Connect with us

Uncategorized

Kemendag Tekankan Pentingnya Pendataan Kebutuhan Beras

Published

on

Kemendag menekankan pentingnya pendataan kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya bisa dipergunakan sebagai basis pengambilan kebijakan pangan dalam negeri.

Jatimraya.com, Kota Batu – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan pentingnya pendataan kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya bisa dipergunakan sebagai basis pengambilan kebijakan pangan dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pendataan tersebut saat ini tengah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang diharapkan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan kedepan.

“Data harus satu, dari BPS. Berapa banyak stok, berapa proyeksi produksi beras, termasuk kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata Enggartiasto, kepada ANTARA, di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/10/2019) malam.

Berdasarkan data BPS, pada September 2019, terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Meskipun mengalami deflasi, kelompok padi-padian dan umbi-umbian mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

Pada bulan yang sama, harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan juga tercatat mengalami kenaikan 0,84 persen menjadi Rp9.301 per kilogram. Selain itu, beras premium juga naik 0,67 persen, dan beras kualitas rendah sebesar 1,02 persen.

“Saya belum bisa mengambil kebijakan, karena data dan proyeksi harus ada,” ujar Enggartiasto.

Dalam upaya untuk menjaga pasokan dan menjaga daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan sesungguhnya telah meminta Perum Bulog untuk memasok beras medium ke pedagang yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, menyebutkan bahwa HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, lampung, dan Sumatera Selatan.

Baca juga: Pengamat nilai stok Bulog belum mampu tahan kenaikan harga beras

Sementara wilayah Sumatera selain Sumatera Selatan, dan Lampung, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur HET ditetapkan Rp9.950 per kilogram, dan di Maluku serta Papua sebesar Rp10.250 per kilogram.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata beras medium kualitas II pada 3 Oktober 2019, tercatat mencapai Rp11.650 per kilogram, dan beras medium kualitas I sebesar Rp11.750 per kilogram, atau berada jauh lebih tinggi dibanding HET yang telah ditetapkan.

“Beras medium harus selalu ada, karena, dengan adanya beras tersebut di pasar, maka masyarakat yang berpenghasilan rendah akan memperoleh beras dengan harga terjangkau,” tutup Enggartiasto. (vif)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Uncategorized

Polrestabes Hentikan Truk Diduga Angkut Kayu Meranti Selundupan

Published

on

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menghentikan salah satu truk yang diduga mengangkut kayu meranti selundupan asal Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Jatimraya.com, Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menghentikan salah satu truk yang diduga mengangkut kayu meranti selundupan asal Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Kepala Unit Pidana Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teguh Setiawan di Surabaya mengatakan, kayu meranti olahan asal Pulau Kalimantan itu dikirim menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Salah satu truk kontainer yang memuat kayu diduga ilegal itu kami hentikan saat keluar dari sebuah depo kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan memuat 17 meter kubik atau 857 batang kayu meranti olahan,” ungkap Teguh kepada wartawan.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dokumennya ternyata bermasalah, yakni Surat Keterangan Sah Hasil Kayu atau SKSHK dari kayu-kayu tidak sesuai..

“Dokumen yang dimaksud adalah SKSHK yang menunjukan masa berlaku antara tanggal 5 hingga 7 Agustus 2019. Dokumen yang sudah mati masa berlakunya masih digunakan sebagai pelengkap dokumen jalan. Tentu itu melanggar aturan,” ujarnya.

Teguh mengatakan, sebenarnya ada tiga truk kontainer milik perusahaan ekspedisi CV ALG yang mengangkut kayu-kayu diduga ilegal tersebut keluar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan diketahui dibawa menuju ke wilayah Provinsi Bali.

“Dua truk kontainer lainnya diinformasikan sudah sampai di Bali, dan Polisi telah mengantongi identitas pemilik kayu, yaitu Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah, yang berpusat di Pulau Kalimantan,” tuturnya.

Sementara itu, sampai kini Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk kontainer, serta dari pihak ekspedisi CV ALG.

“Selanjutnya kami akan memanggil pemilik kayu dari Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah,” ucap Teguh. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Uncategorized

PSSI Jatim Temui Risma Minta Persetujuan Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Published

on

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk meminta persetujuan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Jatimraya.com, Surabaya (26/8/2019) – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk meminta persetujuan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.

“Kami hari ini membawa mandat dari PSSI Pusat menghadap bu Risma untuk minta persetujuan, dan Alhamdulillah beliau menyetujuinya,” ujar Sekretaris PSSI Jatim Amir Burhannudin usai bertemu dengan Risma di Surabaya, Senin (26/8/2019).

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia dalam hal ini PSSI akan ikut bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 yang digelar pada 2021.

PSSI sudah memutuskan 10 stadion sebagai venue, termasuk Stadion Gelora Bung Tomo yang merupakan milik Pemerintah Kota Surabaya

“Untuk Surabaya dan Palembang (Stadion Jakabaring) adalah permintaan Presiden RI Joko Widodo,” ucapnya.

Selain Surabaya dan Palembang, juga ada Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Patriot Bekasi, Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Stadion Mandala Krida, Stadion Pakan Sari, Stadion Manahan Solo, Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.

Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini menyambut antusias dan mengaku senang karena menjadi sebuah kehormatan bagi Kota Surabaya dapat menjadi salah satu tuan rumah.

“Apalagi saya usul saja belum tentu diterima, ini malah ditunjuk. Ya saya setujui saja,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya tersebut.

Baginya ini selaras dengan program Pemerintah Kota Surabaya yang sedang menggalakkan pembinaan pemain kelompok umur dan remaja.

“Supaya anak-anak bisa bermimpi. Karena dengan adanya Piala Dunia U-20 ini, anak-anak bisa bermimpi. Nanti pemain bisa melihat langsung bintang-bintang muda dunia,” tuturnya.

Wali kota Surabaya dua periode itu menegaskan kesiapannya memenuhi persyaratan untuk memenuhi standar internasional yang diminta FIFA, termasuk akses ke stadion, papan skor, lampu dan fasilitas lainnya.

“Saya yakin akses dan semua fasilitas sudah berstandar internasional di tahun 2020. Jadi kalau gelarannya 2021, Insya Allah semua sudah terpenuhi,” katanya. (fan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Transportasi Daring di Surabaya Berkontribusi Rp2,2 Triliun Per Tahun

Published

on

Wakil Kepala LD FEB Ul, Dr Paksi CK Walandouw saat menjelaskan hasil penelitiannya di Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Jatimraya.com, Surabaya – Keberadaan transportasi daring, Gojek memberikan kontribusi sebesar Rp2,2 triliun per tahun bagi perkembangan ekonomi Kota Surabaya selama tahun 2018, sesuai hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Wakil Kepala LD FEB Ul, Dr Paksi CK Walandouw kepada wartawan di Surabaya, Jumat (24/5/2019) mengatakan perhitungan kontribusi ekonomi itu berasal dari selisih pendapatan mitra Gojek dari sebelum hingga setelah mereka bergabung sebagai mitra.

Ia mengatakan, penelitian yang dilakukan mencakup mitra dari empat layanan Gojek, yaitu layanan roda-dua Goride, layanan roda empat Gocar, Gofoof, dan Golife.

“Hasil riset di Surabaya ini merupakan bagian dari riset yang bertajuk ‘Dampak Gojek terhadap perekonomian Indonesia pada Tahun 2018’,” katanya.

Paksi mengatakan, studi serupa pernah dilakukan dan menunjukkan kontribusi Gojek dari dua layanan roda dua dan UMKM di Surabaya mencapai Rp390 miliar.

“Kontribusi tahun ini semakin besar, hal ini menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ke perekonomian daerah,” katanya.

Sedangkan Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia, juga telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya dapat memperluas peluang penghasilan bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakangan pendidikan dan usia.

Secara rinci, untuk kontribusi Goride mencapai Rp253 milliar, Gocar menyumbang Rp291 milliar, UMKM atau Gofood Rp1,6 triliun, dan mitra Golife (Goclean dan Gomassage) kontribusinya Rp69 milliar.

Sementara itu, untuk penghasilan rata-rata mitra Goride di Surabaya sebesar Rp3,1 juta, dan Gocar Rp5,8 juta, serta mitra Golife sebesar Rp4 juta. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending