantian musim, angin kecang, bencana puting beliung, dan kebakaran.

Jatimraya.com, Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur meminta masyarakat agar mewaspadai tiga jenis bencana alam memasuki pancaroba seperti sekarang ini.

Menurut Kepala BPBD Pemkab Sampang Anang Djonaedi di Sampang, Jumat (18/5/2018), ketiga jenis bencana alam yang perlu diwaspadai memasuki pergantian musim itu masing-masing angin kecang, bencana puting beliung, dan kebakaran.

“Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ketiga jenis bencana alam itu selalu terjadi saat musim transisi, seperti sekarang ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya yang disampaikan kepada BPBD Pemkab Sampang, sejak April lalu sudah memasuki musim kemarau.

“Namun, meski memasuki kemarau, hujan masih turun di beberapa wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang,” katanya.

Anang juga meminta agar masyarakat lebih hati-hati jika membakar sampah karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

Berdasarkan data BPBD Pemkab Sampang, sebanyak empat kecamatan terdata rawan dilanda angin puting beliung.

Keempat kecamatan tersebut meliputi Tambalangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal. Letak geografis keempat wilayah itu berada di perbukitan. Selain rawan puting beliung juga rawan longsor saat musim hujan.

“Jadi untuk masyarakat khususnya yang ada di wilayah tengah Sampang, seperti Tambalangan, Robatal, Karang Penang, dan Kedungdung harus waspada terhadap kemungkinan adanya angin puting beliung,” kata Kepala BPBD Anang Djonaedi. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMPANG

DPS Pilkada Sampang 839.436 Orang

Published

on

Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Addy Imansyah,.

Jatimraya.com, Sampang – Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pilkada 27 Juni 2018 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur sebanyak 839.436 orang, terdiri dari calon pemilih laki-laki sebanyak 414.928 orang dan calon pemilih perempuan sebanyak 424.408 orang.

“Jumlah daftar pemilih sementara ini, berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih,” ujar Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Addy Imansyah di Sampang, Kamis (15/3/2018).

Sedangkan, calon pemilih yang tidak memiliki KTP elektronik, terdata sebanyak 25.611 orang.

“Dengan demikian, maka total jumlah calon pemilih di Sampang ini semuanya 865.047 orang,” katanya, menjelaskan.

Menurut Addy, jumlah DPS tersebut sesuai dengan formulir model A.1.3-KWK, sedangkan calon pemilih yang tidak mengantongi KTP elektronik sebanyak 25.611 orang yang terdiri dari pemilih laki-laki 12.422 orang dan pemilih perempuan 13.189 orang, sesuai dengan formulir model A.C.3-KWK.

Terkait dengan calon pemilih yang tidak mengantongi KTP elektronik, Addy Imansyah menjelaskan, akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sampang.

Bagi calon pemilih yang tercatat dalam data kependudukan Pemkab Sampang maka nantinya institusi itu akan mengeluarkan surat keterangan.

“Akan tetapi kalau tidak tercatat, maka yang bersangkutan akan dicoret dalam daftar pemilih sementara,” katanya, menjelaskan.

Addy Imansyah menjelaskan, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2017 disebutkan, bahwa warga bisa memberikan hak pilihnya dengan menggunakan KTP elektronik dan dicatat oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam daftar pemilih tambahan.

“Kami sudah mengumumkan penetapan DPS ini melalui PPK dan PPS yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang,” katanya, menjelaskan.

Nantinya, sambung dia, DPS itu akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) dan warga yang masuk dalam DPT bisa menggunakan hak pilihnya untuk pelaksanaan pilkada yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ini diikuti oleh tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang akan berkompetisi pada pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018.

Ketiga pasangan calon itu masing-masing H. Hisan dengan KH Abdullah Mansyur (Hisbullah), didukung Partai Demokrat (enam kursi) dan PAN (tiga kursi) sebanyak sembilan kursi.

Selanjutnya pasangan Calon Bupati Pamekasan H Slamet Junaidi-H. Abdullah Hidayat (Jihad) didukung Partai Nasdem (dua kursi), PKS (2 kursi), PDIP (dua kursi), dan PPP (tujuh kursi), total sebanyak 13 kursi.

Kemudian, Hermanto Subaidi dan Suparto didukung Partai Gerindra (delapan kursi), dan PKB (delapan kursi), sebanyak 16 kursi.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif menjelaskan, pilkada merupakan pesta demokrasi dan sebagai upaya untuk memilih calon pemimpin Sampang untuk lima tahun kedepan.

“Karena itu, maka semua masyarakat yang sudah memenuhi syarat harus bisa memanfaatkan momentum lima tahunan ini, termasuk pengungsi Sampang yang tinggal di luar Kabupaten Sampang,” ujar Syamsul. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending