Connect with us

SURABAYA

PDIP Targetkan Tetap Kuasai Surabaya Pileg 2019

Published

on

Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Jatimraya.com, Surabaya – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menargetkan tetap akan menguasai Kota Pahlawan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana, di Surabaya, Selasa (10/7/2018), mengatakan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Jatim tidak bisa dikaitkan dengan hasil perolehan suara PDIP untuk wilayah Kota Surabaya.

"Kalau suara itu dilihat dari hasil Pilkada Jatim lalu, itu suara PDIP yang bergerak sendirian di Surabaya. Kalau suara yang ada di sana itu dibagi dengan seluruh partai, sementara kita sendirian, ya menang telak," katanya. Diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menetapkan pasangan Cagub-Cawagub Jatim, Khofifah-Emil unggul dalam rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jatim di Kota Surabaya yang berlangsung pada Kamis (5/7).

Adapun untuk perolehan suara pasangan Cagub-Cawagub Jatim nomor urut satu Khofifah-Emil meraih 579.246 suara, sementara pasangan calon nomor urut dua, Gus Ipul-Puti memeroleh 560.848 suara.

Untuk itu, kata Wakil Wali Kota Surabaya ini, pihaknya tetap optimistis bisa memperoleh suara banyak di Surabaya pada Pileg 2019. Terkait bakal calon legislatif PDIP untuk Kota Surabaya, Whisnu mengatakan jika nama-nama baru muncul dengan jumlah yang cukup banyak, di samping 15 anggota Fraksi PDIP yang nantinya berkurang satu yakni Armuji (Ketua DPRD Surabaya) karena maju Pileg untuk Provinsi Jatim.

Ditanya soal bakal caleg petahana atau yang sudah menjadi anggota DPRD Surabaya selama dua periode, Whisnu mengatakan bahwa internal partai sudah mengatur dan rekomendasi itu menjadi wewenang DPD PDIP Jatim.

"Sesuai aturan internal, bagi bakal caleg yang telah menjadi anggota legislatif dua periode, keputusannya kami serahkan ke DPD karena masalah ini berkaitan dengan penguatan suara partai. Jadi semua kita ajukan, keputusannya nanti tanggal 11," katanya. (kim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SURABAYA

Arumi Gantikan IstArumi Gantikan Istri Gus Ipul Pimpin Perwosi

Published

on

Arumi Bachsin adalah Seorang aktris dan model Indonesia.

Jatimraya.com, Surabaya – Istri Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Arumi Bachsin, resmi menggantikan istri Gus Ipul, Fatma Saifullah Yusuf, memimpin ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim periode 2018-2022.

“Kepengurusan ke depan harus bisa lebih baik lagi karena tantangannya sangat besar dan tidaklah mudah,” ujar Fatma Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di sela pembukaan Musyawarah Provinsi Perwosi X di Surabaya,Kamis (20/9/2018).

Pada kesempatan tersebut, berdasarkan pemilihan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh pengurus dari kabupaten/kota se-Jatim, Arumi Bachsin terpilih secara aklamasi.

Selain pemilihan dan penetapan Ketua Pengurus Provinsi Perwosi Jatim baru, di tempat sama juga membahas penyampaian laporan pertanggungjawaban masa bakti 2014-2018, paparan rancangan program kerja, laporan kerja, penyampaian permasalahan serta rancangan program kerja dari kabupaten/kota.

Fatma juga menyampaikan, selama sekitar delapan tahun masa kepemimpinannya, Perwosi telah banyak menorehkan prestasi, di antaranya menjadikan senam rekreasi Perwosi Jatim hingga dikenal luas oleh masyarakat pelosok daerah.

Prestasinya bahkan meraih penghargaan Rekor MURI sebagai penyelenggara senam rekreasi Perwosi Jawa Timur dan diikuti oleh 3.238 peserta se-Jawa Timur pada 2012.

Istri Wagub Jatim itu juga berpesan ke pengurus untuk fokus menjalankan roda organisasi karena menjadi kunci utama kesuksesannya dalam memimpin Perwosi, sekaligus fokus terhadap satu titik agar menjadi produktif dalam menggerakkan peran perempuan mencintai olahraga.

“Kalau tidak fokus pada satu titik, apalagi jika tidak mencintai Perwosi dengan hati maka mustahil akan mendapatkan kesuksesan,” kata wanita yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Wanita Penggerak Olahraga Jatim 2017 dari SIWO PWI Jatim tersebut.

Sementara itu, Arumi Bachsin menyampaikan bahwa di masa kepemimpinannya mendatang akan mendorong budaya olahraga kaum wanita dalam mewujudkan pembangunan Jatim berbasis keluarga sehat, bahagia dan produktif.

Istri mantan Bupati Trenggalek tersebut juga mengapresiasi kepemimpinan Fatma Saifullah Yusuf karena memiliki pola komunikasi yang baik sehingga Perwosi Jatim bisa menjabarkan setiap kegiatan untuk bersinergi dengan Pemprov Jatim.

“Saya harus bisa melanjutkan sesuatu yang luar biasa ini. Ini tantangan sekaligus rasa syukur untuk memimpin Perwosi Jatim. Kami tetap menantikan nasihat Bu Fatma dan prestasi yang dicapai wajib dipertahankan,” kata wanita yang pernah membintangi sejumlah film tersebut. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Gubernur Jatim Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games 2018

Published

on

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Jatimraya.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan bonus kepada atlet-atlet peraih medali pada Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

“Bonus ini dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada atlet, termasuk pelatih maupun asisten pelatih,” ujarnya di sela penyerahan bonus sekaligus peringatan Hari Olahraga Nasional 2018 Gelora Hasta Brata Adi Buana Surabaya, Rabu (19/9/2018).

Bonus yang diberikan berupa tabungan tersebut rinciannya, yakni atlet perorangan peraih emas mendapatkan Rp230 juta, perak Rp72 juta, dan perunggu Rp35 juta.

Kemudian, untuk atlet ganda, peraih emas mendapatkan Rp151 juta, perak Rp46 juta, dan perunggu Rp23 juta

Sementara untuk kategori beregu, peraih emas Rp112 juta, perak Rp35 juta, dan perunggu Rp17,5 juta, serta para pelatih dan asisten pelatih peraih emas Rp170,7 juta, perak Rp53 juta dan perunggu Rp26,4 juta.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa Jatim merupakan gudang atlet peraih prestasi di kancah dunia olahraga tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu buktinya, kata dia, kesuksesan di kancah Asian Games 2018, yakni dari 29 atlet yang bertanding, atlet asal Jatim berhasil meraih 12 medali emas, ditambah enam medali perak dan sembilan medali perunggu.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrabnya, prestasi tersebut tidak lepas dari peran semua pihak mendukung kemajuan olahraga, ditambah atlet yang tidak pernah berhenti berlatih, pelatih, pembina, orang tua dan lainnya.

“Prestasi-prestasi yang diraih ini menandakan tingkat kesejahteraan masyarakatnya semakin meningkat. Negara maju dan sejahtera, pasti memiliki prestasi olahraga yang hebat,” ucapnya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengatakan untuk menciptakan atlet berprestasi maka harus dimulai sejak usia dini melalui “sport science”, yaitu anak dibentuk bukan hanya pada fisiknya, tapi juga kecerdasannya. (qih)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Kejaksaan Selidiki Penyelewengan Dana Hibah Poltek Madiun

Published

on

Kejaksaan Negeri Madiun menyelidiki dugaan penyelewengan pengelolaan dana hibah di Politeknik Negeri Madiun (PNM).

Jatimraya.com, Madiun – Kejaksaan Negeri Madiun menyelidiki dugaan penyelewengan pengelolaan dana hibah di Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Kejaksaan memang sedang melakukan pemeriksaan terkait dengan informasi ada indikasi salah peruntukan dari pengelolaan dana hibah di Politeknik Negeri Madiun yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini masih penyelidikan awal,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun I Ketut Suarbawa kepada wartawan di Madiun, Kamis (6/9/2018).

Menurut dia, penyelidikan kasus tersebut telah dilakukan sejak 23 Agustus 2018. Pihakya juga telah memintai keterangan sebanyak 10 saksi.

“Kejaksaan masih membutuhkan keterangan lanjutan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti,” kata dia lanjut.

Kasus tersebut bermula saat PNM mendapat kucuran dana hibah dari Pemkot Madiun sebesar Rp2,3 miliar pada tahun 2014. Dana tersebut diberikan saat masa transisi PNM menjadi negeri.

Dari dana Rp2,3 miliar yang diberikan pada tahun 2014, hanya terserap Rp1,8 miliar untuk sejumlah kegiatan. Oleh karena itu, kejaksaan mempertanyakan selisih anggaran Rp500 juta yang belum terserap dan menjadi temuan BPK.

Selain selisih, kejaksaan juga menemukan ada sejumlah anggaran yang terserap tersebut tidak sesuai dengan peruntukan. Dari anggaran Rp1,8 miliar yang diserap, sekitar Rp186 juta justru untuk membayar gaji PNS sehingga menjadi temuan BPK.

Hal yang sama pada tahun 2015. PNM memperoleh kembali dana hibah dari Pemkot Madiun sebesar Rp2,3 miliar. Akan tetapi, sebesar Rp500 juta di antaranya justru untuk mengembalikan pinjaman pada tahun 2014 yang menjadi temuan BPK ke kas daerah.

Suarbawa menjelaskan bahwa pihaknnya masih terus melakukan pemeriksaan hingga ada titik kejelasan dan kesimpulan.

Sejumlah saksi lain dari pejabat PNM dan Pemkot Madiun juga akan diperiksa guna mendapatkan keterangan serta bahan bukti dari kasus tersebut. (rka)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending