Connect with us

KEDIRI

Pemkot Kediri Ajak UMKM Berani Pmeran di Pusat Perbelanjaan

Published

on

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam acara Gelar Ekonomi Kreatif dan Eksotika Budaya 2019 di pusat perbelanjaan Kediri Town Square di Kediri, Selasa (19/3/2019).

Jatimraya.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kota tersebut untuk berani ikut pameran di pusat perbelanjaan, dengan harapan produk mereka bisa lebih dikenal masyarakat dengan berbagai kalangan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan selama ini kontribusi UMKM untuk perekonomian di kota ini cukup baik. Para pelaku UMKM itu harus diperhatikan agar dapat tumbuh dengan baik dan bisa menggerakkan perekonomian di Kota Kediri dan sekitarnya.

“Besar kontribusi UMKM yang ada di Kota Kediri. Bila dilihat dari GDP dengan industri tembakau pertumbuhan ekonominya sebesar 5,14 persen sedangkan tanpa industri tembakau sebesar 7,02 persen. Jadi ini pertumbuhan yang harus kita jaga agar memiliki daya beli,” katanya dalam acara Gelar Ekonomi Kreatif dan Eksotika Budaya 2019 di pusat perbelanjaan di Kediri, Selasa (19/3/2019).

Ia menambahkan UMKM juga berdampak positif dengan semakin mengurangi jumlah pengangguran terbuka. Di 2014 angka pengangguran di Kota Kediri sebesar 8 persen dan sekarang menjadi 3,63 persen. Menurunnya angka pengangguran terbuka berdampak pula pada penurunan angka kemiskinan menjadi 7,68 persen.

“Kami dukung UMKM dengan anggaran dan perhatian. Tentu apabila dinas-dinas dan perbankan merapat dan punya program bagus untuk UMKM, tentunya UMKM bisa jadi sektor yang luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri itu.

Dia menambahkan, pemerintah kota sangat memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Selain pelatihan, mereka juga diberi kesempatan ikut pameran di berbagai tempat, termasuk di pusat perbelanjaan, sehingga daya saing mereka semakin terasah.

“Daya saing mereka akan semakin bagus. Mereka tidak akan mungkin menjual produk-produk yang biasa-biasa saja dan akan mencari alternatif produk-produk andalan,” ujar Mas Abu.

Mas Abu juga terus mendorong UMKM di Kota Kediri untuk ikut pameran tidak hanya di Kota Kediri, melainkan juga tingkat nasional dan internasional.

“Saya minta dinas-dinas terkait untuk menunjukkan pada provinsi bahwa Kota Kediri memiliki produk-produk UMKM yang bagus,” kata dia.

Sementara itu, Mall Director Kediri Town Square Michael L.F. mengatakan acara ini merupakan salah satu bagian kegiatan yang diselenggarakan Lippo Mall Indonesia, dengan tujuan membantu perkembangan budaya dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pembukaan Gelar Ekonomi Kreatif dan Eksotika Budaya 2019 tersebut digelar mulai 18-31 Maret 2019. Dalam kegiatan ini, selain dihadiri Wali Kota Kediri, juga hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto, lurah, camat, dan kalangan perbankan lainnya di kota ini. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KEDIRI

Pemkot Kediri Ajukan Tambahan untuk Stok Elpiji Selama Ramadhan

Published

on

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini.

Jatimraya.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajukan tambahan untuk stok elpiji bersubdisi selama Ramadhan 2019, dengan harapan pasokan mencukupi.

“Justru kami ajukan penambahan kuota untuk 2019 ini, tambahan 5 persen dari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini di Kediri, Jumat (17/5/2019).

Ia menambahkan, usulan yang diajukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri sudah terealisasi dan sesuai dengan harapan. Saat ini, pasokan yang ada di lapangan juga melimpah, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu galau.

“Di Kediri alhamdulillah elpiji berlimpah. Jadi di agen, distributor itu elpiji tidak terjadi kekurangan. Seandainya terjadi hal yang tidak kami harapkan dari masyarakat diharapkan segera memberikan informasi dan kami secara bersama segera bisa menindaklanjuti sehingga tidak terjadi gejolak,” kata dia.

Sementara itu, Senior Sales Executive (SSE) Elpiji MOR V Rayon V PT Pertamina Persero Agung Nurhananto mengatakan Pertamina selalu berprinsip dari awal Ramadhan sudah memastikan stok elpiji berlimpah.

Di Kota Kediri, rata-rata kebutuhan harian hingga lebih dari 14 ribu tabung, sehingga dengan adanya penambahan hingga sekitar 8 persen stok selama Ramadhan hingga Lebaran 2019 masih melimpah.

“Nanti mencukupi sampai Lebaran. Jika ada peningkatan permintaan yang tinggi, kami koordinasi dengan pemerintah untuk nanti bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat,” kata dia.

Agung menambahkan, selama Ramadhan 2019 ini, Pertamina juga membentuk satgas. Di dalamnya ada dari Pertamina, hiswana migas, hingga agen. Seluruh tim akan siaga mengantisipasi jika dibutuhkan elpiji agar mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu khawatir, karena satgas saat libur (Lebaran 2019) juga tetap masuk melakukan monitoring di lapangan dengan pemangku kebijakan,” kata dia. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Polisi Kediri Ungkap Prostitusi Daring

Published

on

Polisi Kediri saat gelar perkara kasus prostitusi daring, di Mapolres Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/5/2019).

Jatimraya.com, Kediri – Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus prostitusi dalam jaringan (“daring”) dan menangkap seorang muncikari.

“Kami awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat ada prostitusi daring dan kami tindaklanjuti apakah benar. Ternyata setelah kami razia ke hotel ditemukan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kediri AKP Ambuka Yudha, di Kediri, Rabu (15/5/2019).

Polisi awalnya mendatangi sebuah hotel di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dan mendapati seorang perempuan. Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, polisi mengamankan seorang muncikari berinisial Nof (34), warga Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Modus yang digunakan, pelaku sengaja menjual informasi jasa prostitusi lewat daring dengan cara menunjukkan foto dengan nominal bervariasi antara Rp600 ribu hingga Rp1 juta. Dari situ, pelaku mendapatkan imbalan jasa sebesar Rp100 ribu.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah dua tahun menjalankan profesi ini. Pelaku memiliki sekitar 10 orang perempuan yang sering dijajakan kepada para pelanggannya. Umur korban juga beragam di atas 18 tahun, sedangkan pelanggan juga beragam bahkan ada yang di atas 40 tahun.

Pelaku juga mengaku terdesak kebutuhan, sehinggat nekat melakukan praktik perdagangan yang dilarang itu. Ia mendapatkan bonus sebesar Rp100 ribu setiap kali ada transaksi, yang uangnya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini karena motif ekonomi. Anak buahnya banyak, dan selama ini jaringannya dari teman ke teman,” kata Ambuka.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp100 ribu, telepon seluler, celana panjang, kaos lengan pendek, dan sejumlah barang bukti lainnya. Seluruh barang bukti itu masih disimpan di Mapolres Kediri.

Polisi langsung menahan yang bersangkutan karena melanggar aturan telah menjual orang.

Ia dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Pengendara Bisa Nikmati Wisata Kuliner di “Rest Area”

Published

on

Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri mengungkapkan pengendara bisa menikmati wisata kuliner di "rest area" yang telah disediakan.

Jatimraya.com, Kediri – Manajemen PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri mengungkapkan pengendara bisa menikmati wisata kuliner di “rest area” yang telah disediakan, sehingga saat menempuh perjalanan menjadi lebih nyaman.

Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri Iwan Moedyarno, Rabu mengemukakan manajemen sudah menyediakan berbagai macam fasilitas di “rest area”. Untuk kuliner, ada berbagai macam menu yang telah disediakan, sehingga tinggal memilih sesuai dengan yang diinginkan.

“Kalau seperti biasanya di “rest area” ada tempat istirahat, toilet, pujasera,” katanya.

Ia mengatakan, manajemen selalu memberikan fasilitas yang terbaik pada pengguna jalan tol. Selain itu, ada juga kerjasama dengan dinas kesehatan, menyediakan pos kesehatan. Bahkan, di “rest area” juga ada SPBU, termasuk menyiapkan SPBU Modular.

Manajemen juga menyediakan layanan derek, patroli, serta selalu memberikan informasi terkait dengan lalu lintas di jalan tol.

PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono-Kediri menyediakan empat “rest area” yang sudah permanen serta satu unit yang fungsional. Kendati masih fungsional, ada beberapa fasilitas yang juga bisa dimanfaatkan pengguna jalan khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dalam Lebaran 2019 ini, diperkirakan akan ada kenaikan pengguna jalan tol, sekitar 245 persen dari lalu lintas harian. Jika dalam waktu normal atau hari biasa, pengguna jalan tol sekitar 7 ribu kendaraan.

Beberapa titik rawan antara lain di gerbang tol Madiun dan gerbang tol di Nganjuk. Puncak keramaian diperkirakan mendekati Lebaran 2019, yakni H-1 maupun H-2, mengingat silaturahmi masih tinggi.

Mengantisipasi berbagai kemacetan, ia berharap pengendara menyediakan saldo berlebih, mengantisipasi saldo yang habis saat hendak perjalanan. Jika saldo habis, otomatis terjadi kemacetan di belakang kendaraan tersebut.

“Jika kurang segera top up. Kami juga berpesan kalau capai jangan dipaksakan, 60 persen sampai 70 persen kecelakaan individu itu karena capai,” kata dia. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending