Connect with us

PAMEKASAN

Jumlah Penumpang Bus Pamekasan-Surabaya Meningkat

Published

on

Jumlah penumpang bus yang berangkat dari terminal bus Pamekasan mulai pagi hingga Minggu malam ini sebanyak 1.939 orang.

Jatimraya.com, Pamekasan – Jumlah penumpang bus yang melakukan balik Lebaran melalui Terminal Bus Pamekasan menuju Surabaya, Jawa Timur, Minggu (9/5/2019) terpantau meningkat dibanding hari sebelumnya.

“Jumlah penumpang bus yang berangkat dari terminal bus Pamekasan mulai pagi hingga Minggu malam ini sebanyak 1.939 orang,” kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Terminal Bus Ceguk dari Dinas Perhubungan Pemkab Pamekasan Abd Djumali di Pamekasan.

Data jumlah penumpang bus ini, terhitung mulai pukul 07.00 WIB, Minggu pagi hingga pukul 19.00 WIB Minggu malam. Sebanyak 1.939 penumpang ini diangkut oleh 63 bus.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (8/6/2019), jumlah penumpang bus yang berangkat dari Pamekasan lebih dari 1.000 orang.

Menurut Djumali, jumlah penumpang bus yang berangkat ini lebih banyak ketimbang jumlah penumpang yang datang dari Surabaya.

Berdasarkan data Dishub Pamekasan, jumlah penumpang yang turun di Terminal Bus Pamekasan sebanyak 664 oran, dengan jumlah armada sebanyak 29 bus.

“Data penumpang ini untuk penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP),” kata Djumali.

Untuk bus antarkota antarprovinsi (AKP), menurut dia, justru sebaliknya, yakni lebih banyak penumpang yang datang ke Pamekasan daripada penumpang yang berangkat.

“Jumlah penumpang yang datang hari ini sebanyak 664 orang, sedangkan penumpang yang berangkat 123 orang,” kata Djumali. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAMEKASAN

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Brimob di Desa Rawan Konflik

Published

on

Apel pasukan pengamanan pilkades di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Jatimraya.com, Pamekasan – Polda Jawa Timur menerjunkan pasukan Brimob bersenjata lengkap di beberapa desa yang dinilai rawan konflik pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 11 September 2019.

Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo di Pamekasan, Selasa (10/9/2019) malam, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Pasukan bersenjata lengkap hanya kami terjunkan di desa-desa yang dinilai rawan saja,” ujar Kapolres.

Desa yang dinilai rawan ini, antara lain Desa Gagah, Kecamatan Kadur dan Desa Kadur, Kecamatan Kadur.

Di dua desa itu, Polres Pamekasan menerjunkan masing-masing sebanyak satu peleton pasukan. Sedangkan tiga desa lainnya yang juga menggelar pilkades hanya dijaga oleh personel Polres Pamekasan dan Kodim 0826 Pamekasan.

Desa Gagah dan Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan ini merupakan desa yang menggelar pilkades pada pelaksanaan Pilkades serentak 11 September 2019 bersamaan dengan 89 desa lainnya.

Sementara itu, jumlah personel yang diterjunkan Polres Pamekasan guna mengamankan pelaksanaan pilkades kali ini sebanyak 4.760 personel, gabungan dari berbagai satuan.

Para personel yang bertugas melakukan pengamanan pada pelaksanaan pilkades serentak ini berasal dari berbagai unsur, masing-masing dari anggota Polres Pamekasan sebanyak 689 orang dan bantuan dari polres jajaran 1.503 orang dan Brimob Polda Jatim sebanyak 600 orang, serta BKO Escape Brimob 12 orang.

Pasukan ini juga diperkuat dari pasukan antianarkis sebanyak 60 orang, lalu dari Sabhara 100 orang, dan pasukan pengurai massa dari Polda Jatim 30 orang, termasuk 12 orang anggota intel.

“Dari Polda Jatim juga ada sebanyak 12 orang dari Dit Reskrim Umum dan Propam Polda Jatim sebanyak lima orang,” kata Kapolres.

Sementara dari instansi lain yang juga diterjunkan pada pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa ini ialah dari TNI sebanyak 1.100 personel, Satpol PP Pemkab Pamekasan sebanyak 182 orang dan Linmas 455 orang.

Sementara itu, para personel Brimob Polda Jatim yang diterjunkan mengamankan pelaksanaan pilkades di dua desa yang dinilai rawan ini, sudah tiba sejak Selasa sore dan mereka mulai menyebar ke berbagai dusun di dua desa itu. (ada)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAMEKASAN

Kapolda Jatim Pantau Pilkades Serentak di Pamekasan

Published

on

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan

Jatimraya.com, Pamekasan – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memantau secara langsung pelaksanaan pemilihan kepada desa (pilkades) serentak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (11/9/2019).

Kapolda Luki datang ke Pamekasan dengan menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan SMA Negeri 3 Pamekasan sekitar pukul 09.30 WIB.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Kapolres AKBP Teguh Wibowo menjemput kedatangan orang nomor 1 di Mapolda Jatim itu bersama Forkopimda Pamekasan.

Rombongan selanjutnya memantau pelaksanaan pilkades di Desa Samatan, Kecamatan Proppo.

Di tempat pemungutan suara di desa ini, Kapolda Luki mengamati secara saksama proses pemungutan suara dan sempat berbincang dengan panitia pelaksana pemilihan.

“Mari kita jaga bersama keamanan di sini, agar situasi tetap kondusif,” ujar dia.

Pilkades serentak di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur kali ini digelar di 91 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Sebanyak 235 orang dari 91 desa bersaing memperebutkan dukungan masyarakat untuk menjadi kepala desa pada pelaksanaan pilkades kali ini.

“Bupati Baddrut Tamam bersama Forkopimda Pemkab Pamekasan juga akan melakukan pemantauan dan sekaligus mendampingi Kapolda Jatim dalam kunjungan itu.

Pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing desa pada pilkades serentak kali ini mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Jumlah personel yang diterjunkan Polres Pamekasan guna mengamankan pelaksanaan pilkades kali ini 4.760 anggota, gabungan dari berbagai satuan.

Para personel yang bertugas melakukan pengamanan pada pelaksanaan pilkades serentak itu berasal dari berbagai unsur. Masing-masing dari anggota Polres Pamekasan sebanyak 689 orang dan bantuan dari polres jajaran 1.503 orang dan Brimob Polda Jatim sebanyak 600 orang, serta BKO Escape Brimob 12 orang.

Pasukan itu juga diperkuat dari pasukan antianarkis sebanyak 60 orang, Sabhara 100 orang, dan pasukan pengurai massa dari Polda Jatim 30 orang, termasuk 12 anggota intel.

“Dari Polda Jatim juga ada sebanyak 12 orang dari Ditreskrim Umum dan Propam Polda Jatim sebanyak lima orang,” kata Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo.

Personel dari instansi lain yang juga diterjunkan pada pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa itu, dari TNI sebanyak 1.100 personel, Satpol PP Pemkab Pamekasan sebanyak 182 orang dan Linmas 455 orang. (ada)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAMEKASAN

Bupati Pamekasan Terima Usulan Revisi Perda Tembakau

Published

on

Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam

Jatimraya.com, Pamekasan – Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam menerima usulan perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Tata Niaga, Budi Daya, dan Perlindungan Tembakau Madura dari dua kelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) di wilayah itu, Senin (9/9/2019).

“Perda tentang Tata Niaga Tembakau Perlu direvisi, karena ada klausul yang kurang berpihak kepada kepentingan petani tembakau Pamekasan,” kata juru bicara LSM dari CSO Nusantara Nur Faisal di Pamekasan.

CSO Nusantara ini merupakan LSM yang melakukan aksi damai, mendukung perubahan Perda Tata Niaga Tembakau bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan dan sejumlah LSM lainnya berjumlah sekitar 20 LSM.

Kelompok ini menyampaikan aspirasi ke Pemkab Pamekasan dengan cara melakukan aksi damai di depan kantor bupati di Jalan Kabupaten Pamekasan, Senin.

Selain menuntut agar Pemkab Pamekasan merubah perda tata niaga tembakau, kelompok LSM yang sering menyampaikan aspirasi bersama organ taktis mahasiswa di Kabupaten Pamekasan dengan cara berunjuk rasa ini, juga meminta agar pemkab menaikkan harga tembakau.

Kelompok ini menilai, bahwa pemkab memiliki peran penting dalam hal tata niaga tembakau, sehingga rendahnya harga tembakau dituding menjadi tanggung jawab Pemkab Pamekasan, dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam selaku kepala daerah.

Kelompok LSM lainnya yang juga menyampaikan aspirasi ke Pemkab Pamekasan dan mendukung perubahan Perda Tata Niaga Tembakau adalah yang tergabung dalam Forum LSM Pamekasan.

Hanya saja, cara menyampaikan aspirasi kelompok ini dengan menggelar audiensi secara langsung ke Bupati Pamekasan karena cara itu dinilai dinilai lebih efektif. Selain bisa menemukan solusi yang solutif, dalam membahas persoalan, di samping lebih ilmiah.

Bedanya, kelompok LSM yang menyampaikan aspirasi dengan cara berunjuk rasa digelar pada pagi hari, sedangkan kelompok LSM yang menyampaikan aspirasi dengan cara audiensi pada sore hari.

“Dengan cara ini kami berharap ada gagasan solutif. Sebab dengan diskusi dengan kepala dingin bisa tercipta dalam forum dialog santai seperti ini,” kata Ketua Forum LSM Pamekasan Ribut Baidi.

Di forum ini, para aktivis LSM tersebut juga menyampaikan berbagai temuan pengawasan yang dilakukan oleh LSM selama ini di lapangan. Antara lain, banyaknya pihak pabrikan yang membeli tembakau di bawah Break Even Point (BEP).

Forum juga mengusulkan pembahasan revisi Perda tentang Tata Niaga Tembakau. Salah satunya seperti pada Pasal 28 di Perda itu disebutkan bahwa bupati berwenang melakukan pembinaan budi daya tembakau. Tujuannya adalah menjaga kualitas mutu.

“Tapi yang agak debatable di Perda ini adalah kata ‘menguntungkan pelaku usaha,” kata Fahrus Soleh dari Watch of Education and Corruption (WEC) Fahrus Soleh.

Para aktivis LSM ini menyarankan agar pemkab perlu melakukan intervensi agar harga jual tembakau bisa berpihak kepada kepentingan rakyat.

Diskusi terkait tata niaga tembakau perlu terus digencarkan, sehingga dengan cara itu, maka pemahaman tentang tata kelola dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tembakau bisa tercipta dengan baik di kalangan masyarakat.

Upaya untuk menciptakan posisi tawar petani tembakau yang sejajar dengan pembeli, dalam hal ini pihak pabrikan perlu terus dibangun ke depan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengapresiasi audiensi LSM tentang problematika tembakau ini. Ia juga setuju dengan usulan melakukan revisi isi perda yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan petani.

“Yang jelas kami sangat apresiatif, karena memang hanya Pamekasan yang memiliki Perda tentang Tata Niaga Tembakau,” kata Baddrut Tamam.

Ikut mendampingi Bupati Baddrut Tamam saat menemui aktivis LSM dalam audiensi yang digelar di ruang pertemuan PKK Pemkab Pamekasan itu Sekda Totok Hartono, Kepala Disperindag Bambang Edy Suprapto, Kabag Kesra Akh Zaini dan Kabag Humas Pemkab Pamekasan Sigit Priyono. (aaz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending