Connect with us

NEWS

MEMOTRET STRATEGI KOMUNIKASI PEMULIHAN CITRA SANG AHOK

Published

on

Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2014–2017, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

SEJAK pertemuan Ahok dengan Menteri BUMN Erick Tohir pemberitaan soal Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok berhembus dengan sangat kencang. Wajar saja, Ahok adalah tokoh kontroversi yang setiap aksinya ditunggu publik.

Kali ini adalah soal rencana masuknya Ahok menjadi bos BUMN – kemungkinan besar Pertamina – seperti yang ramai dipublikasikan media.

Kontan saja penolakan datang dari berbagai penjuru. Dari dalam internal Pertamina sendiri, Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak bila benar Ahok menjadi pimpinan di sana.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengomentari rencana Presiden Jokowi menjadikan Ahok sebagai pejabat perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Menurut dia, hal itu hanya akan menambah masalah baru.

Ketua umum PA 212 Slamet Maarif menilai Ahok kurang tepat memimpin BUMN. Dia menilai Ahok merupakan sosok orang yang kerap membuat keributan.

Menurutnya, rekam jejak Ahok kurang baik dan perangainya buruk. Dia mempertanyakan apakah tidak ada orang lain yang lebih sopan dan tidak kasar.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi juga meragukan Ahok jika memimpin kedua BUMN energi tersebut. Ahok dinilai tidak punya rekam jejak di sektor tersebut.

Fahmy menambahkan, sosok Ahok yang sempat tersandung kasus penistaan agama juga akan menjadi catatan khusus.

Begitulah masih banyak lagi serangan terhadap Ahok lainnya yang datang menyerbu. Pendukung Ahok yang tentu saja setuju dengan masuknya ke BUMN juga tidak sedikit juga dari berbagai kalangan.

Saya tidak ingin membahas kontroversi ataupun pro kontra penunjukkan Ahok sebagai Bos BUMN. Saya ingin memotret peristiwa ini dari kacamata Image Restoration Theory atau pemulihan citra.

TEORI PEMULIHAN CITRA

Adalah hal sangat mendasar dan wajar bahwa setiap tokoh publik ingin citranya selalu baik dan reputasinya semakin baik. Terlepas dari apakah itu tokoh yang baik atau tidak.

Pencetus Image Restoration Theory Prof William Benoit menyebutkan bahwa ada sejumlah strategi komunikasi yang diandalkan bisa merestorasi citra dan memulihkan nama baik dengan manajemen reputasi yang tepat.

Nah, disadari atau tidak sebenatnya Ahok (atau pendukungnya) dari pihak pemerimtah, sudah menerapkan prinsip-prinsip dan strategi restorasi citra dari sejumlah tokoh nasional.

Setidaknya ada strategi restorasi citra, yang sangat menguntungkan Ahok, yang menjadi salah satu komponen Image Restoration Theory, yaitu Reducing Offensiveness of Event.

Strategi ini bertujuan untuk mengurangi resistensi publik agar kesalahan yang dialamatkan kepada Ahok bisa minimalisasi. Dalam konteks ini ada tiga jurus strategi yang dilakukan, antara lain :

Strategi Bolstering. Dengan statement petinggi pemerintahan menyajikan info mengenai tindakan-tindakan positif yang sudah dilakukan di masa lalu, yang dihapapkan bisa diterima publik dengan baik.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi yang diyakini menjadi orang yang merekomendasikan langsung nama Ahok kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi petinggi di perusahaan pelat merah tersebut.

“Kita tahu kinerjanya Pak Ahok. Dan ini masih dalam proses seleksi,” kata Jokowi ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (14/11) lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun berpendapat BUMN dapat diisi oleh profesional.

“Kalau BUMN kan sekarang beberapa bisa diisi oleh profesional, jadi tidak ada masalah itu,” kata Airlangga.

Strategi Attack Accuser. Dilakukan dengan cara menyerang kredibilitas yang menuduh, dengan mempertanyakan kompetensi dan hal lainnya, dan perhatian publik pun berpindah ke penuduh.

Hal ini terlihat dari statemen Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia yang menolak Ahok justru perlu dipertanyakan.

“Kalau orang baik ada yang tidak setuju masuk, kan yang tidak setuju masuknya perlu dipertanyakan,” ujar Luhut di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Hal serupa juga disampaikan Staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, yang menduga upaya FSPPB menolak Ahok bergabung di perusahaan pelat merah dilatari dua faktor, yang berkaitan dengan sikap transparansi Ahok dan perbedaan politik.

Strategi Minimization. Dengan melakukan upaya-upaya yang bisa mengurangi perasaan negatif dengan cara-cara persuasi kepada publik, sekaligus meyakinkan publik bahwa yang terjadi tidaklah seburuk seperti yang dipikirkan, dipersepsikan, atau yang terjadi.

Strategi ini biasanya dilakukan secara senyap dan diam-diam. Sebagai mantan pejabat nomor satu di DKI Jakarta tentunya Ahok sudah berpengalaman dan sangat paham serta mengerti urgensi meredam api membesar.

Mestinya pendekatan persuasip dan lobby-lobby kepada opinion leader baik yang pro maupun yang kontra sudah mulai dilakukan Ahok dan para pendukungnya.

HAPPY ENDING?

Bagaimanakah kisah akhir dari kontroversi ini? Akankan berakhir dengan happy ending? Happy ending buat siapa? Buat yang pro atau kontra?

Biasanya dalam berbagai kesempatan, pemerintah dengan otoritasnya bisa mengambil keputusannya. Begitu juga, Presiden pun dapat melakukan hal prerogatifnya.

Apalagi semua pihak yang terkait terutama Kementerian BUMN dan pihak pemerintah serta Ahok dan pendukung terlihat mulai intensif melakukan strategi public relations & komunikasi, dan manajemen reputasi yang efektif.

Namun demikian, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Selalu terbuka berbagai opsi dan kemungkinan seberapapun peluangnya. Inilah saatnya kita menyaksikan perhelatan politik dan bisnis di dunia korporasi, terutama BUMN.

Siapapun pemenangnya, baik yang pro maupun yang kontra, mudah-mudahan yang adalah rakyat – pemegang saham terbesar BUMN, yang seringkali dilupakan.

Budi Purnomo Karjodihardjo adalah seorang mediapreneur dan praktisi komunikasi. Budi dan timnya, RESTART – Media Restoration Agency, menyediakan waktu untuk membantu personal/korporasi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Image Restoration Theory.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Minta Maaf, Orang Rimba Akui Serang Sekuriti Perusahaan

Published

on

foto: Kegiatan penyuluhan keehatan orang Rimba

JatimRaya.Com, Merangin – Ketegangan akibat pemukulan tiga orang sekuriti perusahaan sawit PT SAL Jambi oleh sekelompok Orang Rimba, berakhir damai. Kedua pihak telah sepakat berdamai dan berjanji bekerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

“Sudah tidak ada masalah lagi, sudah damai. Semoga Ramadhan membawa berkah bagi kita semua,” kata Kapolsek Tabir Selatan Iptu Sejati menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (16/5).

Menurut Sejati, dalam pertemuan di Mapolres Merangin, dua perwakilan Tumenggung Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) yakni Sikar dan Pakjang secara terbuka mengakui bahwa anggotanya melakukan pemukulan terhadap security PT SAL.

“Mereka telah meminta maaf kepada manajemen PT SAL dan berjanji untuk membina warganya agar tidak melakukan tindak pidana maupun tindakan lain yang meresahkan,” kata Sejati.

Menurut Sejati, kesepakatan perdamaian itu disaksikan Kapolres Merangin AKBP Mokhamad Lutfi SLK dan Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Tommy Radya Diansyah Lubis S.Ap.M. Han. Sementara itu saksi dari Pemerintahandiantaranya Kadis Sosial PPK Kabupaten Merangin Junaidi dan Sekcam Tabir Selatan Afrizal.

Adanya kesepakatan perdamaian itu dibenarkan Sikar. Menurut dia, telah ada kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak. “Kami juga telah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada manajemen PT SAL,” kata Sikar kepada wartawan.

Sejati menambahkan, warga Orang Rimba berjanji untuk tidak mengganggu aktivitas perusahaan dan karyawan PT SAL. “Jika mereka mengulangi tindakan yang sama, Kepolisian akan melakukan tindakan tegas dan melakukan proses hukum,” kata dia.

Sejati mengklarifikasi bahwa berdasarkan fakta di lapangan tidak terjadi penyerangan. Faktanya justru berbeda. Sebanyak 8 Orang Rimba menyerang dan memukul tiga orang sekuriti perusahaan yang sedang patroli ketika dihimbau tidak masuk ke kebun inti perusahaan. Himbauan ini disampaikan sekuriti karena perusahaan sedang melaksanakan protokol covid-19 sehingga mencegah karyawan dan masyarakat termasuk Orang Rimba terpapar dari risiko covid-19.
Akibat pengeroyokan itu para sekuriti lari bahkan ada seorang security yang terjungkal di parit. “Secara hukum, tindakan ini masuk kategori pengeroyokan,” kata Sejati. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

PT SAL Bantu Jaga Ketahanan Pangan Orang Rimba

Published

on

Foto : PT SAL Pada saat pandemi sekarang dimana pergerakan manusia sangat dibatasi, pemberian bahan pangan ini sangat membantu

JatimRaya.Com – Program bantuan pangan bagi orang rimba merupakan program penting PT Sari Aditya Loka (PT SAL). Program tersebut dilaksanakan sejak tahun 2009 dengan program pertama kepada Tumenggung Sikar. Program ini memberikan dampak positif bagi orang rimba.

“Kami memberikan bahan makanan pokok secara rutin setiap bulan kepada orang rimba yang berdampingan dengan PT SAL,” ungkap Thressa, Community Development Officer PT SAL.

Pada saat pandemi sekarang dimana pergerakan manusia sangat dibatasi, pemberian bahan pangan ini sangat membantu. Lebih dari tiga ratus kepala keluarga orang rimba yang menerima manfaat program ini. Lebih dari tiga ratus KK tersebut berasal dari dari tumenggung yakni; Tumenggung Nggrib, Tumenggung Nangkus, Tumenggung Bepayung, Tumenggung Afrizal, Tumenggung Sikar, Tumenggung Pak Jang, Dan Tumenggung Ngepas.

“PT SAL memberikan bahan makanan tersebut bukanlah ujung dari program ketahanan pangan,” ungkapnya. Dalam jangka panjang, PT SAL mengembangkan kebun-kebun yang mendukung program ketahanan pangan. Kebun ketahanan pangan ini juga berfungsi sebagai agricultural learning center Dengan demikian, PT SAL ingin agar orang rimba tidak ada yang kekurangan bahan pangan atau kelaparan. “Alhamdulillah orang Rimba disekitar kami tidak ada yang kelaparan,” tegasnya.

Agar lebih bisa menjamin kebutuhan hidup, PT SAL juga mengembangkan program pendampingan untuk meningkatkan pendapatan orang rimba. Program usaha budidaya pertanian seperti hortikultura, peternakan, sampai dengan perikanan telah dilaksanakan. Beberapa peserta program juga telah berhasil mengembangkan usahanya sepeti Pak Tarib yang berhasil mengembangkan budidaya lele.

Tidak hanya pangan, program Corporate Social Responsibulity PT SAL juga menjangkau sektor kesehatan dan pendidikan.
Dalam bidang kesehatan, PT SAL membangun Klinik khusus untuk orang rimba dibangun pada tahun 2016 dan 2018. “Tidak ada biaya, semua gratis untuk Suku Anak Dalam,” ungkapnya. Saat ini pelayanan kesehatan PT SAL untuk orang Rimba sampai dengan masuk kedalam hutan. Diharapkan orang rimba mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Dalam bidang pendidikan, telah dibangun 11 sekolah yang baik sekolah dengan bangunan maupun sekolah lapang. Sebanyak 345 siswa juga telah merasakan manfaat program pendidikan PT Sari Aditya Loka. Bahkan, ada anak-anak yang disekolahkan sampai ke Jogjakarta, kota pendidikan. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Tidak Ada Konflik antara PT SAL dengan Orang Rimba

Published

on

Foto: Kegiatan pendidikan Orang Rimba yang diselenggarakan oleh PT Sari Aditya Loka di Jambi

JatimRaya.Com, JAMBI – Berita sejumlah media yang menyebutkan terjadi konflik antara PT Sari Aditya Loka (SAL), perusahaan perkebunan sawit di Jambi, dengan salah satu kelompok Orang Rimba tidak sesuai fakta di lapangan. Apalagi, berita tersebut, hanya berdasarkan pernyataan pers yang disebarkan oleh salah satu LSM yang dikenal antisawit.

“Sama sekali tidak sesuai kondisi yang sesungguhnya. Karena itu kami memberikan klarifikasi,” kata Muhamad Husni, Manager Humas PT Sari Aditya Loka, dalam keterangan persnya di Jambi, Jumat (16/ 5).

Dalam press release yang disebarkan sepihak oleh sebuah LSM antisawit,
disebutkan bahwa security PT SAL melakukan pemukulan tehadap sejumlah Orang Rimba. Padahal kenyataan di lapangan justru sebaliknya, beberapa Orang Rimba menyerang dan memukul security perusahaan setelah dihimbau agar tidak mengambil berondolan di area kebun inti perusahaan. Himbauan ini diakukan karena di tengah pandemi covid-19 perusahaan mencegah dan membatasi akses orang luar masuk ke dalam kebun. Bahkan karyawan juga diminta agar tetap di dalam kebun saja selama covid-19.

“Petugas keamanan perkebunan hanya menjalankan tugas bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan semua pihak, termasuk keselamatan Orang Rimba yang hidup berdampingan di sekitar perusahaan,” kata Husni.

Menurut dia, petugas keamanan bertemu Orang Rimba kelompok Sikar mencoba berdialog terkait larangan selain karyawan memasuki perkebunan. Hal itu dilakukan karena adanya protokol operasional pencegahan COVID-19.

Meski sempat menuruti imbauan itu, Husni mengatakan petugas keamanan mengalami pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Orang Rimba pada malam harinya.

Konflik yang terjadi di pemukiman Orang Rimba terjadi ketika orang desa sekitar melihat warganya yang menjadi petugas keamanan perusahaan dikeroyok mencari pelakunya.

“Justru kami menyelamatkan Orang Rimba dari aksi balas dendam warga yang tidak terima ada warga mereka dikeroyok Orang Rimba. Fakta ini disembunyikan oleh LSM,” katanya.

Husni mengatakan PT SAL lalu menghubungi polisi setempat untuk menghindari konflik lebih lanjut . Upaya mediasi terus dilakukan sampai saat ini.

“PT SAL ingin hidup dalam suasana harmonis seperti selama ini sudah berjalan bersama masyarakat desa sekitar maupun Orang Rimba. Apalagi di tengah suasana pandemi yang mengharuskan semua pihak bekerja sama lebih erat lagi,” kata dia.

Dia mengatakan PT SAL telah memberikan bantuan beras dan sembako selama pandemi covid-19 kepada masyarakat, termasuk kepada Orang Rimba. Bahkan, menurut dia, bantuan juga diberikan kepada Orang Rimba setiap bulannya sebelum pandemik.(*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending