Connect with us

NGAWI

Tiga Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan di Ngawi

Published

on

Tiga pengendara motor tewas dan seorang lainnya terluka akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

Jatimraya.com, Ngawi – Tiga pengendara motor tewas dan seorang lainnya terluka akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di jalur wisata Waduk Pondok, Desa Ndero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

Korban tewas dalam kejadian tersebut adalah Topik Nur Hidayah (21) dan Dian Rizki (17) yang meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Joko Purnomo (15) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi.

Saksi mata kejadian, Suroto mengatakan para korban sama-sama merupakan pengendara motor yang saling berboncengan.

“Mereka bertabrakan, adu muka dan tidak ada yang memakai helm. Sehingga luka parah dan ada yang meninggal,” ujar Suroto kepada wartawan.

Berdasarkan informasi dati Kepolisian dan saksi mata di lokasi, kejadian tersebut bermula saat Topik Nur Hidayah mengendarai dengan kencang motor Honda GL Pro bernomor polisi AE 6277 LG berboncengan dengan Nur Koyim (21) dari arah Waduk Pondok menuju selatan.

Dari arah berlawanan juga melaju kencang sepeda motor Honda Supra bernomor polisi F 2113 F yang dikendarai dua pelajar berboncengan asal Bringin Ngawi, Dian Rizki dan Joko Purnomo.

Sampai di lokasi kejadian, kedua sepeda motor yang melaju kencang dari arah berlawanan tersebut sama-sama mengambil jalur tengah, meski saat itu lalu lintas sedang sepi. Akibat sama-sama di jalur tengah, maka tabrakan tak dapat terelakkan.

Benturan yang keras membuat keempat pengendara tersebut terpental dan tubuhnya menghantam permukaan beton jalan. Karena mereka tidak menggunakan helm, keempatnya mengalami luka yang parah di bagian kepala hingga dua pengendara yang menyetir, yakni Topik Nur Hidayah dan Dian Rizki, tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan dua korban lainnya, Nur Koyim dan Joko Purnomo, langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat. Namun saat menjalani perawatan, Joko akhirnya meninggal, sedangkan Nur Koyim masih kritis.

Kasus kecelakaan tersebut masih ditangani oleh Kepolisian Resor Ngawi. Warga yang melintas di jalur wisata Waduk Pondok Ngawi diimbau untuk waspada sebab selain karena faktor kesalahan manusia, jalur tersebut rawan kecelakaan karena banyaknya pengunjung yang sedang memancing di kawasan setempat. Terlebih di saat musim libur lebaran dan sekolah seperti saat ini. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NGAWI

Dua Orang Tewas Akibat Mobil Tabrak Truk Semen di Ngawi

Published

on

Kecelakaan mobil Toyota Avanza menabrak truk tronton bermuatan semen di Jalur Ngawi–Solo tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (21/4/2019) malam.

Jatimraya.com, Ngawi – Sebanyak dua orang tewas dan lima lainnya terluka akibat sebuah mobil Toyota Avanza menabrak truk tronton bermuatan semen di Jalur Ngawi–Solo tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

“Kita masih memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan itu. Penumpang yang meninggal langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi,” ujar Kanit Kecelakaan, Satuan Lalu Lintas, Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo, di Ngawi, Senin (22/4/2019).

Sesuai data, korban meninggal adalah Sri Wulandari (42) yang meninggal saat dirawat di puskesmas dan Adelio Zaki Erviansyah (9) yang meninggal di lokasi kejadian.

Ia mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu (21/4) malam dan hingga saat ini pihaknya masih meminta keterangan para saksi.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, tabrakan terjadi saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi W-1990-W melaju kencang dari arah barat ke timur sedangkan dari arah berlawanan melaju truk tronton bermuatan semen bernomor polisi F-9428-FC.

Diduga kuat Theresia Vilvina (24) sang pengemudi Toyota Avanza kurang mengenal medan jalan dan hendak mendahului kendaraan di depanya tanpa memperhatikan arus lalu-lintas dari arah berlawanan. Karena jarak terlalu dekat akibatnya langsung menabrak samping kiri depan truk tronton dari arah berlawanan.

Tabrakan yang keras membuat mobil keluar jalan dan terjun ke parit sedalam dua meter. Selain itu mobil tersebut juga langsung tertimbun puluhan sak semen yang diangkut truk yang dikemudikan oleh Supriyanto (42) warga Kabupaten Tuban.

Akibatnya kondisi mobil yang berpenumpang tujuh orang tersebut ringsek setelah tertimbun puluhan ton sak semen. Proses evakuasi para penumpang berlangsung lama karena terhalang oleh timbunan semen dan kondisi badan mobil yang ringsek.

“Para korban berhasil dievakuasi setelah dikeluarkan dengan menggunakan mobil derek,” kata Cipto

Korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit dr Soeroto Ngawi dan korban luka termasuk sopir truk dibawa ke Puskesmas Walikukun.

Sesuai informasi, rombongan dalam mobil Avanza merupakan satu keluarga asal Sidoarjo yang baru pulang liburan dari Yogyakarta. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Sandiaga Uno Bertemu dengan Purwanto, Perkebunan Jambu Merah yang Menghidupi Masyarakat Desa

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Giriharjo, Ngrambe, Ngawi, Selasa (5/2/2019).

Jatimraya.com, Ngawi — Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan kekagumannya kepada Purwanto yang sudah menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Giriharjo, Ngrambe, Ngawi dengan perkebunan jambu merah atau jambu klutuk. Tidak hanya menjual buah, tapi juga memproduksi produk turunannya, seperti sari buah, kripik dari daun jambu merah dan masih banyak lagi.

“Pak Purwanto memberikan kita sebuah kesadaran, bahwa banyak peluang di sekitar kita, bahwa potensi daerah bisa diberdayakan, bisa mensejahterakan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya, Indonesia subur dan kaya,” jelas Sandi Selasa (5/2/2019).

BACA JUGA : Hadiri Undangan Imlek di Solo, Sandiaga akan Tanya soal Kondisi Ekonomi

Purwanto, mulai menanam jambu merah sejak tahun 2013 dengan luas area 2,5 Ha dan kini terus bertambah luas. Dengan memanfaatkan tenaga kerja di sekitar. Di musim panen, Purwanto bisa memanen tiap tiga hari, lima hingga delapan kwintal perhektar. Jambu dan daunnya dimaksimalkan dengan membuat produk turunan seperti jus jambu merah, dodol, selai dan krupuk dengan merek Felifela dan sudah berlabel halal.

“Saya berterima kasih sangat, Pak Sandi bisa datang ke desa kami yang sederhana ini dan mau peduli dengan pengusaha kecil seperti kami ini,” jelas Purwanto.

Menurut Purwanto dia hanya ingin meningkatkan produksinya dengan alat-alat paling kini, hingga usaha yang dirintisnya bisa menjadi lebih besar dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya lebih banyak lagi.

Sandi menyatakan fokusnya bersama Prabowo Subianto adalah ekonomi. Penciptaan dan penyediaan lapangan kerja juga harga-harga kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau.

“In Shaa Allah Pak Purwanto, jika kami diberi amanah untuk melayani masyarakat Indonesia, kita akan penuhi keinginan memiliki alat moderen untuk meningkatkan produksi, termasuk distribusi pupuk dan obat-onatan buat petani alan lebih lancar distribusinya dan tentu saja dengan biaya yang terjangkau,” terang Sandi.

Sandi merasakan sari buah buah dan kerupuk istimewa dari daun jambu merah merek Felifela, ”enak bener ini,” kata Sandi. Calon wakil presiden nomor urut 02 ini juga melihat produk UMKM yang dipamerkan di sana. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Pendapatan Pengrajin Tungku Tradisional di Ngawi Meningkat

Published

on

Pendapatan atau omzet perajin tungku tradisional di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat signifikan selama musim kemarau berlangsung.

Jatimraya.com, Ngawi – Pendapatan atau omzet perajin tungku tradisional di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat signifikan selama musim kemarau berlangsung.

Salah satu perajin tungku desa setempat, Priyatmo, Kamis (25/10/2018) mengatakan, omzet yang diperolehnya saat musim kering seperti ini bisa meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan saat musim hujan berlangsung.

“Saat kemarau seperti ini, proses produksi tungku kayu bakar menjadi lebih cepat. Sehingga otomatis juga lebih untung,” ujar Priyatmo kepada wartawan.

Menurut dia, para pembuat tungku tidak perlu susah payah mengeringkan genangan air di lokasi galian yang menjadi bahan baku tungku mereka.

“Sebab, genangan air akan kering dengan sendirinya seiring melimpahnya cahaya matahari. Jadi tidak perlu disedot dengan mesin pompa yang disewa,” katanya.

Dengan demikian, proses pembuatan tungku lebih cepat. Dalam sehari saat musim kemarau seperti ini, pihaknya bisa membuat 10 hingga 15 buah tungku.

“Sebaliknya, saat musim hujan, rata-rata kami hanya bisa membuat lima buah tungku saja. Hal itu karena keterbatasan sinar matahari,” katanya.

Selain itu, perajin juga harus mengeluarkan biaya sewa mesin pompa air untuk mengeringkan lokasi galian yang tergenang air.

Pembuat tungku lainnya, Suripto mengatakan, umumnya mereka berkelompok dalam bekerja yang terdiri dari tiga orang. Untuk pembuatan satu buah tungku berukuran panjang 80 sentimeter dan lebar 30 sentimeter, mereka mendapat upah Rp8.000.

“Semakin banyak tungku yang diproduksi, maka semakin besar untung kami. Makanya, saat kemarau seperti ini pendapatan kami lumayan,” kata Suripto.

Ia menambahkan, sebelum dipasarkan, tungku-tungku yang diproduksi tersebut dibakar dulu. Hal itu agar kondisi tungku lebih ringan, kuat, dan tahan lama saat dipakai pengguna.

Untuk pemasaran, para perajin tungku tersebut fokus pada segmen masyarakat pedesaan. Sebab, para ibu warga desa biasanya meski sudah memiliki kompor gas dan penanak nasi bertenaga listrik, banyak yang masih mempertahankan penggunaan tungku kayu bakar untuk memasak.

Kondisi itulah yang membuat usaha pembuatan tungku tradisional masih bertahan pada zaman modern di Kabupaten Ngawi. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending