Connect with us

POLITIK

Risma Ceritakan Suka Duka Penerapan E-Procurement Surabaya

Published

on

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Jatimraya.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan suka duka pada saat awal pertama kali menerapkan program e-procurement atau sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi di Pemkot Surabaya, Jatim.

Tri Rismaharini di Surabaya, Jumat (7/9/2018), mengatakan pada saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Program sekitar 2002 ada pengalaman buruk yang sempat dialaminya bersama keluarga.

“Ada ancaman ataupun teror ketika saya hendak menerapkan program e-procurement,” katanya.

Namun, lanjut dia, berkat dukungan Profesor Richardus Eko Indrajit, program tersebut berhasil diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan nasional.

Richardus Eko Indrajit merupakan pakar teknologi lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Harvard University University of the City of Manyla, Maastricht School of Management, Leicester University, dan London School of Public Relations.

Selain itu, Richardus Eko Indrajit sempat ditunjuk Pemerintah Republik Indonesia untuk memimpin institusi pengawas internet Indonesia ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) dan menjadi anggota aktif dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dewan Riset Nasional (DRN), dan Dewan Pendidikan Tinggi (DPT).

Richardus juga ditunjuk Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies dimana ia memimpin lebih dari 700 universitas dan 1.500 program studi di seluruh Indonesia dan President of International Association of Software Architect.

“Dia (Richardus) adalah orang yang membantu dan menyelamatkan nyawa saya dan keluarga ketika menerima berbagai macam teror untuk menerapkan program e-procurement,” ujarnya.

Risma menjelaskan awal pembuatan program e-procurement sempat mengalami gejolak dan penolakan dari dalam tubuh Pemkot Surabaya. Namun, kata dia, berkat bantuan dan dukungan Prof Eko, program yang bertujuan untuk memutus rantai korupsi bisa diterapkan.

“Saat presentasi di Bandung dan Jakarta, dia selalu meyakinkan kepada seluruh peserta bahwa langkah program ini sudah benar hingga akhirnya bisa diterima di level nasional,” ujarnya. Menurut Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, jika tidak menggunakan program e-procurement, Pemkot Surabaya akan mengalami kesulitan untuk mempercepat pembangunan. Mengingat dana yang diberikan sangat terbatas.

Meskipun dana yang didapat terbatas, Risma mengaku Surabaya bisa melakukan penghematan sekitar 20-25 persen melalui kompetisi yang ketat. Hasil penghematan ini, kata Risma, yang kemudian dimanfaatkan untuk membangun jalan dan saluran.

“Mungkin itu yang membuat pembangunan di Surabaya lebih cepat dibandingkan daerah-daerah lainnya,” katanya.

Profesor Richardus Eko Indrajit pada saat bersama Risma mengunjungi koridor lantai 3 gedung Siola, Surabaya, Kamis (6/9/2018) mengatakan dalam menciptakan suatu program pasti ada risiko gagal dan berhasil. Namun baginya, program e-procurement sudah berhasil diterapkan di Kota Pahlawan. Kesuksesan itu dapat dilihat ketika banyak kota dan negara datang ke Surabaya untuk belajar teknologi, kepemimpinan, terobosan, ide, inisiatif dan terpenting melibatkan warganya dalam membangun kota. “Kota yang benar-benar layak untuk ditinggali karena melibatkan warga dalam membangun kotanya,” katanya.

Ditanya soal perubahan gedung Siola dulu dan kini, Prof Eko mengaku terkejut karena dulunya dipakai sebagai pusat perbelanjaan kini disulap menjadi mal pelayanan publik.

Menurutnya, mal pelayanan publik Siola sangat bagus dan sukses. Hal itu bisa dilihat dari cara warga bergerak, saling menyapa dan tersenyum. “Kalau mau lihat baik buruknya pelayanan masyarakat bisa dilihat berapa jumlah orang yang tersenyum. Kalau perlu Surabaya buat program senyum orang,” katanya. Selama di gedung Siola, Risma mengajak Prof Eko dan rombongan melihat museum Surabaya, ruang command center room (CCR) 112 dan koridor coworking space. (adl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Sandiaga Ajak Santri Tumbuhkan Jiwa Santripreneur

Published

on

Sandiaga Salahuddin Uno bersilaturahmi ke Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Sumenep Perenduan Madura KH Ahmad Fauzi Tijani, Minggu (30/09/2018).

Jatimraya.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno berpesan agar santri menumbuhkan jiwa santripreuneur saat bersilaturahim dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al Amien, Sumenep, Madura KH Ahmad Fauzi Tijani, Minggu.

“Sudah saatnya para santri menumbuhkan jiwa pengusaha, niat keras menciptakan lapangan kerja. Pesan saya Good is not enough, why not be the best so be the best. Bagus saja tidak cukup. Harus menjadi yang terbaik, maka jadilah yang terbaik,” kata Sandiaga seperti dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Sandiaga mengaku kagum melihat Pesantren Al Amien yang dikelola modern dan profesional. Cawapres yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Demokrat ini pun berkesempatan bertemu dan bersalaman dengan para santri.

Sandiaga berada di Jawa Timur sejak Kamis. Dia mengendarai mobil menyisir kota-kota di Jawa Timur. Di mulai dari Surabaya lalu Sidoarjo, Probolinggo, Kediri, Madiun, Bojonegoro, lalu dilanjutkan Madura.

Sementara itu, Kiai Ahmad merasa senang dengan kunjungan cawapres pendampingi Calon Presiden RI Prabowo Subianto itu ke Pondok Pesantren Al Amien di Prenduan, Sumenep itu.

“Kami senang ada calon pemimpin nasional mengunjungi ponpes ini,” kata Kiai Ahmad yang mengaku punya alumni 10 ribu orang yang tersebar di berbagai belahan dunia. (git)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Prabowo-Sandi Tunjuk Budi Purnomo Karjodihardjo Menjadi Wakil Direktur Komunikasi & Media

Published

on

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Jatimraya.com, Jakarta – Wartawan senior Budi Purnomo Karjodihardjo S.IKom, M.IKom akhirnya ditugaskan oleh pasangan Capres/Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno sebagai Wakil Direktur Komunikasi & Media, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi Uno.

Budi Purnomo menjadi Wakil dari Hashim Djoyohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto yang ditunjuk sebagai Direktur Komunikasi dan Media, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Uno.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pak Prabowo dan pak Sandi, mohon doa dari para pendukung agar kami dapat bertugas dengan baik,” kata Budi Purnomo kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Selain Budi Purnomo Karjodihardjo, Hashim juga didampingi oleh tiga orang Wakil Direktur lainnya, yaitu Mayjen (Purn) Sudrajat (mantan Kapuspen TNI), Dhimam Abror (politisi PAN), dan Dedi Supriadi (politisi PKS)

Bagi Budi Purnomo, urusan manajemen media center bukanlah hal yang baru. Kiprahnya di dunia komunikasi dan media dalam kontestasi politik seperti Pilgub dan Pilpres, sudah malang-melintang dan sarat prestasi.

Pada saat Pilgub DKI Jakarta 2018, Budi adalah Dewan Pakar (bidang komunikasi dan media) Anies Baswedan-Sandi, setelah sebelumnya menjadi Koordinator Sandi Uno Media Center (2017). Pada Pilgub DKI Jakarta sebelumnya pun, Budi adalah Koordinator Media Center Jokowi-Ahok (2012).

Sedangkan pada saat kontestasi Pilpres 2014, Budi juga ditunjuk sebagai Direktur Komunikasi & Media Prabowo-Hatta Rajasa, setelah sebelumnya menjadi Koordinator Prabowo Subianto Media Center (2013).

Pada Pilpres 2019 ini, Tim Komunikasi & Media dibentuk Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi berdasarkan Surat Keputusan No. 0001/Kpts/BPN-PS/IX/2018 tanggal 18 September 2018, tentang Direktorat Komunikasi dan Media BPN Capres-Cawapres 2019 Prabowo-Sandi.

Dalam SK tersebut, dicantumkan juga 60 orang anggota Direktorat Komunikasi dan Media yang berasal dari berbagai lintas partai maupun relawan, termasuk : Ariseno Ridhwan, Yuga Aden, Vera Damayanti, Imelda Sari, Zara Zettira, Yasmin Muntaz, Dian Fatwa, Eka Gumelar, Siti Syarifah Sutalaksana, Hazmi Fitriyasa, Ade Novit, Buni Yani, dan sejumlah tokoh lainnya. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Di Malang, 12 Tersangka Korupsi Mencalonkan Diri di Pemilu 2019

Published

on

Ketua KPU Kota, Malang Zaenudin.

Jatimraya.com, Malang – Sebanyak 12 calon yang masuk dalam daftar calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang masih berstatus tersangka dan akan maju pada Pemilihan Umum 2019.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengatakan bahwa sebanyak 12 orang tersangka tersebut berasal dari tujuh partai politik dan tersebar hampir di seluruh wilayah daerah pemilihan. Pada prinsipnya, hak para tersangka tersebut masih dilindungi undang-undang karena belum ada keputusan yang bersifat inkrah.

“Ada 12 calon legislatif yang saat ini menyandang predikat sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Zaenudin seusai melakukan penetapan daftar calon tetap (DCT) Anggota DPRD Kota Malang Pada Pemilu 2019 di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/9/2018).

Calon legislatif yang berstatus tersangka tersebut berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura dan Partai Demokrat.

Sebanyak 12 calon legislatif tersebut tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019. Dalam kasus itu, sebanyak 41 orang anggota DPRD Kota Malang diciduk oleh KPK.

“Menurut aturan, memang tidak ada penandaan terhadap calon legislatif yang meninggal dunia atau sedang menjalani proses hukum,” ujar Zaenudin.

Zaenudin menambahkan, beberapa partai telah menarik bakal calon legislatif yang masuk dalam daftar calon sementara (DCS). Partai Golkar menarik dua calon, Partai Nasional Demokrat satu calon, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiga calon dan tiga orang dari PDIP mengundurkan diri.

KPU Kota Malang telah menetapkan DCT Anggota DPRD Kota Malang untuk Pemilu 2019. Sebanyak 529 ditetapkan dan akan maju pada Pemilu 2019 dari sebelumnya tercatat ada sebanyak 535 calon yang masuk dalam DCS.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan KPU Kota Malang Nomor 12/HK.03.1-KPT-3573-KPUKOT-9-2018 Tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Pada Pemilihan Umum Tahun 2019.

Dengan ditetapkannya Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Malang tersebut, maka para calon bisa mulai melakukan kampanye pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019. (vic)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending