Connect with us

BANYUWANGI

Jumlah Pengunjung TN Alas Purwo Terus Meningkat

Published

on

Taman Nasional Alas Purwo adalah taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.

Jatimraya.com, Banyuwangi – Jumlah pengunjung ke objek wisata Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi setiap tahun terus meningkat seiring pembangunan akses dan sarana prasarana di lokasi itu.

Kasubag TU Taman Nasional Alas Purwo Muhamad Wahyudi di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (12/3/2019) menyebutkan, pada 2016 jumlah wisatawan ke Taman Nasional seluas 44.000 hektare itu mencapai 134.130 orang dan pada 2017 menjadi 137.430 orang (naik 2,46 persen) sedangkan pada 2018 meningkat signifikan, yakni mencapai 53,5 persen atau jumlah pengunjung sebanyak 211.049 orang.

“Pada Januari hingga Februari 2019, jumlah pengunjung wisata sudah tembus 38.000 wisatawan. Jumlah pengunjung meningkat 26,6 persen dibanding Januari-Februari 2018,” ujarnya dalam keterangan tertulis Pemkab Banyuwangi.

Ia mengatakan akses jalan utama di kawasan wisata telah diaspal hingga pos pemberhentian terakhir, dan sejumlah fasilitas juga telah dibangun untuk menambah kenyamanan pengunjung.

Menurut dia, kenaikan jumlah wisatawan didorong perbaikan akses serta penambahan fasilitas di taman nasional yang menjadi rumah 700 jenis flora, 50 jenis mamalia, 320 jenis burung, 15 jenis amfibi serta 48 jenis reptile tersebut.

Taman Nasional Alas Purwo, katanya, kian diminati wisatawan karena pesona keindahannya dan kawasan itu juga telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO-PBB dan Geopark nasional.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, perbaikan aksesabilitas ke Taman Nasional Alas Purwo merupakan wujud dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan pariwisata daerah, dan pada tahun lalu pemerintah pusat menggelontorkan Rp50 miliar untuk perbaikan infrastruktur.

“Kemarin kami diundang rapat, sudah laporan ke Pak Luhut tentang perkembangannya, Banyuwangi berterima kasih ke pusat karena perbaikan infrastruktur mampu menarik minat wisatawan dan otomatis menggerakkan ekonomi lokal,” kata Anas.

Di Taman Nasional Alas Purwo, menurut Bupati Anas, wisatawan dapat merasakan petualangan seru, memasuki kawasan tersebut, pengunjung disambut rimbunan pohon mahoni.

Di kawasan itu, terdapat Situs Kawitan, pura umat Hindu dan dalam bahasa Jawa, Kawitan berarti “awal mula”, merujuk pada keyakinan bahwa Alas Purwo dipercaya sebagai tanah yang pertamakali ada saat penciptaan Jawa.

Wisatawan bisa menikmati padang rumput (sabana) luas untuk melihat burung merak, rusa dan banteng, dan juga ada deretan pantai eksotis mulai Pantai Parang Ireng, Pantai Ngagelan, Pantai Pancur, hingga Pantai Plengkung.

“Plengkung memiliki ombak memukau setinggi enam meter, diakui sebagai salah satu tempat selancar terbaik dunia,” ujar Anas.

Bupati Anas mengatakan, dari aspek pesona alam untuk petualangan maupun kekayaan sejarahnya, Alas Purwo memang didesain sebagai wisata minat khusus.

“Tahun ini juga digelar di Alas Purwo Geopark Green Run, tapi lokasinya tidak sampai sangat masuk ke taman nasional agar tetap alami,” katanya.

Di Alas Purwo terdapat banyak gua dan salah satunya Gua Istana yang disebut memiliki kegelapan abadi dan banyak didatangi tokoh-tokoh spiritual. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BANYUWANGI

Menteri Susi Apresiasi Konservasi Laut Pantai Bangsring Banyuwangi

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam acara Banyuwangi Underwater Festival 2019, Selasa (2/4/2019).

Jatimraya.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kawasan konservasi laut di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, yang dinilai berhasil dalam mengubah perilaku dan budaya tangkap ikan nelayan menjadi lebih berkelanjutan.

Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (3/4/2019), menyebutkan sebelumnya para nelayan kerap menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti bom dinamit dan portas, namun kini mereka telah beralih menggunakan alat-alat tangkap ramah lingkungan.

Tak sia-sia, masyarakat setempat pun turut merasakan dampak positif dalam ekosistem laut setempat yang turut berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan hingga mencapai 130.000 pengunjung sepanjang 2018.

Menteri Susi didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Banyuwangi Underwater Festival 2019 yang diselenggarakan di kawasan konservasi Pantai Bangsring, Banyuwangi, pada 2 April.

Dalam acara tersebut Menteri Susi memotivasi siswa setempat yang mayoritas merupakan anak nelayan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, salah satunya dengan mengurangi penggunaan sedotan dan botol plastik untuk meminimalisir penumpukan sampah plastik di laut.

Ia juga mengatakan akan mengirimkan goggle (kacamata renang) agar anak-anak dapat menjaga laut di sekitar mereka, serta memberikan bantuan kepada anak yatim-piatu di wilayah itu.

Kehadiran Menteri Susi kemudian disambut dengan kemeriahan pertunjukan tari khas Banyuwangi, Gandrung, yang ditampilkan oleh 45 penari dari Sanggar Wongso Arum di bibir pantai.

Secara keseluruhan, ia juga mengapresiasi kawasan konservasi Pantai Bangsring yang dinilainya sudah terintegrasi menjadi satu kesatuan pariwisata yang hidup.

Menteri Susi mengatakan daerah-daerah pesisir lainnya semestinya memupuk ekonomi kerakyatan serupa untuk menjaga ekosistem laut sekaligus menghidupkan masyarakat setempat.

Selain itu, Menteri Susi juga berpesan kepada para nelayan setempat agar memberi hari libur menangkap ikan, sehingga ikan dapat berkembang biak dan terjaga keberlanjutannya. (mrr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANYUWANGI

Pabrik KA Banyuwangi Mampu Produksi Empat Gerbong/Hari

Published

on

Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN, Imam Apriyanto Putro.

Jatimraya.com, Banyuwangi – Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN Imam Apriyanto Putro mengungkapkan, pabrik kereta api milik PT INKA di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mampu memproduksi empat gerbong per hari yang produknya lebih diorientasikan untuk memenuhi pasar ekspor.

“Pabrik baru ini dapat memproduksi hingga empat gerbong kereta per hari, dari sebelumnya pabrik INKA di Madiun yang menghasilkan satu gerbong kereta per hari,” katanrya saat menghadiri peluncuran pabrik industri kereta api terbesar di Indonesia di Desa Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (31/3/2019).

Imam juga mengungkapkan bahwa pasar ekspor PT Industri Kereta Api (INKA) terus berkembang. Karena itu BUMN untuk pengembangan industri KA ini membangun pabrik baru yang lebih canggih di Banyuwangi.

Menurut ia, pembangunan pabrik baru kereta api memilih Banyuwangi karena kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu memiliki pelabuhan ekspor, sehingga diharapkan bisa menekan biaya pengiriman.

Pabrik industri kereta api yang terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, ini, katanya membawa teknologi terbaru hasil kolaborasi dengan Stadler Rail Group dari Swiss, yang merupakan salah satu perusahaan kereta api terbesar dunia.

“Komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mendukung investasi juga menjadi pertimbangan kami,” ujar Imam Apriyanto Putro.

Sesmen BUMN mengemukakan pabrik KA milik PT INKA ini dibangun di lahan seluas 83 hektare dengan investasi mencapai Rp1,6 triliun, dan difokuskan menggarap pasar ekspor ke Asia, Afrika dan Australia.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro menjelaskan bahwa saat ini INKA menerima banyak pesanan kereta untuk ekspor.

“Salah satunya Srilanka yang memesan 250 kereta dengan nilai 100 juta Dolar AS, belum lagi untuk memenuhi pesanan dari Bangladesh dan Filipina. Selain itu INKA juga menjajaki peluang pasar baru di Afrika, Australia dan Taiwan,” katanya.

Ia menginginkan pembangunan pabrik kereta api di Kabupaten Banyuwangi bisa cepat selesai dan ditargetkan rampung serta sudah berproduksi pada 2020.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Banyuwangi menyambut baik hadirnya PT INKA dalam kerangka pengembangan sektor pariwisata (tourism), perdagangan (trade) dan investasi (investment).

“TTI atau ‘tourism, trade, investment’ ini kami padukan dalam pariwisata karena di industri ini juga ada museum kereta api terbesar yang bakal jadi tujuan wisata, dan penguatan trade karena ini ekspor, sehingga lewat INKA ini juga kami mengirim pesan tentang keuntungan berinvestasi di Banyuwangi yang memiliki pelabuhan laut dalam dan alami yang bisa disinggahi kapal besar,” ujar Anas.

Mengenai investasi, lanjut dia, kehadiran INKA memperkuat Banyuwangi sebagai tujuan investasi yang prospektif.

“Jadi antara pariwisata, ekspor dan investasi, tiga aspek kunci dalam pembangunan daerah, kami jadikan dalam satu tarikan nafas,” katanya.

Data yang diperoleh Antara, INKA bakal merekrut sekitar 2.000 pekerja lokal untuk operasional pabrik di Banyuwangi, dan sebagian bakal dikirim magang selama tiga bulan di Swiss sembari menunggu proses pembangunan pabrik.

PT INKA juga berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi dengan membuka prodi jurusan perkerataapian di Politeknik Negeri Banyuwangi dan sejumlah SMK.

Peluncuran pabrik kereta api di Banyuwangi ini, selain Sesmen BUMN juga dihadiri sejumlah pejabat BUMN lainnya. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANYUWANGI

Pemkab Banyuwangi-Mandiri Gelar Marathon untuk Kembangkan Pariwisata

Published

on

Bank Mandiri menggelar ajang lari internasional di Banyuwangi bertajuk Mandiri Banyuwangi Half Marathon pada Minggu (31/3/2019) dalam upaya mengembangkan pariwisata di Banyuwangi.

Jatimraya.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berkolaborasi dengan Bank Mandiri menggelar ajang lari internasional di Banyuwangi bertajuk Mandiri Banyuwangi Half Marathon pada Minggu (31/3/2019) dalam upaya mengembangkan pariwisata di Banyuwangi.

Siaran pers Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (21/3/2019), mengatakan, ajang lari tersebut sekaligus sebagai langkah awal menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi marathon di Indonesia dan internasional.

Dikatakan, lebih dari 1.000 pelari akan ambil bagian dalam ajang marathon yang penyelenggaraannya akan digelar pada Minggu, 31 Maret 2019 dengan lokasi start dan finish di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Marathon tersebut akan melombakan tiga kategori, yakni kategori half marathon (21km), kategori 10 km dan 5 km. Harapannya ajang tersebut akan dikembangkan agar masuk dalam kalender tahunan ajang marathon internasional.

“Kami akan berupaya menggelar dengan baik kegiatan ini, agar ke depan Banyuwangi bisa menaikkan kembali kelasnya sebagai salah satu kota yang dapat menggelar lomba Marathon kelas dunia sehingga pariwisata di kota ini dapat semakin meningkat ke arah yang jauh lebih baik ,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam konferensi pers kegiatan tersebut.

Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengemukakan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap ajang itu karena perseroan ingin berperan aktif dalam mengembangkan destinasi-destinasi wisata baru di Indonesia melalui sport tourism.

“Banyuwangi merupakan kota yang indah dengan berbagai kekayaan alam dan budayanya sehingga kami merasa perlu untuk ikut serta mengembangkan pariwisata di kota ini melalui olahraga lari yang sedang menjadi tren di dunia. Ajang ini juga merupakan salah satu dari rangkaian acara Bulan BUMN dalam rangka ulang tahun Kementerian BUMN ke-21,” kata Rudi.

Untuk mendukung kampanye Cashless Society, panitia juga akan menyiapkan jaringan pembayaran non tunai Bank Mandiri yang dilengkapi dengan LinkAja di area Mandiri Banyuwangi Half Marathon. Layanan LinkAja telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana pembayaran digital berbasis uang elektronik sejak 3 Maret 2019.

LinkAja merupakan bentuk sinergi BUMN untuk menghadirkan layanan transaksi digital yang lebih baik, mudah, dan lengkap sehingga kehadiran BUMN benar-benar dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat Indonesia. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending