Connect with us

SURABAYA

Waduk Sangiran Ngawi Nyaris Kering

Published

on

Volume air di Waduk Sangiran yang ada di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyusut drastis selama musim kemarau tahun 2019.

Jatimraya.com, Ngawi – Volume air di Waduk Sangiran yang ada di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyusut drastis selama musim kemarau tahun 2019 berlangsung dan hingga nyaris kering.

“Penyusutan volume air di Waduk Sangiran saat ini diperkirakan telah mencapai 60 persen lebih,” ujar petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Rachmat Fitriyanto, kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Menurut dia, karena telah menurun drastis, maka waduk tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk mengairi sawah seluas 1.535 hektare yang ada di Kecamatan Bringin, Karangjati, dan sekitarnya.

Selain karena musim kemarau, penyusutan volume air Waduk Sangiran tersebut juga disebabkan karena pendangkalan di dasar waduk. Sesuai data, jumlah volume air Waduk Sangiran dalam kondisi normal mencapai 1.956.710 meter kubik. Saat ini masih tersisa sekitar 50 persen hingga 40 persen saja.

Sementara, kondisi waduk yang terus surut airnya dimanfaatkan warga sekitar untuk menggembala ternak kambing ataupun bercocok tanam.

Petani di sekitar waduk sengaja menanam jagung dan padi di dasar waduk yang mulai mengering. Untuk pengairannya, warga memanfaatkan sisa air waduk dengan menggunakan mesin pompa air.

Selain Waduk Sangiran, volume air Waduk Pondok yang berada di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi juga menyusut signifikan. Sesuai data yang ada, air Waduk Pondok kini tersisa sekitar 7,8 juta meter kubik. Padahal, dalam kondisi normal, volume waduk bisa mencapai 11 juta meter kubik.

Karena menyusut, pintu air akan ditutup dan air tidak dikeluarkan untuk alasan perawatan waduk. Dalam kondisi normal, air Waduk Pondok digunakan untuk mengairi 3.450 hektare lahan pertanian di 22 desa yang ada di empat kecamatan. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SURABAYA

Mentan Komitmen Terus Bekerja Hingga Masa Tugasnya Berakhir

Published

on

Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Jatimraya.com, Surabaya – Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkomitmen tak akan berhenti bekerja hingga masa tugasnya sebagai pembantu Presiden RI Joko Widodo berakhir dalam waktu dekat ini.

“Kami hanya pembantu Presiden dan tugas kami bekerja. Kalau ditanya lagi mau ke mana, ya bekerja. Hobi kami bekerja,” ujarnya ketika ditemui usai rapat evaluasi upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB) 2019 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Selama lima tahun menjabat sebagai Menteri Pertanian, ia mengaku memiliki banyak kesan baik saat bekerja bersama Presiden Joko Widodo.

“Kalau kesan kami, beliau (Presiden) luar biasa,” ucap menteri kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut.

Menurut dia, Presiden Jokowi merupakan sosok pekerja keras, sederhana dan jujur, bahkan memberikan kepercayaan penuh kepada menterinya untuk mengambil keputusan.

“Sehingga kami berdiri bebas mengambil keputusan terbaik untuk rakyat Indonesia,” kata Menteri Amran.

Tak itu saja, terhadap persoalan sektor pertanian, Amran menyebut Presiden Jokowi sangat memberikan perhatian penuh.

“Kalau sektor pertanian harga turun, kami ditelepon beliau dan kalau harga naik juga ditelepon. Tapi kalau harga pangan strategis bergejolak, biasanya ditelepon tiga kali sehari,” tuturnya. (fah)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Tingkatkan Investasi, Pemkot Surabaya Sinergikan Pelaku Usaha Logistik

Published

on

Jalur Lingkar Luar Barat yang saat ini sedang dibangun diproyeksikan menjadi akses jalur logistik baru di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Jatimraya.com, Surabaya – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Surabaya mempunyai strategi khusus untuk meningkatkan nilai investasi di Kota Pahlawan, Jawa Timur, salah satunya melalui sinergitas dengan para pelaku usaha transportasi logistik.

Kepala DPM PTSP Surabaya, Nanis Chairani, di Surabaya, Jumat (11/10/2019), mengatakan untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, pihaknya terus berkomitmen mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha, terutama pada sektor usaha di bidang transportasi yang kini nilai investasinya terus naik.

“Salah satu strategi khusus yang dilakukan guna meningkatkan sinergitas para pihak yakni dengan menggelar sebuah forum yang mempertemukan asosiasi usaha dengan para stakeholder dan instansi terkait,” katanya.

Menurut dia, forum tersebut mendiskusikan pemecahan masalah yang menjadi faktor penghambat pelaku usaha di bidang logistik. Ia menjelaskan usaha di bidang logistik mempunyai peranan yang sangat penting berhubungan dengan peluang investasi di Surabaya.

Apalagi, lanjut dia, pada 2019, persentase sektor usaha di bidang transportasi darat terus merangkak naik. Bahkan, sebelumnya dari posisi empat naik ke urutan tiga. Data bulan Januari sampai September 2019, investasi sektor transportasi darat mencapai Rp3,3 triliun.

Sementara sektor jasa konstruksi, lanjut dia, berada di urutan kedua, dengan nilai Rp12,8 triliun. Sedangkan pada urutan pertama, masih didominasi perdagangan, dengan nilai investasi mencapai Rp14,5 triliun.

“Karena itu, kami juga mempunyai perhatian khusus terkait permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha transportasi. Sehingga melalui forum itu bisa terakomodir apa saja yang menjadi kebutuhan pelaku usaha di bidang logistik tadi,” ujarnya.

Selain itu, Nanis menjelaskan, pertemuan itu juga menjadi jembatan bagi para pelaku usaha di bidang logistik untuk menyampaikan ide-ide gagasan ataupun kritikan kepada instansi dan stakeholder terkait, seperti adanya permasalahan jalan yang dialami pelaku usaha, kemacetan, peta jaringan jalan khusus logistik, dwelling time di pelabuhan, hingga proses perizinan.

“Harapannya ide-ide gagasan yang disampaikan dalam forum itu, ke depan ada rekomendasi untuk diteruskan ke pihak-pihak atau instansi terkait. Dari hasil pertemuan ini kita bisa mencoba buat rekomendasi sebuah matriks untuk kemudian kita sampaikan ke instansi atau stakeholder terkait, agar nantinya ditindaklanjuti,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, konsep sinergitas antarpihak di bidang investasi ini juga diperkuat dengan kajian akademik. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya melibatkan akademisi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kajian itu, kata dia, bertujuan mencarikan solusi berdasarkan hambatan dan permasalahan yang terjadi pada pelaku usaha logistik yang ada di Surabaya. Hasilnya, didapatkan sembilan poin permasalahan dan dihasilkan pula adanya solusi yang menjadi suatu potensi atau peluang investasi.

Adapun dari sembilan poin tersebut di antaranya adanya kendala peta jaringan jalan khusus logistik dalam kota yang perlu lebih dioptimalkan. Untuk itu, kata dia, diambil kebijakan dengan melakukan penyusunan master database logistic yang mengumpulkan dan mengintegrasikan data logistik dengan melibatkan para pihak terkait, guna menyempurnakan peta jaringan jalan logistik tersebut.

“Kita harapkan dapat rekomendasi yang bagus untuk diteruskan, baik ke pemerintah provinsi, pemerintah pusat atau ke pemkot langsung, sehingga kebutuhan pelaku usaha di bidang logistik dapat terakomodir,” katanya.

Ia menilai untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Makanya, semua instansi atau stakeholder terkait juga dilibatkan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan itu. Contohnya seperti permasalahan jalan, ada kewenangannya Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim dan juga pemerintah pusat.

Selain itu, langkah ini juga disiapkan Pemkot Surabaya dalam rangka memasuki revolusi industri 4.0. Dengan begitu, pelaku usaha di sektor transportasi logistik juga diharapkan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia serba digital tersebut. (alh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Pelindo III Tanam 51.900 Bibit Mangrove

Published

on

Penanaman mangrove yang dilakukan oleh Pelindo III bekerja sama dengan TNI.

Jatimraya.com, Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia III menanam sebanyak 51.900 bibit mangrove di beberapa wilayah pelabuhan yang menjadi kewenangan perseroan, seperti di Cilacap, Semarang, Benoa, Kupang, Lembar, Tanjung Wangi, dan Maumere, tujuannya untuk menjaga ekosistem hutan mangrove di sejumlah wilayah.

Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo III, Toto Heliyanto di Surabaya, Senin (7/10/2019) mengatakan penanaman juga dilakukan dengan kerja sama TNI dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 TNI dengan tema “Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Kita”.

“Pelindo III menyambut positif program penanaman mangrove secara serentak yang dilakukan TNI dari Sabang sampai Merauke. Saya sangat bangga dan ini merupakan peran nyata kepedulian Pelindo III terhadap lingkungan adalah dengan menjaga ekosistem hutan mangrove di wilayah kerjanya,” katanya.

Komandan Koarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, dalam kegiatan itu mengatakan kegiatan tanam mangrove merupakan sebuah langkah awal bagi TNI bersama dengan BUMN Kepelabuhanan dan masyarakat untuk melestarikan lingkungan terutama di sekitar laut dan pantai.

Hadirnya hutan mangrove sangat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil, sebab kehadiran populasi pohon dan semak yang ada pada hutan mangrove dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai.

“Selain itu, peran penting hutan mangrove lainnya yakni melindungi pantai dan tebing sungai dari kerusakan, seperti erosi dan abrasi,” tuturnya.

Ia berharap, aksi ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan khususnya di sekitar wilayah laut dan pantai, serta bisa untuk keberlanjutan kehidupan anak cucu di masa yang akan datang. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending