Connect with us

HEALTH

Kafisip UJ serahkan bantuan APD dan 100 paket sembako

Published

on

Foto : Bantuan APD Kafisip diterima langsung oleh dr Hendro sebagai Direktur RS Soebandi, didampingi drg Arief SA sebagai Wadir, Senin (13/4/20) bertempat di RS Soebandi

JatimRaya.Com – Keluarga Alumni Fakulktas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (Kafisip) Universitas Jember melalui program Kafisip Peduli memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di RS Dr Soebandi, serta bantuan berupa 100 paket sembako ke masyarakat di sekitar kampus Bumi Tegalboto Jember.

“Sebagai bagian dari masyarakat, Kafisip sangat berempati kepada para tenaga medis, baik perawat maupun dokter, yang telah mempertaruhkan dirinya berada di garda depan dalam penanganan pasien positif Covid-19 maupun pasien status PDP, serta upaya lain dalam pencegahan penyebaran Coronavirus,” kata Ketua Kafisip Bawon AY didampingi sejumlah pengurus Kafisip lainnya, Senin (13/4/20).

Sebagaimana diketahui bersama, kata Bawon, ketersediaan APD bagi para tenaga medis sangat terbatas jumlahnya, sehingga bantuan masyarakat terkait pandemi Covid-19 diharapkan berupa APD guna mengurangi resiko penularan saat menjalankan tugasnya. “Sehingga sumbangan Kafisip diprioritaskan berupa APD yang diserahkan ke RS Dr Soebandi,” kata Bawon.

Bantuan APD Kafisip diterima langsung oleh dr Hendro sebagai Direktur RS Soebandi, didampingi drg Arief SA sebagai Wadir, Senin (13/4/20) bertempat di RS Soebandi, diantaranya berupa 15 unit baju hazmat, 1 box masker N95, 15 unit kacama Google.

“Ini bantuan tahap pertama. Semoga segera dilanjut tahap berikutnya, sebagai wujud sensitivitas anggota Kafisip di tengah krisis pandemi Covid-19,” kata Bawon.

Selain bantuan APD ke RS Dr Soebandi, Kafisip UJ juga memberikan bantuan sosial berupa sembako – sebagai upaya meringankan beban warga di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Coronavirus, terutama bagi warga yang berada di sekitar kampus Bumi Tegal Boto, Jember. Bantuan sembako itu dalam bentuk paket yang berisi beras, gula, minyak goreng, sarden, mie instan, kecap, vitamin, juga masker dan hand sanitizer.

Bantuan sosial Kafisip ini sudah diserahkan ke penghuni Rusunawa sebanyak 23 paket, Rusunawi 10 paket, remaja masjid Unej 7 paket, mahasiswa yang tergabung di BEM 12 paket, mahasiswa di pondok Tanfidz 40 paket, petugas cleaning service kampus Fisip UJ 8 paket, sehingga totalnya 100 paket. Bantuan sosial diserahkan bersama – sama dengan Kauje pada Rabu (10/4/20).

“Bantuan tahap kedua insyaAllah segera menyusul dan sangat bermanfaat. Kami terus melakukan komunikasi intensif dengan seluruh anggota Kafisip untuk kemungkinan bantuan tahap kedua segera terealisasi,” kata Achmad Basuki, Wakil Ketua Kafisip. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Adiksi Sebagai Akar Dari Permasalahannya

Published

on

Foto : Ilustrasi

Oleh : Dicky Nugraha

JatimRaya.Com – Di jaman ini saat Narkoba , Alkohol, Free sex bahkan Gadget telah menjadi trend adiksi jaman now. Di Indonesia bahkan di seluruh dunia sendiri sudah banyak yg menjadi korban dan yang sekarang marak adalah dari kalangan artis, anak-anak remaja , eksekutif muda dan bahkan juga pejabat pemerintahan serta pelayan-pelayan masyarakat yang bandel.

Suatu jumlah yang fantastis jikalau pemakai Narkoba di tahun 2019 sudah mencapai hampir 4 juta orang dan sekitar 60 % nya adalah remaja yang seharusnya adalah menjadi generasi penerus bangsa. Adiksi tidak mengenal siapa mereka apa jabatannya ,dewasa atau anak2 juga orang tua pun punya kecenderungan mempunyai Adiksi . BNN dan polri pun yang sudah dengan giat melakukan pemberantasan tetapi seperti kata pepatah mati 1 tumbuh 1000 . Mengapa demikian?

Sebelumnya perkenalkan diri saya dahulu nama saya R Dicky Nugraha yang juga mantan pecandu yang sekarang Puji Tuhan sudah sober dan bergerak di bidang private counseling juga terapinya untuk membantu membuatkan treatment yang cocok (based by Clients needs) bagi para pecandu ( Adiksi apa saja ) yang masih menderita
(aktif addict) yang bersifat profesional dan strightly confidential.

Pengalaman saya di bidang konseling individual + group therapy sebagai Program Conceptor dan konselor dimulai tahun 2000 di Jakarta. Apa yang membuat saya tertarik di bidang ini ?Dikarenakan selain ada slogan di program kami ” Addict helping addicts ” (dikarenakan kami sudah pernah dalam masa itu dan segala ke-tricky and sneaky an Clients pun kami sudah dengan mudah mengetahuinya atau mungkin si Clients habis, maka kami akan sangat cepat mengenalinya ).

Dan besar harapan kami agar mereka bisa mentas dan bisa produktif lagi di masyarakat bahkan di negara kita tercinta ini serta mempunyai cara hidup yang baru dalam keadaan selalu sober dan tidak harus berakhir di penjara, institusi rumah sakit atau yang terparah adalah kematian . Saya juga bekerjasama dengan beberapa profesional yang lain yang berhubungan dengan kecanduan, seperti Psikiater, therapist, psikolog juga dari komunitas Pemulihan Adiksi tanpa nama yang berada di seluruh dunia semenjak tahun 1934 . So apakah itu kecanduan atau ketergantungan atau Adiksi ?

Kenapa sangat susah disembuhkan dan diberantas ? Jika kita berbicara tentang Adiksi sebenarnya kita harus mengetahui dahulu bahwa narkoba,dll adalah hanya salah satu bentuk substancesnya tapi akar yang harus dipulihkan pertama adalah Adiksinya. Adiksi adalah sebuah penyakit otak yang menjadikan kejiwaannya juga bermasalah , seperti obsesif + kompulsif dengan impulsif yang menggebu2, Adiksi menyerang 1. Fisik 2. Mental 3. Emosional 4. Spiritual . Sifatnya terus-menerus, fatal , kronis. Adakah obat yang bisa menyembuhkannya? Tidak !! Bukan kata sembuh untuk kecanduan tetapi kita bisa Pulih. Adiksi bisa macam2 , ada narkoba , judi , sex , overeater , shopaholic , dll bahkan workaholic dan yang sekarang lagi trend traveler addicts dan juga di anak2 yang banyak terjadi adalah gagdet dan technologi bahkan kebersamaan yang seharusnya keluarga berikan dengan kasih, quality time , bersenda gurau, makan bersama ,dll atau bermain bersama tetangga seperti main petak umpet , sepakbola ,dsb (seperti di jaman kira2 masih remaja).

Di jaman now ini mereka pasti lebih memilih untuk lebih sibuk dengan gadgetnya masing-masing Khan??? Sampai banyak efek psikologis dari si anak yang jadi suka marah-marah , tidak mau makan , tidak mau belajar ,dsb. Bagaimana cara sederhana untuk mengetahui kalau seseorang yang anda sayangi sudah kecanduan ?? Mari kita kenali tahap2 Adiksi ( semua adiksi ) dahulu:
1.user (pengguna) : mulai coba-coba dan masalah belum ada yang timbul
2.abuser (penyalahguna) : sudah mulai rutin ,mungkin 1 mgu bisa 2 -4 kali dan sudah mulai ada masalah biasanya yang gampang terlihat seperti keuangan ,bolos sekolah, mulai sering bohong ,dll
3.adikisi (kecanduan) : sudah sangat rutin pemakaiannya dikarenakan badannya membutuhkan zat2 tersebut , dan sangat-sangatlah bermasalah ( jarang makan dan mandi ,urusan hukum,careless, keluarga berantakan, mungkin mulai ada gangguan psikotik, dsb).

Apa yang harus kita lakukan ? Karena seseorang yang anda sayangi sudah bukan menjadi dirinya lagi tetapi secara psikologis , dll sudah berubah total hanya demi menuruti ( istilah bahasa programnya memakanin kehausan Adiksinya tersebut ) . Dan untuk pemberantasan seperti pertanyaannya diatas kenapa sangat susah dan selalu tumbuh yang baru-baru, kalau menurut saya pribadi efek jera sangatlah tidak jaminan karena Adiksi sangatlah licik , tetapi bukan malah mereka disingkirkan tetapi dirangkul karena saya pribadi yakin 100% dalam hati kecil mereka ingin segera pulih tetapi tidak tahu kemana dan bagaimana .

Banyak juga mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidup dikarenakan sudah terlalu capek dan tidak mau menyusahkan keluarga,pasangan,sahabat2 yang sangat disayanginya (pengalaman dari beberapa sahabat pejuang pemulihan yang tidak berhasil / meninngal) ingat jauhi adiksinya bukan orangnya ,so jikalau semua pecandu mendapat edukasi , informasi , therapy yang tepat juga support dengan Kasih dari support systemnya dan berani berkata tidak pada Adiksi sehingga mereka pada akhirnya lebih memilih untuk terus hidup Sober.

Akankah bandar-bandar ataupun cartel sekalipun mereka menjual dengan harga yang paling murah tetapi tidak ada pembeli karena si ex pecandu sudah pulih , bukannya itu adalah langkah pemberantasan yang terbaik, bagaimana menurut anda ? Dan itulah pentingnya untuk prioritas utama adalah mereka butuh Recovery comes 1st dan Recovery adalah seumur hidup dengan melaluinya setiap 1 hari setiap waktunya (just 4 today i clean n besoknya lagi just 4 today lagi , dst ).

Ini adalah penjelasan singkat untuk Recovery dan Saya akan membahas apa itu Recovery serta Program treatment 2 apa yang dibutuhkannya untuk therapynya di tulisan saya berikutnya .#Recovery adalah suatu perjalanan baru agar dapat pulih yang dimulai dari langkahmu yang pertama#

Dan jika anda mengetahui atau mencurigai teman,sahabat, anggota keluarga,dll yang menjadi korban Adiksi, jangan menunda2 (karena dengan menunda anda tidak tahu sudah sampai seberapa parah si Addict dan jangan menunggu sampai dia sudah lumpuh total,sakit bahkan meninggalkan anda selama-lamanya ).

Silahkan untuk kontak ke kami ,
Private treatment and counseling Affection’s program centre .
R Dicky Nugraha phone/WA 08175037575 & 081310694391
Email : kikidjuhansah75@gmail.com
Facebook : R Dicky Nugraha


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Cegah Covid-19, GAPKI Peduli Gandeng Kementan

Published

on

Foto : GAPKI kembali menyerahkan bantuan berupa masker dan sabun sebagai upaya membantu pemerintah dalam pencegahan dan meluasnya penyebaran virus Covid-19.

JatimRaya.Com – Kepedulian dalam pencegahan virus Covid-19 atau Corona yang tengah dihadapi bersama oleh masyarakat Indonesia, terus ditunjukkan oleh para pelaku usaha dengan memberikan berbagai bantuan. Salah satunya ditunjukkan oleh pelaku usaha sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Melalui program GAPKI Peduli, GAPKI kembali menyerahkan bantuan berupa masker dan sabun sebagai upaya membantu pemerintah dalam pencegahan dan meluasnya penyebaran virus Covid-19. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal GAPKI, Kanya Laksmi Sidharta dalam sambutan singkatnya, saat acara penyerahan bantuan GAPKI Peduli, pada Kamis (9 April 2020), di Kementerian Pertanian.

Kanya Laksmi Sidharta mengatakan seperti diketahui, sebelumnya GAPKI telah menyerahkan bantuan serupa pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Kali ini, bantuan masker 8.000 pcs dan sabun 10.000 pcs diserahkan pada Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Bantuan (masker dan sabun) diserahkan secara langsung oleh Kanya Laksmi Sidharta kepada Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono. Dan, disaksikan oleh Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono beserta jajaran dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Menurut Kanya, masker dan sabun untuk saat ini menjadi kebutuhan mendasar di tengah mewabahnya virus Covid-19. “Semoga bantuan (masker dan sabun) yang diberikan dapat bermanfaat untuk pencegahan virus Covid-19,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, selain bantuan masker dan sabun dari GAPKI, Musim Mas salah satu anggota GAPKI juga menyerahkan 10.000 sabun yang diserahkan oleh Rapollo Hutabarat kepada Kasdi Subagyono.

Program GAPKI Peduli berupa bantuan masker dan sabun yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, mendapat sambutan positif dari pihak Kementerian Pertanian yang disampaikan langsung oleh Kasdi Subagyono. Pihaknya mengapresiasi GAPKI atas kepeduliannya dengan memberikan bantuan (masker dan sabun). “Bantuan ini, akan kami salurkan pada pihak yang berhak menerima.

Sasaran pertama yang akan menerima bantuan yaitu pihak internal karyawan di lingkungan Direktorat Jenderal Perkebunan. Kedua, eksternal yang dialokasikan di luar Direktorat Jenderal Perkebunan. “Segerakan akan kami laporkan rinciannya. Amanah ini akan kami serahkan pada pihak-pihak yang berhak menerima atau membutuhkan,” kata Kasdi.

Selanjutnya, Kasdi menambahkan penyerahan bantuan ini adalah wujud kepedulian kami sebagai anak bangsa untuk saling peduli pada masyarakat yang saat ini sedang diuji dengan adanya wabah virus Covid-19. “Apa yang kami miliki dan yang akan dibagikan (masker dan sabun) mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang lain,” tegasnya.

Kementerian Pertanian tidak hanya pada posisi untuk menindaklanjuti penyaluran bantuan, tetapi sebagai Social Safety Net sesuai arahan Presiden Joko Widodo. “Tetapi upaya ini sebagai bagian dari jejaring yang sifatnya membantu, jadi tidak ada embel-embel (baca; maksud) tertentu. Kendati bantuan ini kecil tetapi maknanya cukup besar,” pungkas Kasdi.(*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Antisipasi virus covid-19 Aparat Desa Bataal Barat bersama Muspika dan Ka. UPT. Puskesmas Ganding Sumenep

Published

on

Foto : Penyemprotan yang dilakukan hari ini di lingkungan Pondok Pesantren Al-Risalah Desa Bataal Barat Kecamatan Ganding Sumenep.

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Dokter Ahmad Jauhari. M.Kes Ka. UPT Puskesmas Kecamatan Ganding bersama Muspika Kecamatan Ganding kabupaten Sumenep melakukan penyemprotan disenfektan.
Penyemprotan yang dilakukan hari ini di lingkungan Pondok Pesantren Al-Risalah Desa Bataal Barat Kecamatan Ganding Sumenep.
Bersama dengan aparat desa serta BPD Bataal Barat Ganding turun ke lembaga tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Bataal Barat R. Bashiratul Aini. M.Sos. Antisipasi terhadap wabah Covid-19 perlu terus ditingkatkan, serta kewaspadaan terhadap lingkungan, masyarakat diminta untuk turut serta melakukan antisipatif terhadap virus covid-19.
Camat Ganding Faruk Hanafi, S.Sos. M.Si, IPTU Drs. Abd. Salam, Letda Inf. Chamim. Ahmad Jauhari M.Kes langsung turun ke lokasi Pondok Pesantren Arrisalah di desa Bataal Barat Ganding Sumenep Madura.
Kata Faruk Hanafi telah terjadi penurunan angka ODR yang semula 60 orang turun menjadi 46 orang di kabupaten Sumenep, hal ini perlu dilakukan oleh semua pihak, sehingga Sumenep bisa dinyatakan tidak termasuk zona merah. (Sitrul)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending