Connect with us

MALANG

Tiongkok Dorong Perluasan Investasi di Kota Malang

Published

on

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Untuk Indonesia Xiao Qian saat berkunjung di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, (13/3/2019).

Jatimraya.com, Malang – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendorong para investor yang ada di negara tersebut untuk memperluas investasi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, khususnya di sektor manufaktur dan industri kimia.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian di Balai Kota Malang, Rabu (13/3/2019), mengatakan bahwa Kota Malang memiliki berbagai industri manufaktur yang cocok dengan investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut sehingga pihaknya bersedia mengajak para investor untuk meningkatkan investasi di Kota Malang.

“Kami bersedia supaya perusahaan asal Tiongkok memperluas investasi mereka di sini, seperti pada bidang industri kimia, manufaktur, dan lainnya,” kata Qian.

Kota Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dinilai ramah terhadap investasi. Berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Kota Malang, beberapa potensi dan peluang investasi di Kota Malang adalah, bidang usaha pengembangan properti, perdagangan dan jasa, industri dan perdagangan, pariwisata dan olahraga.

Dalam kesempatan itu, Qian menambahkan, selain mendorong adanya perluasan investasi tersebut, pihaknya juga berupaya untuk membuka peluang kerja sama pada sektor perdagangan. Pemerintah RRT membuka pintu terhadap produk-produk Indonesia khususnya asal Kota Malang, untuk masuk ke negaranya.

“Pemerintah Kota Malang bisa memperluas ekspor, dengan bermacam-macam produk unggulan untuk masuk ke Tiongkok, misalnya kopi, kayu, dan buah tropikal,” kata Qian.

Berdasarkan catatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang juga terus berupaya untuk mempromosikan potensi investasi yang ada di Kota Malang. Promosi tersebut menyasar daerah lain yang memiliki potensi tinggi untuk mengembangkan sektor-sektor potensial di Kota Malang.

Realisasi investasi di Kota Malang selama 2017 mencapai Rp36 triliun, yang didominasi sektor usaha perdagangan. Tren tersebut diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan untuk kedepannya.

Dalam data jenis perizinan yang dikeluarkan, izin perdagangan memberikan sumbangsih investasi cukup signifikan pada Kota Malang, yakni sebesar Rp10 triliun. Jenis usaha perdagangan ini beragam macamnya, seperti sektor properti yakni perumahan dan apartemen, serta usaha perdagangan di bidang jasa hiburan dan hotel.

Salah satu pengembangan apartemen di Kota Malang, khususnya pada kawasan Soekarno-Hatta, rata-rata investasi yang ditanam berkisar Rp2 miliar hingga Rp3,2 triliun. (vic)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MALANG

Pemkab Malang Targetkan Kunjungan 10 Juta Wisatawan pada 2020

Published

on

Wakil Bupati Malang, Sanusi.

Jatimraya.com, Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan 10 juta jiwa kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke wilayah itu pada tahun 2020.

“Untuk tahun ini kami memasang target kunjungan wisatawan sekitar 7,6 juta jiwa dan tahun depan dengan berbagai upaya bisa mendulang wisatawan 10 juta jiwa, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Wakil Bupati Malang Sanusi di Malang, Rabu (24/4/2019).

Target yang dicanangkan tahun ini mengacu pada capaian kunjungan wisatawan di tahun 2018. Pada tahun 2018, kunjungan wisatawan yang mampu mencapai 7 juta jiwa, meski ada sejumlah kendala, terutama cuaca. Faktor cuaca ekstrim berdampak signifikan terhadap kunjungan pada bulan Desember yang menurun drastis.

Destinasi wisata pantai di kawasan Malang selatan yang sangat bergantung pada cuaca tersebut bisa ditutup dengan naiknya kunjungan wisata ke berbagai kawasan, khususnya destinasi wisata desa yang terus menggeliat, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

“Melihat kondisi dan tren kunjungan wisatawan yang cukup bagus pada tahun lalu, tahun ini kami naikkan target kunjungannya, yakni 7,6 juta jiwa dan kami optimistis bisa terealisasi. Bahkan, untuk tahun 2020 kami targetkan 10 juta jiwa,” tutur Sanusi.

Target 10 juta wisatawan pada 2020 tersebut, lanjut Sanusi, bisa didongkrak dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari yang saat ini sudah berjalan. Selain itu, juga sudah beroperasinya Badan Otorita Pariwisata (BOP) Bromo Tengger Semeru.

“Kami akan terus berupaya menguatkan destinasi-destinasi wisata yang sudah kami miliki, baik destinasi wisata alam seperti pantai, coban, dan gunung maupun destinasi wisata buatan seperti Wendit Water Park dan lainnya, termasuk wisata desa yang terus bermunculan, seperti Desa Pujon Kidul,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara juga optimistis seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang bisa menarik kunjungan wisatawan sesuai target.

“Kami harus optimistis, sebab selain menjual wisata yang telah lama dikenal di dalam dan luar negeri seperti wilayah pantai, kami juga akan terus memasifkan promosi wisata yang belum begitu tereksplorasi dan terpublikasi secara luas,” ujarnya.

Potensi wisata di Kabupaten Malang cukup besar, khususnya destinasi wisata alam yang tidak kalah indahnya dengan yang telah ada. Branding destinasi wisata yang belum digali dan dikenal luas wisatawan inilah yang akan menjadi kiat Disparbud Kabupaten Malang dalam mencapai target kunjungan wisatawan.

“Kami tidak hanya mengandalkan destinasi wisata yang sudah terkenal, tapi juga memasifkan destinasi wisata lainnya yang punya potensi besar menjadi bagian dari tujuan utama wisatawan untuk datang ke Kabupaten Malang. Selain itu, juga memaksimalkan keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di desa,” katanya. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Harga Bawang Merah dan Putih di Malang Naik Drastis

Published

on

Bawang merah dan bawang putih menjelang Ramadhan 2019 naik drastis, rata-rata mencapai Rp10 ribu-Rp20 ribu per kilogram.

Probiz.id, Malang – Harga bumbu-bumbuan di wilayah Malang raya, khususnya bawang merah dan bawang putih menjelang Ramadhan 2019 naik drastis, rata-rata mencapai Rp10 ribu-Rp20 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang pracangan di Pasar Dinoyo Kota Malang Jumain, Rabu (24/4/2019), mengemukakan kenaikan harga bawang merah dan bawang putih tersebut, sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

“Kenaikan harga bumbu-bumbuan ini tidak hanya untuk bawang merah dan bawang putih, tetapi sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah dan tomat,” kata Jumain.

Harga bawang merah sebelum ada kenaikan, kata Jumain, sekitar Rp23 ribu-Rp25 ribu, sekarang mencapai Rp35ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih sebelumnya seharga Rp25 ribu-Rp26 ribu, sekarang seharga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Ia mengatakan meski harga bawang terus naik, kualitas komoditas tersebut cukup bagus. “Kualitas bawangnya juga bagus dan stoknya juga cukup banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bawang, baik merah maupun putih meski saat ini sudah mendekati Ramadhan dan Lebaran 2019,” ucapnya.

Berbeda dengan bawang, lanjut Jumain, ketika harga cabai naik, kualitasnya cenderung menurun karena berbagai faktor, khususnya cuaca. Saat ini harga cabai merah besar mencapai Rp32 ribu-Rp35 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya seharga Rp24 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang bombay juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni dari Rp18 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, cabai rawit masih stabil dengan harga Rp18 ribu per kilogram. “Meski ada kenaikan sejumlah komoditas bumbu-bumbuan, harganya masih relatif wajar,” tuturnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Iswatin mengatakan setiap menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok pasti naik drastis, bahkan kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut berlangsung hingga Lebaran. “Nanti mau Natalan dan Tahun Baru naik lagi. Setiap tahun kondisinya seperti ini,” ucapnya.

Iswatin yang berdomisili di Lowokwaru itu mengaku kelimpungan ketika menjelang Ramadhan karena hampir semua harga kebutuhan pokok naik, bahkan jauh hari sebelum Ramadhan sudah naik duluan.

“Kami ibu rmah tangga dan masyarakat kecil ini berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan harga ini. Masak setiap menjelang Ramadhan, Lebaran dan hari-hari besar lainnya, harga kebutuhan pokok pasti naik. Kasihan kami rakyat kecil ini selalu kelabakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati mengatakan naiknya harga bahan pokok bisa memicu terjadinya inflasi. “Kalau harga kebutuhan pokok terus naik, kami akan meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan harga agar angka inflasi di Kota Malang tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Pada Maret 2019, BPS mencatat inflasi di Jawa Timur mencapai 0,16 persen. Dari 38 kota dan kabupaten di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang, yakni 0,36 persen. Komoditas yang berperan terhadap inflasi, di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih dan bawang merah. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Alih Fungsi Tinggi, Petani Malang Diminta Pertahankan Lahan Pertanian

Published

on

Jatimraya.com, Malang – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang meminta warga setempat untuk tetap mempertahankan area sawah irigasi atau lahan produktif sebagai penopang ketahanan pangan di daerah itu.

“Saya berharap luas lahan persawahan tidak akan berkurang lagi, khususnya di Kecamatan Singosari. Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak terjadi alih fungsi lahan persawahan seiring dengan proyek-proyek strategis nasional, seperti jalan tol Malang-Pandaan dan rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK),” kata Kepala DKP Kabupaten Malang M Nasri Abd Wahid di Malang, Kamis (4/4/2019).

Dengan adanya proyek strategis nasional tersebut, Nasri berharap masyarakat petani mampu mempertahankan luas lahan produktif (sawah irigasi) tersebut, sebab, wilayah Singosari memiliki tanah yang subur dan ditunjang para petani andal, terutama pertanian padi.

Apalagi, lanjutnya, selama ini Kecamatan Singosari sebagai salah satu sentra pertanian padi, bahkan menjadi penopang ketahanan pangan dan penyumbang surplus beras di Kabupaten Malang yang mencapai 75 ribu sampai 80 ribu ton per tahun.

Oleh karena itu, pihaknya tergantung pada pemilik lahan sawah produktif tersebut, sebab berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 7 Tahun 2012 tentang pedoman teknis, kriteria dan persyaratan kawasan, lahan dan lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), disebutkan rencana penetapan LP2B harus berdasarkan kesediaan petani pemilik lahan.

Artinya, lanjutnya, bila petani tidak menyetujui lahan sawah miliknya menjadi bagian LP2B, pemerintah tidak bisa memaksa mereka. “Oleh karena itu, kami berharap banyak kepada petani pemilik lahan, baik di Singosari maupun wilayah lainnya agar tetap mempertahankan lahan sawahnya,” ucap Nasri.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan salah satu pertimbangan alih fungsi lahan adalah dari profit yang dihasilkan. Namun, sebelum lahan tersebut dialihfungsikan, terlebih dulu harus disiapkan lahan penggantinya.

“Yang pasti kami tidak akan merekomendasikan jika ada lahan produktif dialihfungsikan untuk kepentingan lain. Tapi, jika itu memang harus dilakukan, yang pertama harus disiapkan adalah lahan penggantinya dulu,” katanya.

Pemkab Malang sudah memastikan akan tetap menjaga lahan pertanian irigasi teknis dan tidak akan memberikan izin pengeringan lahan sawah untuk perumahan atau kepentingan lain di luar pertanian (sawah) padi. Pengembang dipersilakan mencari lahan bukan sawah.

Sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi penggerak utama perekonomian di Kabupaten Malang, sehingga Pemkab Malang sangat serius melindungi lahan sawah melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Malang. Dalam perda ini, lahan pertanian pangan berkelanjutan ditetapkan seluas 45.888,23 hektare. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending