Connect with us

KEDIRI

BNN Kabupaten Kediri Buru Sindikat Peredaran Narkoba

Published

on

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Dewi Indarwati.

Jatimraya.com, Kediri – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memburu sindikat peredaran narkotik dan obat-obatan terlarang yang semakin meresahkan dan melibatkan jaringan antarkota.

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Dewi Indarwati, di Kediri, Selasa (19/3/2019) mengemukakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dari kasus yang berhasil dibongkar oleh BNN. Pihaknya meyakini masih ada pelaku lain yang terlibat dalam sindikat.

BNN Kabupaten Kediri menangkap pelaku peredaran narkotik dan obat terlarang di Jalan Raya Papar, Kabupaten Kediri.

“Kami akan kembangkan ini, agar kami bisa dapatkan jaringan di atasnya. Ini yang akan kami kejar,” katanya.

Ia mengungkapkan BNN Kabupaten Kediri telah berhasil menangkap dua orang pengedar, yakni AD (18), warga Mojokerto. Ia bekerja sebagai operator ‘backhoe’. Dari hasil penggeledahan AD, BNN berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa satu plastik kecil dalam kotak yang ternyata berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kurang lebih 1,26 gram.

Selain itu, juga terdapat satu pipet kaca dan satu unit telepon seluler. Barang-barang yang disita dari AD itu saat ini masih di kantor BNN Kabupaten Kediri untuk keperluan pengembangan kasus.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata AD mendapatkan barang terlarang itu dari SG (24), seorang sopir, warga Mojokerto. Ia ditangkap di tepi sawah Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Dari tangan SG, BNN menyita satu plastik sabu-sabu dengan berat kurang lebih 0,5 gram. Selain itu, juga mengamankan KTP, satu dompet berwarna hitam dan satu sepeda motor.

Pihaknya menambahkan, dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan modus yang lama, yakni menyimpan barang bukti sabu dalam bungkus rokok. Modus itu cukup lama dijadikan para pelaku untuk menyimpan barang bukti.

Para pelaku hingga kini masih di BNN Kabupaten Kediri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun serta denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KEDIRI

Pemkot Kediri Ajukan Tambahan untuk Stok Elpiji Selama Ramadhan

Published

on

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini.

Jatimraya.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajukan tambahan untuk stok elpiji bersubdisi selama Ramadhan 2019, dengan harapan pasokan mencukupi.

“Justru kami ajukan penambahan kuota untuk 2019 ini, tambahan 5 persen dari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini di Kediri, Jumat (17/5/2019).

Ia menambahkan, usulan yang diajukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri sudah terealisasi dan sesuai dengan harapan. Saat ini, pasokan yang ada di lapangan juga melimpah, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu galau.

“Di Kediri alhamdulillah elpiji berlimpah. Jadi di agen, distributor itu elpiji tidak terjadi kekurangan. Seandainya terjadi hal yang tidak kami harapkan dari masyarakat diharapkan segera memberikan informasi dan kami secara bersama segera bisa menindaklanjuti sehingga tidak terjadi gejolak,” kata dia.

Sementara itu, Senior Sales Executive (SSE) Elpiji MOR V Rayon V PT Pertamina Persero Agung Nurhananto mengatakan Pertamina selalu berprinsip dari awal Ramadhan sudah memastikan stok elpiji berlimpah.

Di Kota Kediri, rata-rata kebutuhan harian hingga lebih dari 14 ribu tabung, sehingga dengan adanya penambahan hingga sekitar 8 persen stok selama Ramadhan hingga Lebaran 2019 masih melimpah.

“Nanti mencukupi sampai Lebaran. Jika ada peningkatan permintaan yang tinggi, kami koordinasi dengan pemerintah untuk nanti bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat,” kata dia.

Agung menambahkan, selama Ramadhan 2019 ini, Pertamina juga membentuk satgas. Di dalamnya ada dari Pertamina, hiswana migas, hingga agen. Seluruh tim akan siaga mengantisipasi jika dibutuhkan elpiji agar mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu khawatir, karena satgas saat libur (Lebaran 2019) juga tetap masuk melakukan monitoring di lapangan dengan pemangku kebijakan,” kata dia. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Polisi Kediri Ungkap Prostitusi Daring

Published

on

Polisi Kediri saat gelar perkara kasus prostitusi daring, di Mapolres Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/5/2019).

Jatimraya.com, Kediri – Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus prostitusi dalam jaringan (“daring”) dan menangkap seorang muncikari.

“Kami awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat ada prostitusi daring dan kami tindaklanjuti apakah benar. Ternyata setelah kami razia ke hotel ditemukan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kediri AKP Ambuka Yudha, di Kediri, Rabu (15/5/2019).

Polisi awalnya mendatangi sebuah hotel di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dan mendapati seorang perempuan. Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, polisi mengamankan seorang muncikari berinisial Nof (34), warga Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Modus yang digunakan, pelaku sengaja menjual informasi jasa prostitusi lewat daring dengan cara menunjukkan foto dengan nominal bervariasi antara Rp600 ribu hingga Rp1 juta. Dari situ, pelaku mendapatkan imbalan jasa sebesar Rp100 ribu.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah dua tahun menjalankan profesi ini. Pelaku memiliki sekitar 10 orang perempuan yang sering dijajakan kepada para pelanggannya. Umur korban juga beragam di atas 18 tahun, sedangkan pelanggan juga beragam bahkan ada yang di atas 40 tahun.

Pelaku juga mengaku terdesak kebutuhan, sehinggat nekat melakukan praktik perdagangan yang dilarang itu. Ia mendapatkan bonus sebesar Rp100 ribu setiap kali ada transaksi, yang uangnya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini karena motif ekonomi. Anak buahnya banyak, dan selama ini jaringannya dari teman ke teman,” kata Ambuka.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp100 ribu, telepon seluler, celana panjang, kaos lengan pendek, dan sejumlah barang bukti lainnya. Seluruh barang bukti itu masih disimpan di Mapolres Kediri.

Polisi langsung menahan yang bersangkutan karena melanggar aturan telah menjual orang.

Ia dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Pengendara Bisa Nikmati Wisata Kuliner di “Rest Area”

Published

on

Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri mengungkapkan pengendara bisa menikmati wisata kuliner di "rest area" yang telah disediakan.

Jatimraya.com, Kediri – Manajemen PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri mengungkapkan pengendara bisa menikmati wisata kuliner di “rest area” yang telah disediakan, sehingga saat menempuh perjalanan menjadi lebih nyaman.

Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri Iwan Moedyarno, Rabu mengemukakan manajemen sudah menyediakan berbagai macam fasilitas di “rest area”. Untuk kuliner, ada berbagai macam menu yang telah disediakan, sehingga tinggal memilih sesuai dengan yang diinginkan.

“Kalau seperti biasanya di “rest area” ada tempat istirahat, toilet, pujasera,” katanya.

Ia mengatakan, manajemen selalu memberikan fasilitas yang terbaik pada pengguna jalan tol. Selain itu, ada juga kerjasama dengan dinas kesehatan, menyediakan pos kesehatan. Bahkan, di “rest area” juga ada SPBU, termasuk menyiapkan SPBU Modular.

Manajemen juga menyediakan layanan derek, patroli, serta selalu memberikan informasi terkait dengan lalu lintas di jalan tol.

PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri menyediakan empat “rest area” yang sudah permanen serta satu unit yang fungsional. Kendati masih fungsional, ada beberapa fasilitas yang juga bisa dimanfaatkan pengguna jalan khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dalam Lebaran 2019 ini, diperkirakan akan ada kenaikan pengguna jalan tol, sekitar 245 persen dari lalu lintas harian. Jika dalam waktu normal atau hari biasa, pengguna jalan tol sekitar 7 ribu kendaraan.

Beberapa titik rawan antara lain di gerbang tol Madiun dan gerbang tol di Nganjuk. Puncak keramaian diperkirakan mendekati Lebaran 2019, yakni H-1 maupun H-2, mengingat silaturahmi masih tinggi.

Mengantisipasi berbagai kemacetan, ia berharap pengendara menyediakan saldo berlebih, mengantisipasi saldo yang habis saat hendak perjalanan. Jika saldo habis, otomatis terjadi kemacetan di belakang kendaraan tersebut.

“Jika kurang segera top up. Kami juga berpesan kalau capai jangan dipaksakan, 60 persen sampai 70 persen kecelakaan individu itu karena capai,” kata dia. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending