Connect with us

SURABAYA

Penghargaan “Lee Kwan Yew” Diarak Keliling Surabaya

Published

on

Keberhasilan Kota Pahlawan menyabet penghargaan internasional "Lee Kwan Yew World City Prize".

Jatimraya.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama forum Pimpinan Daerah melakukan arak-arakan keliling Kota Surabaya, Selasa (10/9/2018), atas keberhasilan Kota Pahlawan menyabet penghargaan internasional “Lee Kwan Yew World City Prize” di Singapura pada Senin (9/7/2018).

Selain membawa penghargaan Lee Kwan Yew, Risma juga memamerkan dua penghargaan internasional 2018 lainnya, yaitu ASEAN Tourism Forum (ATF) di Thailand dan OpenGov Asia Recognition of Excellence di Jakarta.

“Arak-arakan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya kepada warga kota. Bahkan, keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini juga dipengaruhi peran serta dari warga kota yang turut membangun kota, utamanya di perkampungan,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser.

Rute arak-arakan itu dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya kemudian berjalan ke arah Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab-Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan). Selain itu, lanjut Fikser, Kota Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi. “Surabaya dinilai sebagai kota yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain di dunia,” katanya.

Menurut dia, keunikan Surabaya dapat dilihat dari perkampungan yang ada di Surabaya yang memiliki struktur tematik yang beragam. Bahkan, lanjut dia, adanya pembenahan di perkampungan seperti saluran, paving, akses pelayananan Taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center dan pelayanan kesehatan puskesmas yang tersedia di dalam kampung.

Mantan Camat Sukolilo tersebut menuturkan, penghargaan dua tahun sekali ini merupakan sesuatu yang membanggakan bagi Kota Surabaya. Sebab, di tahun 2014, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew namun kalah. Kini pada 2018, kata dia, Kota Pahlawan akhirnya mampu memperoleh penghargaan ini berkat sinergitas seluruh stakeholder baik yang ada di lingkungan Pemkot maupun warga Surabaya. “Ini kerja keras seluruh stakeholder dan itu sudah dapat dibuktikan dengan nyata,” ujarnya.

Dengan adanya penghargaan ini, kata dia, Surabaya dapat disejajarkan dengan negara-negara internasional lainnya seperti Kazan (Rusia), Hamburg (Jerman) dan Tokyo (Jepang) yang sama-sama menerima penghargaan Lee Kuan Yew tahun 2018 di Singapura. (kim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SURABAYA

Dicat Baru, Kawasan Kota Tua Surabaya Jadi Destinasi Wisata

Published

on

Jatimraya.com, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mempersiapkan bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai dan sejarah di kawasan Kota Tua Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan mengecat baru gedung-gedung di kawasan tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/11/2018), mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan empat perusahaan cat untuk mempercantik kawasan kota tua di Surabaya utara tersebut.

“Kalau tempatnya bagus orang dari luar Surabaya datang lalu sekalian belanja di sini,” katanya.

Risma menilai kawasan kota tua tersebut sangat indah dari segi bangunannya dan masih banyak ornamen-ornamen yang asli untuk kemudian dipercantik melalui sentuhan cat yang unik dan berwarna-warni.

“Kalau warnanya biasa saja orang tidak terlalu perhatikan, tapi begitu warnanya berubah orang akan tertarik,” katanya.

Ia juga memberi masukan kepada salah satu perusahaan perwakilan cat agar memberi sentuhan warna yang terang pada bangunan di seberang jalan bagian atas.

Menurutnya, kawasan kota tua dipilih karena dinilai memiliki potensi wisata yang apik dan baru bagi warga Surabaya. “Selain itu, kawasan ini menjadi lebih hidup utamanya di malam hari,” katanya.

Sinergi yang dibangun Pemkot bersama perusahaan dan warga, lanjut dia, diharapkan bisa menjadikan kawasan kota tua di Surabaya Utara ini sebagai tempat wisata yang terawat dengan baik serta meningkatkan perekonomian warga.

117 bangunan cagar budaya yang akan dicat berlokasi di Jalan Veteran, Karet, Kali Malang, Surabaya. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Menteri BUMN Mulai Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa

Published

on

Menteri BUMN Rini Sumarno (kedua dari kiri) memulai ekspedisi perjalanan darat dari Surabaya, Jawa Timur menuju DKI Jakarta melalui tol Trans Jawa, Senin (12/11/2018).

Jatimraya.com, Surabaya – Menteri BUMN Rini Sumarno memulai ekspedisi perjalanan darat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju DKI Jakarta melalui tol Trans Jawa sejauh 760 kilometer untuk memastikan kesiapan ruas yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan alur logistik antara dua kota penggerak ekonomi Jawa itu.

“Trans Jawa ini sudah dicanangkan sejak lama sekali. Memang saat ini masih ada titik-titik ruas yang belum selesai sepenuhnya. Tapi komitmen kami akhir 2018 ini dari Pelabuhan Merak ke Surabaya bisa diresmikan Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Rini di Gerbang Tol Waru, Surabaya, Senin pagi (12/11/12018), sebelum memulai ekspedisi.

Setelah seluruh ruas tol dari Merak ke Surabaya sudah 100 persen beroperasi, pembangunan jaringan Trans Jawa berlanjut dari Surabaya ke Probolinggo kemudian Banyuwangi.

Ruas Surabaya ke Probolinggo berjarak sekitar 114 kilometer, yang dilanjutkan dari Probolinggo ke Banyuwangi sekitar 172,9 kilometer.

“Kalu mau benar-benar menghubungkan Trans Jawa ini memang harus berlanjut dari Surabaya ke Probolinggo kemudian ke Banyuwangi. Hal ini juga agar pertumbuhan ekonomi di kota-kota yang dilewati berjalan,” kata dia.

Menurut Direktur Utama PT. Jasa Marga Persero Tbk Desy Arryani, ekspedisi ini akan memakan waktu 14 jam perjalanan darat yang 100 persen melalui ruas-ruas di tol Trans Jawa. Jika seluruh ruas Trans Jawa sudah selesai dan pengembangan ruas Tol Jakarta-Cikampek sudah rampung, maka waktu tempuh perjalanan darat Jakarta-Surabaya maksimal 10 jam.

Dalam ekspedisi ini, setelah memulai dari Gerbang Tol Waru Gunung, Surabaya, Rini dan tim ekspedisi akan melintasi ruas tol Surabaya-Mojokerto, kemudian dilanjutkan Mojokerto-Kertosono. Setelah itu, perjalanan menyambung ke Ngawi, dan Wilangan.

“Dari Ngawi ke Wilangan memang ada beberapa titik yang masih dikembangkan. Kemudian dari Ngawi ke Solo, sudah 100 persen,” ujar dia.

Selanjutnya dari Solo, perjalanqn menuju Semarang, dan menuju Tol Kanci. Terakhir, dari Tol Kanci menuju Jakarta.

Dalam ekspedisi ini, Rini memulai perjalanan menggunakan bus berukuran sedang, dan rencananya di tengah perjalanan akan beralih menggunakan mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV).

Turut serta dalam perjalanan itu, para Deputi Kementerian BUMN dan beberapa Direktur Utama (Dirut) BUMN, di antaranya seperti Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Dirut Bank Rakyat Indonesia Suprajarto. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Yagemi Siap Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat di Jatim

Published

on

Sejumlah pengurus Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) Jatim menghadiri diskusi yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) I yang digelar di salah satu hotel di Surabaya pada Kamis (8/11/2018).

Jatimraya.com, Surabaya – Yayasan Gemar Membaca Indonesia siap menumbuhkan kembali minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini rendah khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Salah satu program Yagemi (Yayasan Gemar Membaca Indonesia) adalah Pustaka Bergilir Buku Masuk Rumah (PB-BMR). Program ini yang akan menumbuhkan minat baca warga di Jatim,” kata Koordinator Provinsi (Korporv) Yagemi Jawa Timur Warsito di Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, PB-BMR adalah suatu program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Ketua Umum Yagemi Fauzi Umar yang merasa terpanggil untuk menumbuhkembangkan minat baca masyarakat Indonesia yang sangat rendah. Bahkan, berdasarkan survei, Indonesia berada diperingkat 60 dari 61 Negara.

“Padahal mencerdaskan bangsa adalah salah satu cita-cita proklamasi,” ujarnya.

Warsito mengatakan kebersediaannya menjadi Korprov Yagemi Jatim berawal dari pertemuannya dengan Ketua Umum Yagemi Fauzi Umar yang difasilitasi oleh Koordinator Nasional (Kornas) Yagemi Marlis beberapa waktu lalu.

“Saat ketemu dengan beliau, saya tertarik dan bersedia menjadi Korprov Yagemi untuk wilayah Jatim,” kata Warsito yang juga Caleg DPRD Jatim daerah pemilihan Malang Raya.

Ia mengatakan Yagemi mempunyai semangat dan rasa keprihatinan akan masa depan generasi muda Indonesia khususnya Jawa Timur yang masih sangat rendah minat bacanya.

“Minat bacanya kalah oleh hobi baru yang menurut pandangan saya kurang produktif, meskipun kami yakin tidak mudah,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap optimitis program Yagemi akan berjalan karena sudah dua tahun telah diujicobakan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan membuahkan hasil.

“Kuncinya hanya satu yaitu intervensi aktif pemerintah secara berjenjang dari pusat sampai daerah. Hal ini dikarenakan sasaran dan pembiayaan utamanya ada Anggaran Dana Desa (ADD),” katanya.

Terkait alokasi pembelanjaan ADD, Warsito menjelaskan komposisi idealnya adalah maksimal 70 persen untuk insfrastruktur desa dan minimal 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat desa.

“Porsi inilah yang kita diskusikan dengan kepala desa di Jatim yang jumlahanya menurut data ada sekitar 7.724 desa,” ujarnya.

Untuk membahas persoalan itu, lanjut dia, Yagemi Jatim menggelar diskusi yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) I yang digelar di salah satu hotel di Surabaya pada Kamis (8/11).

Rakorprov tersebut dihadiri 16 Koordinator Yagemi se-Jatim di antaranya dari Magetan, Ponorogo, Madiun, Tulungagung, Malang, Banyuwangi, Sampang dan peserta terdekat Mojokerto juga Sidoarjo. Selain itu juga dihadiri penulis biografi kreatif, Siti Nasi’ah atau dikenal Mbak Ita. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending