Connect with us

TRENGGALEK

Polisi Sempat Razia Balon Udara di Trenggalek

Published

on

Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, sempat razia atau penyisiran ke pelosok desa dan lingkungan.

Jatimraya.com, Trenggalek – Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, sempat razia atau penyisiran ke pelosok desa dan lingkungan setempat guna mencegah warga menerbangkan balon udara ke angkasa, karena berpotensi memicu kebakaran hutan/ladang, gangguan listrik, hingga membahayakan jalur penerbangan.

“Razia ini menindaklanjuti imbauan yang sudah kami sampaikan sejak sebulan lalu, baik melalui pamflet, media cetak, elektronik dan juga media sosial, bahwa tidak boleh lagi ada balon udara yang boleh diterbangkan. Karena berbahaya,” kata Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Suyono dikonfirmasi di sela pengamanan acara Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Rabu (12/6/2019).

Sosialisasi larangan menerbangkan balon udara saat perayaan Lebaran Ketupat maupun saat Lebaran Idul Fitri sepekan sebelumnya sebenarnya cukup efektif.

Terbukti, volume balon udara yang terpantau terbang di angkasa sudah jauh berkurang.

Masih ada dalam jumlah belasan, namun prosentasenya diperkirakan tinggal 10-an persen dibanding 2-3 tahun sebelumnya di mana di wilayah Trenggalek saja jumlah balon yang mengudara dalam sehari saat hari “H” Lebaran mencapai ratusan.

“Masih ada yang nekat. Biasanya anak-anak yang mengudarakan sembunyi-sembunyi,” katanya.

Dia berharap razia yang dilakukan selama dua hari terkahir bersama jajaran Polsek efektif dalam memberi efek jera kepada masyarakat yang masih membandel.

Larangan penerbangan balon udara bukan tanpa alasan. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, balon udara yang jatuh ke hutan/ladang berulangkali memicu kebakaran.

Demikian juga jika balon jatuh ke atap rumah atau bangunan lainnya. Api yang masih menyala di sisa sumbu bisa memicu kebakaran besar.

Balon yang jatuh ke jaringan PLN tegangan tinggi juga menyebabkan arus pendek yang kemudian memutus aliran listrik.

“Balon udara yang besar dan memiliki daya jelajah tinggi bahkan bisa masuk jalur penerbangan dan itu membahayakan pesawat yang melintas. Itu sebabnya sejak dua tahun terakhir penerbangan balon udara dilarang,” kata Suyono.

Ia berharap masyarakat semakin sadar dan proaktif membantu melakukan pencegahan agar balon udara tidak diterbangkan sembarangan. (des)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRENGGALEK

Polisi : Oknum BBPJN Sengaja Palsukan Dokumen Penebangan Sonokeling

Published

on

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana.

Jatimraya.com, Trenggalek – Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur memastikan dokumen penebangan pohon sonokeling yang dikeluarkan dengan kop Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) 100 persen palsu.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Handana saat menyampaikan hasil penyidikan kasus itu kepada awak media, di Trenggalek, Senin (6/5/2019), menegaskan modus operandi dari kasus kejahatan ini adalah menggunakan dokumen palsu.

Dia menjelaskan, ada lima jenis surat yang dipalsukan, salah satunya yang menjadi dasar pencurian kayu sonokeling di sepanjang kawasan rumija (ruang milik jalan) adalah izin tebang yang dikeluarkan BBPJN.

Tim penyidik Polres Trenggalek bahkan telah mengecek dan mengonfirmasi langsung keaslian surat-surat yang digunakan komplotan pembalak sonokeling di rumija Trenggalek-Tulungagung. Mulai dari kop surat, tanda tangan, hingga stempel semuanya dipalsukan.

Pelakunya adalah tersangka WAP, oknum pensiunan pegawai di BBPJN VIII.

Dia bekerja sama dengan oknum pegawai di BBPJN provinsi, dan berkongsi dengan seorang pengusaha kayu yang diduga selama ini berperan sebagai penadah kayu sonokeling hasil penebangan ilegal di jalur rumija nasional wilayah Jatim.

Alur kejahatan dimulai dari persekongkolan jahat antara tersangka AM selaku penyandang dana dan penadah, dengan oknum pejabat di BBPJN wilayah Kediri.

Setelah ada permintaan kayu sonokeling dari AM, dua orang ditugasi untuk melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi pohon sonokeling dewasa dan berdiameter besar agar bisa ditebang.

Setelah ditentukan objek sasaran penebangan, surveyor lapangan mengonfirmasi ke oknum internal BBPJN dibantu tersangka WAP untuk menyiapkan dokumen penebangan (palsu).

Dokumen penebangan yang 100 persen palsu itulah yang kemudian menjadi pegangan komplotan jahat ini untuk menebang pohon-pohon sonokeling di rumija nasional Tulungagung-Trenggalek selama empat bulan terakhir.

Dalam proses perjalanan aksinya, para pelaku bertemu dengan Bripka S yang sebelumnya bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek untuk membantu pengamanan jalan selama penebangan berlangsung.

“Ada lima orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, termasuk AM, penyandang dana, penadah sekaligus pemesan kayu sonokeling serta Bripka S, oknum polisi yang disangka membekingi aksi para pelaku sepanjang periode Januari hingga April 2019,” ujar Sumi Andana.

Hasil audit yang dilakukan tim penyidik, ada 10 batang pohon sonokeling dewasa yang telah ditebang menggunakan dokumen palsu oleh sindikat maling kayu ini.

Harga setiap batang kayu sonokeling hasil tebangan ditaksir mencapai kisaran Rp30 juta, sehingga diperkirakan nilai kerugian atas aksi para pelaku salama periode Januari hingga April ditaksir mencapai Rp300 juta.

“Berkas penyidikan kasus ini sudah rampung dan segera kami limpahkan tahap 1 ke kejaksaan,” ujar Andana pula. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRENGGALEK

Polisi Bekuk Pasutri Pelaku Penggandaan Uang di Trenggalek

Published

on

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Pamungkas (kanan) menunjukkan barang bukti berikut sepasang pasutri pelaku penipuan bermodus penggandaan uang di Mapolres Trenggalek, Rabu (20/3/2019).

Jatimraya.com, Trenggalek – Aparat Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur menangkap sepasang suami-istri yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi penipuan bermodus penggandaan uang.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Pamungkas, Rabu (20/3/2019) merilis hasil pengungkapan tersebut dengan menghadirkan kedua pelaku yang diidentifikasi bernama Bayu Uun alias Habib Bayu Uun alias Alex (50) serta istrinya, Ariani (46).

“Pelaku ini yang atas nama Alex atau Bayu Uun merupakan residivis. Dia pernah terlibat kasus pencurian dengan pemberatan juga penipuan dengan modus sejenis,” kata Kapolres Didit saat memberikan keterangan kepada awak media.

Di Trenggalek, lanjut Didit, tersangka Bayu Uun dan Ariani melakukan aksi kejahatan di wilayah Margomulyo, Kecamatan Watulimo.

Mereka datang dan berpura melakukan perawatan rambut di tempat usaha salon milik korban yang tidak disebut namanya oleh polisi.

Singkat cerita, Alex atau Bayu Uun yang menunggui Ariani perawatan rambut menawarkan jasa untuk memasukkan kerja anak korban yang masih pengangguran, di perusahaan rokok ternama di Kediri.

Kesepakatan tercapai dan sejumlah persyaratan diajukan, salah satunya menyediakan “dana pelicin” yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Korban menyanggupi dan selang empat hari kemudian Bayu Uun dan Ariani kembali ke Margomulyo untuk mengambil berkas dan persyaratan uang dimaksud.

Namun korban mengaku uang saat itu hanya tersedia Rp15 juta. Bayu Uun pun mengaku bisa membantu penggandaan uang dimaksud dengan cara dimasukkan ke dalam wadah plastik warna hitam.

“Pelaku Alex ini mengaku bisa menggandakan uang, maka uang itu diminta dan dimasukkan dalam plastik hitam. Dimana plastik hitam itu tidak boleh dibuka oleh korban, sebelum pelaku datang pada empat hari kemudian,” katanya.

Tiba saatnya membuka plastik, pelaku Alex atau Bayu Uun dan istrinya Ariani tak kunjung datang.

Korban resah dan curiga, lalu membuka wadah plastik tersebut. “Saat dibuka ternyata uang sudah tidak ada dan berganti peci warna hitam,” papar Kapolres membacakan kronologi penipuan.

Kasus itu lalu dilaporkan ke Polsek Watulimo dan seketika itu juga dilakukan operasi penangkapan terhadap kedua pelaku yang diketahui tinggal di rumah kontrakan di Jalan Raya Pilangkenceng, Desa Ngampel, Kecamatan Caruban, Madiun.

Kata Kapolres Didit, masih berdasar hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka juga telah melakukan penipuan dengan modus yang sama di dua wilayah yang berbeda dengan total kerugian Rp150 juta.

Nantinya jika terbukti bersalah pelaku akan diganjar dengan hukuman sesuai pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan pidana maksimal empat tahun penjara. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRENGGALEK

Pemkab Trenggalek Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Published

on

Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin (kanan) menyalurkan bantuan logistik makanan untuk korban banjir bandang di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019).

Jatimraya.com, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menetapkan status siaga bencana seiring banjir dan tanah longsor yang melanda 10 dari 14 kecamatan di daerah itu sejak Rabu (6/3) malam.

“Karena dampaknya yang begitu luas, ya otomatis kami tetapkan status siaga bencana,” kata Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin di Trenggalek, Kamis (7/3/2019).

Tak hanya melakukan langkah kedaruratan dengan menyalurkan bantuan pangan dan evakuasi warga yang terdampak banjir.

Nur Arifin atau Mas Ipin juga memastikan akan segera bersurat ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penetapan status siaga bencana itu agar bisa diteruskan ke pemerintah pusat.

Respon Pemprov Jatim diharapkan bisa mendukung upaya penanganan pascabencana seperti penyaluran bantuan untuk perbaikan infrastruktur serta bantuan pangan dan obat-obatan bagi warga yang terdampak.

Hingga saat ini BPBD Trenggalek mencatat ada puluhan desa di 10 kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Tiga kecamatan yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Trenggalek, Pogalan serta Panggul.

Kendati berangsur surut, di sejumlah pemukiman di tiga kecamatan itu ketinggian air masih sekitar satu meter.

Proses evakuasi masih terus dilakukan, D
demikian juga dengan penyaluran bantuan pangan, seperti roti, makanan cepat saji serta nasi bungkus yang terus didistribusikan ke titik-titik kawasan pemukiman yang mengalami dampak parah.

“Kami juga sudah dirikan beberapa dapur umum untuk membantu logistik pangan warga, karena saat bencana banjir dan longsor seperti ini mereka tentu tidak bisa mengolah kebutuhan pangan sendiri,” ujarnya.

Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir juga mengaku sangat butuh bantuan pangan.

Sebagian mereka khawatir bantuan pangan yang disalurkan tidak sampai hingga pelosok lokasi terdampak. Pasalnya, bantuan biasanya habis di titik distribusi atau habis di jalan dimana terdapat konsentrasi warga maupun pengungsi.

“Pengalaman tahun-tahun lalu saat terjadi bencana (banjir), bantuan pangan seperti itu habis di jalan. Biasanya begitu datang bantuan pangan, warga yang di jalan langsung mengerubuti sehingga kami yang bertahan di rumah-rumah tidak kebagian,” ucap Suharlan, warga Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan.

Diperkirakan, banjir masih akan terjadi dan melanda pemukiman di desa-desa yang berada di sekitar jalur Sungai Ngasinan hingga Parit Agung menuju muara Bendung Niyama di wilayah Kecamatan Besuki, Tulungagung karena cuaca masih hujan. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending