Connect with us

JOMBANG

Sungai di Jombang Diduga Tercemar Limbah

Published

on

Kusnan, menunjukkan sungai di dusun Gongseng, desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, yang diduga tercemar limbah, Kamis (24/11/2019). (

Jatimraya.com, Jombang – Sungai yang melintasi Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga tercemar limbah pabrik kertas yang ada di wilayah setempat.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian pada Kamis (14/10/2019), tampilan warna air sungai di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, itu, berwarna hitam serta mengeluarkan bau menyengat. Tak hanya itu, jika terkena kulit akan menimbulkan gatal-gatal.

Pencemaran sungai yang ada di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, sangat kentara saat debit air menyusut lantaran kemarau panjang.

Sepanjang aliran sungai mulai Desa Watudakon, lokasi pabrik diduga pembuang limbah cair hingga Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, warna air tampak hitam keruh serta mengeluarkan bau menyengat.

Waluyo, warga Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, menuturkan kondisi hitam dan keruhnya aliran air sungai yang melintas di sisi utara desa setempat itu sudah berlangsung sejak lama.

Namun, kondisi tersebut tidak terlihat saat musim hujan karena debit air tinggi. Berbeda ketika musim kemarau, pencemaran limbah yang diduga dibuang ke sungai sangat kentara.

“Sudah sejak lama kondisi seperti ini, ada tujuh hingga delapan tahunan sejak ada pabrik berdiri. Kalau kemarau kelihatan, warna airnya hitam dan baunya itu hampir sama dengan etanol. Kalau terkena kulit, efeknya gatal-gatal sampai sampai melepuh,” kata Waluyo kepada ANTARA, Kamis.

Pria 45 tahun ini menduga pencemaran sungai yang melintas di Dusun Gongseng, Jombang, diduga disebabkan limbah dari pabrik kertas yang berdiri di sisi barat dusun setempat sekira 3 kilometer.

Kusnan (60), warga lainnya, menceritakan beberapa tahun lalu sungai di sisi selatan dekat permukiman masyarakat juga pernah tercemar limbah pabrik. Warna air berubah jadi hitam serta mengeluarkan bau menyengat hampir sama dengan kondisi air di sungai saat ini.

“Dulu sungai di sisi selatan dekat kampung (Dusun Gongseng) juga pernah tercemar limbah. Warga langsung demo ke pabrik, karena air sumur untuk minum terkena imbasnya juga. Kalau sungai di sisi utara ini kan agak jauh dari kampung,” tutur Kusnan.

Ia berharap pemerintah setempat segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut agar tidak berimbas ke sumber air minum masyarakat.

Selain itu, Kusnan juga meminta perusahaan-perusahaan yang nanti terbukti membuang limbah ke sungai di wilayah Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, untuk ditindak tegas. (sya)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JOMBANG

Gus Sholah Desak Anggaran Pendidikan di Kementerian Agama Ditambah

Published

on

[15:10, 8/26/2019] Ka Rizal: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid [15:11, 8/26/2019] Ka Rizal:

Jatimraya.com, Jombang – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid mendesak agar anggaran pendidikan di Kementerian Agama ditambah, mengingat adanya perbedaan cukup besar dengan anggaran di Kementerian Pendidikan.

“Terungkap bahwa pendidikan Islam itu kecil porsi anggaran, cuma 10 persen. Padahal, madrasah itu 94 persen swasta. Sedangkan sekolah itu sebagian besar sekolah negeri, jadi pemerintah daerah perlu membantu madrasah,” katanya ditemui di sela-sela seminar tentang memadukan pendidikan Islam dan pendidikan nasional di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu.

Gus Sholah, sapaan akrabnya mengatakan, untuk pendidikan dasar menengah antara pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan serta Kementerian Agama kini sudah banyak kemajuan. Bahkan, kerja sama antara kedua kementerian ini yang menjadi induk pendidikan Islam dan pendidikan nasional sudah baik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin mengaku tantangan pendidikan nasional ke depan cukup besar, terlebih lagi menghadapi persaingan global, sehingga anak-anak harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

“Tentang persaingan global, sehingga harus persiapkan anak bangsa yang tidak hanya kemampuan kognitif yang baik atau skill yang cukup tapi juga harus memiliki karakter kuat, misalnya tentang integritas, kreativitas, rasa ingin tahu yang tinggi, kritis, kolaboratif dan lain-lain,” katanya saat menjadi pembicara kegiatan seminar tersebut.

Ia menambahkan, kompetensi yang sangat dibutuhkan adalah karakter di abad ke-21 ini, sehingga anak-anak bangsa ke depan diharapkan memiliki karakter kuat, pengetahuan yang luas, juga memiliki skill yang dibutuhkan.

Ia juga mengatakan kualitas pendidikan baik di bawah Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan saat ini sudah baik. Bahkan, para guru juga terus dilatih guna meningkatkan kualitasnya dari sisi pembelajaran hingga memastikan anak-anak mempunyai literasi digital.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno menambahkan selama ini sinergi antara Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan sudah terjalin baik, misalnya dari kurikulum sama, ujian sama, training guru juga sudah sama.

“Satuan pendidikan dengan pesantren sinerginya baik. Anak-anak sekolah dimanapun diberikan hak yang sama, Perbaikannya harus lebih ke arah berpikir tinggi, jadi tidak sekedar mengingat-ingat pelajaran, tapi berpikir di luar yang sudah dipelajari,” kata dia.

Ia mengatakan, anak-anak sejak dini harus dilatih untuk nalar, mengingat kehidupan masa depan memang penuh dengan penalaran, mampu mengatasi persoalan yang belum diketahui. Dengan itu, diharapkan anak tidak gagap saat turun di kehidupan, karena terbiasa memecahkan soal yang standar. Selain itu, ke depan masalah juga semakin lengkap, semakin tidak terbayangkan.

Dalam kegiatan seminar itu, selain dihadiri perwakilan dari Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan, juga dihadiri langsung oleh pengasuh PP Tebuireng, Jombang, perwakilan Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Pendidikan dari Jombang dan sekitarnya, para guru, mahasiswa dan tamu undangan lainnya.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JOMBANG

Lebaran, Tol Jombang-Mojokerto Bakal Dilintasi 52.000 Kendaraan

Published

on

Ruas tol Jombang-Mojokerto, Desa Kedung Mlati, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur.

Jatimraya.com, Jombang – Pengguna Jalan Tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur, pada Lebaran 2019 diprediksi hingga 52 ribu kendaraan per hari, sehingga pengelola tol tersebut sudah menyiapkan beberapa fasilitas bagi pengguna jalan.

“Data traffic mengacu pada Natal dan Tahun Baru 2018 yang tertinggi hingga sekitar 45 ribu kendaraan per hari. Sekarang Lebaran 2019 diproyeksikan sekitar 52 ribu kendaraan per hari yang lewat tol dari Bandar Kedungmulyo, Jombang sampai Mojokerto,” kata Kepala Departemen Service Development Astra Tol Jombang-Mojokerto Deni Hardani saat dikonfirmasi lewat telepon di Jombang, Jawa Timur, Kamis (9/5/2019).

Jalur itu dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur.

Deni mengatakan pihaknya memang memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak. Hal itu juga berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya, yang selalu ada kenaikan pengguna jalan tol.

Untuk menghadapi arus mudik maupun arus balik Lebaran 2019, menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi pengguna jalan. Di rest area nantinya fasilitas dimaksimalkan, misalnya lahan parkir, bengkel gratis termasuk fasilitas kesehatan.

Ia juga menambahkan, demi membuat pengguna jalan merasa nyaman, nantinya juga akan ada beberapa fasilitas misalnya pijat gratis untuk pengguna jalan, talk show seputar keselamatan yang lokasinya di sekitar rest area.

Selain itu, di titik gerbang juga akan ditambah fasilitas dengan menambah kapasitas gerbang.

Dari evaluasi sebelumnya, traffic serta proyeksi kendaraan yang lewat akan ada penambahan transaksi di pintu gerbang. Misalnya, jika normal dibuka satu gardu, dalam Lebaran bisa hingga tiga gardu.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas itu siap mulai dari H-7 sampai dengan H+7 Lebaran 2019. Keputusan tersebut juga mengikuti kebijakan kepolisian dalam pengamanan arus mudik dan balik.

Diharapkan dengan berbagai program layanan yang diberikan tersebut pengguna jalan merasa lebih nyaman saat berkendara. Jika lelah, pengguna diimbau untuk istirahat di rest area yang ada. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JOMBANG

Lebaran, Tol Jombang-Mojokerto Bakal Dilintasi 52.000 Kendaraan

Published

on

Jalan Tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur, pada Lebaran 2019 diprediksi hingga 52 ribu kendaraan per hari.

Jatimraya.com, Jombang – Pengguna Jalan Tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur, pada Lebaran 2019 diprediksi hingga 52 ribu kendaraan per hari, sehingga pengelola tol tersebut sudah menyiapkan beberapa fasilitas bagi pengguna jalan.

“Data traffic mengacu pada Natal dan Tahun Baru 2018 yang tertinggi hingga sekitar 45 ribu kendaraan per hari. Sekarang Lebaran 2019 diproyeksikan sekitar 52 ribu kendaraan per hari yang lewat tol dari Bandar Kedungmulyo, Jombang sampai Mojokerto,” kata Kepala Departemen Service Development Astra Tol Jombang-Mojokerto Deni Hardani saat dikonfirmasi lewat telepon di Jombang, Jawa Timur, Kamis (9/5/2019).

Jalur itu dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur.

Deni mengatakan pihaknya memang memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak. Hal itu juga berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya, yang selalu ada kenaikan pengguna jalan tol.

Untuk menghadapi arus mudik maupun arus balik Lebaran 2019, menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi pengguna jalan. Di rest area nantinya fasilitas dimaksimalkan, misalnya lahan parkir, bengkel gratis termasuk fasilitas kesehatan.

Ia juga menambahkan, demi membuat pengguna jalan merasa nyaman, nantinya juga akan ada beberapa fasilitas misalnya pijat gratis untuk pengguna jalan, talk show seputar keselamatan yang lokasinya di sekitar rest area.

Selain itu, di titik gerbang juga akan ditambah fasilitas dengan menambah kapasitas gerbang.

Dari evaluasi sebelumnya, traffic serta proyeksi kendaraan yang lewat akan ada penambahan transaksi di pintu gerbang. Misalnya, jika normal dibuka satu gardu, dalam Lebaran bisa hingga tiga gardu.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas itu siap mulai dari H-7 sampai dengan H+7 Lebaran 2019. Keputusan tersebut juga mengikuti kebijakan kepolisian dalam pengamanan arus mudik dan balik.

Diharapkan dengan berbagai program layanan yang diberikan tersebut pengguna jalan merasa lebih nyaman saat berkendara. Jika lelah, pengguna diimbau untuk istirahat di rest area yang ada. (asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending